Kesehatan Umum

3 November 2021

Infeksi Bakteri: Penyebab, Gejala Setiap Infeksi, dan Pengobatannya

Gejala infeksi bakteri tidak selalu sama untuk masing-masing penyakit
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Karinta
Disunting oleh Karla Farhana

Diare, disentri, pneumonia, hingga tipes (demam tifoid) adalah beberapa contoh penyakit infeksi bakteri.

Pernahkah Moms mendengar atau membaca mengenai penyakit akibat infeksi bakteri? Infeksi bakteri ini berbeda dengan infeksi virus.

Mikroorganisme penyebabnya pun tidak sama. Agar tidak bingung, cari tahu lebih banyak yuk, Moms!

Apa Itu Infeksi Bakteri?

infeksi bakteri

Foto: Orami Photo Stock

Bakteri adalah mikroorganisme (organisme kecil) yang hanya terdiri dari satu sel.

Bentuk dan struktur bakteri sangat beragam dan mampu hidup hampir di semua lingkungan, salah satunya di dalam tubuh manusia.

Jika diamati di bawah mikroskop, bentuk bakteri tampak seperti bola, batang, atau spiral. Bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia tidak semuanya buruk.

Sebab pada dasarnya, ada 2 jenis bakteri yakni bakteri baik dan bakteri jahat. Kedua jenis ini ada di dalam tubuh manusia bahkan di berbagai tempat lainnya.

Bakteri Baik

Bakteri baik yang ada di dalam tubuh tidaklah berbahaya.

Justru, bakteri baik membantu tubuh untuk mencerna makanan, menghancurkan sel penyebab penyakit, dan melindungi dari serangan bakteri jahat.

Bahkan, bakteri baik juga bisa dimanfaatkan dalam proses pembuatan makanan, seperti yoghurt dan keju.

Bakteri Jahat

Sebaliknya, bakteri jahat dapat menginfeksi tubuh. Ketika bakteri jahat penyebab infeksi hadir di dalam tubuh, ini memicu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih giat.

Hanya ada sedikit bakteri yang menyebabkan infeksi pada manusia. Bakteri ini disebut sebagai bakteri patogen.

Bakteri penyebab infeksi bisa dengan cepat berkembang biak di dalam tubuh.

Selama berada di dalam tubuh, bakteri jahat bisa mengeluarkan bahan kimia beracun yang mampu merusak jaringan sehingga membuat seseorang jatuh jatuh. Contohnya:

  • Streptococcus
  • Staphylococcus
  • E. coli

Nah, di sini kita akan membahas lebih lanjut seputar infeksi bakteri jahat ya, Moms.

Baca Juga: Hati-hati, Kenali Gejala Tubuh Terserang Bakteri Listeria

Gejala Infeksi Bakteri

infeksi bakteri

Foto: Orami Photo Stock

Tanda infeksi bakteri bisa berbeda-beda tergantung bagian tubuh mana yang menjadi sasaran. Namun, berikut beberapa tanda dan gejala umum infeksi bakteri:

  • Menggigil tetapi berkeringat
  • Tubuh terasa nyeri
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Kelenjar getah bening membengkak
  • Kulit memerah, bengkak, dan nyeri
  • Muncul gejala pada pencernaan seperti mual, muntah, diare, sakit perut, hingga sakit di bagian anus

Sementara gejala yang lebih spesifik dari infeksi bakteri sesuai dengan bagian tubuh yang terinfeksi adalah sebagai berikut:

1. Infeksi Bakteri di Saluran Pencernaan

Bakteri penyebab infeksi di saluran pencernaan mungkin tidak selalu sama. Akan tetapi, rata-rata gejala yang muncul adalah sebagai berikut:

  • Mual dan muntah
  • Nyeri pada perut
  • Nafsu makan menurun
  • Sering buang air besar
  • Diare yang encer, berair, dan berdarah
  • Radang usus besar
  • Demam

2. Infeksi Bakteri di Saluran Pernapasan

Berikut gejala infeksi bakteri di saluran pernapasan bagian atas (hidung dan sinus):

  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Bau mulut
  • Sakit kepala
  • Lendir terasa di bagian belakang tenggorokan
  • Hidung meler atau tersumbat
  • Nyeri di wajah

Sementara gejala infeksi bakteri di saluran pernapasan bagian bawah (tenggorokan, brokus, paru-paru), misalnya penyakit pneumonia, meliputi:

  • Pernapasan cepat
  • Batuk dengan lendir berwarna hijau, kuning, atau berdarah
  • Demam
  • Sesak napas
  • Nyeri dada yang tajam dan menusuk terutama saat mengambil napas dalam
  • Tubuh terasa panas dingin
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan

Baca Juga: 14 Cara Merawat Softlens agar Awet dan Tak Memicu Infeksi

3. Infeksi Bakteri di Telinga

Berikut gejala infeksi bakteri pada telinga:

  • Gatal dan iritasi di dalam maupun sekitar telinga
  • Kulit di sekitar telinga bersisik
  • Gangguan telinga sebagian
  • Demam
  • Tekanan di dalam telinga

4. Infeksi Bakteri di Tenggorokan

Infeksi bakteri di tenggorokan bisa disebabkan oleh bakteri Streptococcus sehingga akhirnya menimbulkan radang tenggorokan. Berikut gejalanya:

  • Demam
  • Muncul titik-titik merah kecil pada atap mulut
  • Terasa nyeri saat menelan
  • Sakit tenggorokan
  • Kelenjar getah bening di bagian depan leher membengkak
  • Amandel bengkak dan berubah warna

5. Infeksi Bakteri di Saluran Kemih

Kondisi ini dikenal dengan nama infeksi saluran kemih (ISK) yang biasanya ditandai dengan:

  • Sakit seperti terbakar saat buang air kecil
  • Urine berwarna keruh dan berbau busuk
  • Nyeri di perut bagian bawah, daerah panggul, dan punggung bagian bawah
  • Dorongan untuk buang air kecil lebih sering daripada biasanya
  • Keinginan untuk buang air kecil sering tetapi urine yang keluar sedikit
  • Meski sudah buang air kecil, kandung kemih terasa belum kosong

Baca Juga: Mysophobia, Fobia Terhadap Kuman dan Bakteri yang Kotor

6. Infeksi Bakteri di Otak dan Sumsum Tulang Belakang

Infeksi bakteri pada otak dan sumsum tulang belakang disebut dengan meningitis. Gejala meningitis adalah sebagai berikut:

  • Leher kaku
  • Sensitif dengan cahaya
  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kebingungan

Sementara gejala meningitis pada bayi meliputi:

  • Muntah
  • Susah makan
  • Titik lunak tengkorak menonjol
  • Tampak tidak aktif
  • Perkembangannya cenderung terlambat

7. Infeksi Bakteri di Darah

Kondisi ini biasanya disebut dengan sepsis. Sepsis berisiko mengakibatkan kerusakan pada jaringan, kegagalan organ, hingga berakibat fatal.

Jangan disepelekan ya, Moms, berikut gejala infeksi bakteri dalam darah atau sepsis:

  • Sesak napas
  • Kebingungan
  • Denyut jantung meningkat
  • Demam
  • Kulit lembap dan berkeringat

8. Infeksi Bakteri di Vagina

Infeksi bakteri di vagina dikenal dengan nama vaginosis bakterial dengan gejala sebagai berikut:

  • Keputihan berwarna putih atau abu-abu
  • Gatal di sekitar vagina
  • Rasa sakit, gatal, atau terbakar di dalam vagina
  • Muncul sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Timbul bau amis setelah berhubungan seksual

Baca Juga: 8 Penyakit Infeksi yang Umum Menyerang Dewasa dan Anak-anak

Penyebab Infeksi Bakteri

infeksi bakteri

Foto: Orami Photo Stock

Dalang utama penyebab infeksi bakteri adalah penularan bakteri itu sendiri.

Infeksi bakteri terjadi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh, jumlahnya menjadi banyak, hingga menimbulkan reaksi di dalam tubuh.

Moms, Dads, maupun Si Kecil dapat mengalami infeksi bakteri karena terkena dari:

  • Orang lain
  • Lingkungan sekitar
  • Makanan dan minuman
  • Menggunakan air yang sudah terkontaminasi

Bakteri juga bisa masuk ke dalam tubuh melalui lubang di kulit, misalnya luka sayatan, luka operasi, hingga saluran pernapasan.

Siapa pun bisa jatuh sakit bila terkena infeksi bakteri. Namun, seseorang dengan sistem kekebalan atau imun yang lemah berisiko lebih tinggi terkena infeksi bakteri.

Penyebab penularan infeksi bakteri pun terjadi dalam beberapa cara seperti berikut:

  • Melakukan kontak erat dengan orang yang memiliki infeksi bakteri
  • Melakukan kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi, seperti kontak seksual, batuk, hingga penularan dari ibu ke bayi selama kehamilan dan persalinan
  • Bersentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi bakteri, kemudian menyentuh wajah, hidung, dan mulut

Bukan hanya antara manusia, penularan infeksi bakteri juga bisa terjadi melalui gigitan serangga serta mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi bakteri.

Baca Juga: Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Anak: Jenis, Gejala dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Infeksi Bakteri

infeksi bakteri

Foto: Orami Photo Stock

Biasanya, pengobatan untuk infeksi bakteri yakni dengan pemberian antibiotik, melansir dari laman Health Direct.

Antibiotik membantu membunuh dan menghentikan perkembangbiakan bakteri. Secara tidak langsung, antibiotik membantu sistem kekebalan tubuh melawan bakteri.

Namun, Moms sebaiknya tidak asal memilih dan membeli antibiotik, ya!

Antibiotik hanya bisa didapatkan melalui resep dokter. Terlebih lagi, pilihan antibiotik akan tergantung dari jenis bakteri penyebab infeksi.

Jadi, dokter yang berhak menentukan jenis antibiotik beserta dosis dan aturan minumnya.

Sebab jika tidak diminum sesuai aturan, Moms, Dads, maupun Si Kecil berisiko mengalami resistensi antibiotik.

Resistensi antibiotik adalah kondisi ketika bakteri yang seharusnya bisa dihilangkan oleh antibiotik, justru tidak mempan diobati.

Hal ini tentu berbahaya karena berisiko fatal bila tubuh tidak mampu melawan infeksi yang datang. Waspada, ya Moms!

  • https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/diseases-by-category/2/bacterial-infections
  • https://www.healthline.com/health/bacterial-vs-viral-infections
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/bacterial-infection-symptoms#general-symptoms
  • https://www.verywellhealth.com/what-is-a-bacterial-infection-770565
  • https://medlineplus.gov/bacterialinfections.html
  • https://www.healthdirect.gov.au/bacterial-infections
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait