Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




ASI & MPASI | May 16, 2018

Ini 6 Cara Praktis Menyimpan Puree Bayi yang Sudah Dimasak

Bagikan


Membuat puree bayi memang banyak kelebihannya. Selain dapat menghemat pengeluaran, dengan membuat puree bayi, Moms juga bisa mengontrol kebutuhan nutrisi dan jenis bahan makanan yang harus dikonsumsi si Kecil.

Buah dan sayur yang bisa diolah menjadi puree juga sangat banyak tergantung dari selera dan tekstur yang dimiliki. Puree adalah makanan bayi dengan tekstur lembek seperti bubur, terbuat dari buah atau sayur segar yang dilembutkan.

Makanan bayi harus dibuat dari bahan yang segar dan sehat sehingga manfaat baiknya bisa langsung dirasakan oleh buah hati. Namun, bagaimana jadinya jika si Kecil sedang tidak doyan makan dan menyisakan puree lezatnya?

Moms tidak perlu khawatir karena makanan bayi dari buah dan sayur ini bisa disimpan hingga waktu pengonsumsian berikutnya. Begitu pula ketika Moms membuat puree bayi dalam jumlah cukup banyak sehingga tak perlu repot memasak lagi, makanan sehat tersebut bisa disimpan beberapa waktu.

Baca Juga : 3 Jenis MPASI Ini Paling Ideal Untuk Bayi

Cara Menyimpan Puree yang Telah Dibuat

puree bayi, cara menyimpan puree bayi

Setelah membuat makanan bayi untuk beberapa porsi, jangan menyimpannya begitu saja di dalam lemari es ya Bu, karena makanan ini bisa cepat membusuk.

Untuk menghindari proses pembusukkan dan kerusakan vitamin, cobalah melakukan langkah mudah ini :

1. Untuk makanan bayi yang akan disantap lebih dari 1 hari, Moms memerlukan pencetak es batu. Tuangkan puree ke dalamnya lalu tutup hingga rapat.

2. Bekukan dalam lemari es. Proses pembekuan ini akan mengurangi kemungkinan bakteri pembusuk makanan tumbuh dan berkembang sehingga makanan bayi bisa dikonsumsi dalam keadaan segar dan sehat meskipun telah mengalami proses penyimpanan.

3. Setelah dibekukan, keluarkan semua puree beku tadi dan tempatkan pada toples gelas , tutup rapat lalu masukkan kembali ke dalam lemari pembeku. Ingat, makanan ini harus beku, bukan sekedar dingin.

4. Berikan label pada tiap toples dengan menuliskan tanggal pembuatan makanan dan bahan buah atau sayur yang digunakan.

5. Selalu batasi jumlah makanan yang dibekukan untuk menghindari penyimpanan makanan bayi dalam waktu terlampau lama.

6. Gunakan makanan bayi yang sudah dibuat terlebih dahulu sesuai tanggal agar tidak membuatnya menunggu terlalu lama untuk dikonsumsi.

Setelah membekukan makanan bayi tersebut, Moms bisa menyajikannya pada buah hati dengan memanaskannya dalam microwave atau mencairkannya di atas panci tanpa tambahan air. Aduk dengan lembut tanpa membuatnya mendidih karena itu akan membuat vitamin di dalam puree hilang.

Setelah mengetahui cara penyimpanan puree yang sehat ini, Moms tidak perlu memasak makanan bayi berulang kali dalam 1 hari.

Buatlah puree bayi dalam porsi lumayan dengan satu bahan tertentu, lalu simpan untuk jam makan si Kecil selanjutnya. Praktis sekali kan, Moms?

(BILNA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.