Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Hati-hati, Ini 7 Bahaya Asma pada Ibu Hamil!

Bagikan


Asma mungkin bukan penyakit yang sangat berbahaya. Namun, untuk ibu hami, asma bisa jadi penyakit yang sangat berbahaya. Bukan hanya untuk kesehatan Moms, tapi juga untuk kesehatan janin.

Menurut statistik, asma terjadi pada 4-8 orang dari 100 ibu hamil. Jika Moms punya riwayat asma akut, sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter agar tidak kambuh sepanjang kehamilan.

Sebenarnya, apa saja sih dampak asma yang kambuh saat hamil? Yuk kita simak!

1. Morning sickness yang parah

Kurangnya pemasukan oksigen untuk ibu maupun bayi bisa membuat morning sickness Moms semakin parah. Selain mual muntah, penderita asma yang sedang hamil juga akan mengalami morning sickness berupa sesak nafas.

2. Pendarahan pada vagina

Akibat asma, oksigen yang masuk ke tubuh akan tersendat-sendat dan sangat berkurang. Kondisi ini bisa memicu terjadinya pendarahan pada vagina.

3. Preeklamsia

Preeklamsia biasanya terjadi setelah Moms memasuki usia kandungan 20 minggu. Moms yang mengalami preeklamsia ditandai dengan tingginya tekanan darah dan penurunan fungsi organ, seperti ginjal dan hati.

Moms yang mengalami preeklamsia juga akan mengalami pengelihatan kabur dan sakit kepala yang luar biasa. Jika tidak diobati, preeklamsia akan menjadi eklamsia. Eklamsia adalah kondisi preeklamsia yang disertai kejang.

Hal ini bisa berakibat fatal pada Moms dan janin, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Baca juga: Jaga Kebersihan Rumah Supaya Asma Tidak Kumat

4. Asupan oksigen ke bayi minim

Terganggunya aliran oksigen pada tubuh Moms akan memengaruhi aliran oksigen kepada janin. Hal ini akan membuat janin kekurangan oksigen.

5. Bayi lahir prematur

Bayi dengan asupan oksigen rendah kemungkinan besar akan lahir secara prematur, yakni lahir sebelum mereka menginjak usia kandungan 37 minggu. Bayi yang lahir prematur punya risiko gangguan kesehatan yang lebih tinggi.

6. Bayi lahir dengan berat badan rendah

Dengan kondisi lahir prematur, bayi pun akan lahir dengan berat badan rendah, biasanya kurang dari 2,5 kilogram. Bayi yang lahir dengan berat badan rendah perlu mendapatkan perawatan intensif.

Baca juga: 6 Cara Mengobati Asma secara Alami

7. Perkembangan bayi terganggu

Oksigen menjadi bagian penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan. Minimnya asupan oksigen pada bayi dalam kandungan akan membuat pertumbuhan dan perkembangannya menjadi terganggu.

Sudah tahu kan Moms apa saja risiko pada bayi dan Moms jika asma tidak ditangani dengan baik? Jika Moms punya riwayat asma, sebaiknya segera hubungi dokter untuk penangannya ya.

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.