Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Persiapan Melahirkan | Jul 24, 2018

Ingin Persalinan Normal Tanpa Banyak Jahitan? Coba Tips Ini!

Bagikan


Ingin Persalinan Normal Tanpa Banyak Jahitan? Coba Tips Ini!

Persalinan normal tentunya masih menjadi idaman banyak ibu hamil. Selain proses penyembuhan yang lebih cepat dibanding persalinan caesar, biaya persalinan normal juga lebih murah.

Namun, ada beberapa hal yang membuat ibu khawatir menjalani proses persalinan normal, salah satunya adalah kemungkinan vagina robek dan harus dijahit. Membayangkannya saja mungkin sudah membuat nyeri ya, Moms? 

Untuk membuat Moms lebih tenang, yuk pelajari lebih lanjut tentang jahit vagina saat persalinan normal dan cara menguranginya.

Alasan Perineum Sobek dan Perlu Dijahit

Perineum (area antara vagina dan anus) akan meregang cukup besar saat proses melahirkan. Jika persalinan berjalan lancar, Moms mungkin hanya mengalami lecet di bagian perineum, akibat pergesekan dengan kepala bayi.

Namun, ada kemungkinan area perineum ini akan robek saat bayi berusaha keluar. Hal ini terjadi cuku sering lho, Moms. Sebanyak 9 dari 10 ibu, mengalami perineum sobek saat melahirkan normal.

Jika luka cukup panjang hingga mengenai otot dalam perineum, maka Moms akan mendapatkan jahitan.

Untuk luka yang lebih dalam hingga ke anus, dokter akan melakukan operasi kecil untuk menutupnya. Hanya sekitar 3 dari 100 ibu yang mengalami luka dalam dan membutuhkan operasi. 

Dokter atau bidan yang mendampingi juga dapat memotong sedikit bagian dari perineum karena beberapa alasan, seperti kondisi medis yang mengharuskan bayi cepat keluar dari janin.

Tindakan ini disebut episiotomy. Setelah dijahit, episiotomy biasanya sembuh sekitar 1 bulan.

Baca Juga : Jangan Salah Memilih Dokter Kandungan untuk Persalinan

Penyebab Luka di Bagian Perineum

Ada beberapa hal yang dapat mengakibatkan vagina robek dan membutuhkan jahitan saat melahirkan, seperti:

  • Ibu melahirkan pertama kali.
  • Menjalani proses persalinan yang cukup panjang.
  • Berat bayi lebih dari 4 kilogram.
  • Bahu bayi terjepit di tulang kemaluan.
  • Posisi bayi sungsang.

Baca Juga : Mengapa Harus Dijahit Usai Persalinan Normal?

Tips Mengurangi Risiko Luka Saat Melahirkan

Walaupun ada banyak faktor yang memengaruhi robeknya vagina dan banyaknya jahitan yang mungkin dialami, tidak ada salahnya mencoba mengurangi risikonya kan, Moms. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba.

1. Siapkan Tubuh

Proses persalinan adalah salah satu hal paling berat yang dialami oleh tubuh Anda, Moms. Stamina adalah hal penting yang harus dipersiapkan. Seringlah berolahraga selama hamil untuk menjaga stamina, tentunya olahraga yang sesuai untuk ibu hamil, ya.

Selain stamina, olahraga juga dapat meningkatkan sirkulasi yang berpengaruh pada elastisitas kulit. Moms juga dapat melancarkan aliran darah di daerah perineum dan vagina lewat orgasme.

Asupan nutrisi juga tidak kalah penting, lho. Karena bermanfaat bagi kesehatan otot-otot tubuh.

Perbanyak konsumsi sayuran yang mengandung vitamin E, C, dan zink agar tubuh dapat meningkatkan kemampuannya dalam meregang dan mempeecepat proses penyembuhan paska persalinan.

2. Kegel dan Squat

Latihan kegel berfungsi untuk menguatkan otot-otot sekitar panggul. Biasanya latihan ini dilakukan agar kondisi vagina cepat kembali ke semula paska melahirkan.

Tapi, jika latihan ini dilakukan berdampingan dengan squat, maka Moms dapat melatih peregangan otot dasar panggul dan otot-otot di sekitarnya.

Baca Juga : Kisah Irma Syahrifat, Dari Arsitek Menjadi Doula Untuk Bantu Ibu Hamil

3. Melahirkan dalam Air

Banyak bidan yang berpendapat bahwa melahirkan dalam air dapat membuat jaringan sekitar perineum lebih rileks, sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya robek dan jahitan.

Sensasi saat bayi berusaha keluar (crowning) juga terasa lebih nyaman jika Moms melahirkan dalam air.

4. Posisi saat Melahirkan

Tiap wanita memiliki preferensi yang berbeda-beda tentang posisi paling nyaman saat melahirkan. Beberapa tempat bersalin membiarkan ibu bebas mencari posisi yang nyaman.

Posisi yang cukup sering digunakan adalah ibu setengah berbaring dan mengangkat kedua kaki. Posisi tersebut memberikan tekanan pada bagian perineum dan tulang ekor, sehingga kemungkinan Mom dijahit akan cukup besar.

Beberapa posisi yang tidak menekan perineum adalah bertumpu pada tangan dan lutut, berlutut atau duduk sambil condong ke depan, dan berbaring ke samping.

Baca Juga : Jangan Asal Mengejan Saat Persalinan, Ini Cara yang Benar

5. Bernapas, bukan Mendorong

Saat proses persalinan, secara alami janin akan berusaha keluar lewar vagina. Ini akan terjdi sendirinya bahkan jika Moms tidak berusaha mengejan. Beberapa ibu mengikuti insting dan berusaha menahan kontraksi.

Untuk membantu proses ini, bernapas ternyata lebih efektif daripada mengejan. Pasalnya, saat mengejan, Moms akan menahan napas yang justru mengurangi oksigen untuk ibu dan bayi. Mengejan juga membuat otot lebih tegang, bukan lebih rileks.

Ketika kepala bayi mulai memasuki panggul, Moms akan merasakan rasa sakit yang cukup berat dan tubuh akan memberi sinyal pada otak untuk berhenti. Dalam fase ini, biarkan bayi bergerak turun dan perineum akan melebar secara alami.

Banyak wanita tidak yakin apa yang harus dilakukan dan mengikuti petunjuk dari tenaga medis untuk mendorong. Padahal, secara alami Moms akan bernapas dan berhasil melahirkan Si Kecil.

(HIL)

Sumber: bellybelly.com, babycentre.co.uk

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.