Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Health | May 13, 2018

Ini Akibatnya Jika Meminum Obat Kedaluwarsa

Bagikan


Pernahkah Moms meminum obat kedaluwarsa? Sepertinya kejadian seperti ini bisa saja terjadi pada setiap orang. Di saat sakit menyerang, hal yang paling ingin dilakukan adalah segera meminum obat tanpa mengecek terlebih dahulu tanggal kedaluwarsanya.

Tanggal kedaluwarsa obat umumnya tertera pada label atau kemasan obat. Tanggal yang tertera tersebut merupakan tanggal terakhir dimana pabrik farmasi atau produsen obat masih dapat memberikan jaminan penuh akan potensi obat dan keamanannya.

Jadi saat minum obat, pastikan terlebih dahulu mengecek tanggal kedaluwarsanya ya Moms karena semua produsen obat, wajib mencantumkan tanggal kedaluwarsa pada setiap produknya.

Baca Juga : 4 Kesalahan Paling Sering Dilakukan Orang Tua Saat Berikan Obat pada Balita

Efek Meminum Obat Kedaluwarsa

Menurut Margarita Rohr, MD, dari Universitas New York Langone Joan H. Tisch Pusat Kesehatan Wanita, soal keamanan obat kedaluwarsa, sebenarnya ada sedikit bukti ilmiah bahwa obat kedaluwarsa bisa menjadi toxic (racun) yang apabila Moms konsumsi dapat membuat Moms sakit, sama seperti saat Moms mengonsumsi makanan busuk.

Meski tidak selalu berakibat buruk, namun yang jelas, obat akan kehilangan beberapa efektivitasnya setelah tanggal kedaluwarsa berakhir.

“Seberapa banyak efektivitas yang hilang setelah tanggal kedaluwarsa,masih belum jelas dan kemungkinan akan menimbulkan efek buruk bagi tubuh,” lanjutnya.

Pada beberapa obat tertentu tanggal kedaluwarsa obat lebih penting daripada yang lain. “Nitrogliserin [yang digunakan untuk mengobati nyeri dada] diketahui sangat cepat kehilangan efektifitas mereka, karena itu obat ini tidak boleh digunakan melewati tanggal kedaluwarsa," kata dr. Rohr.

Obat lain yang sebaiknya tidak dikonsumsi setelah tanggal penggunaannya berakhir adalah antibiotik cair dan pilnya, serta beberpa obat yang suntikan seperti Norepinefrin (digunakan untuk mengobati syok dan tekanan darah rendah), misalnya, harus dibuang jika Moms melihat perubahan warna di dalam kemasan (Ampul), tambah dr. Rohr.

Apakah Obat-Obatan Kedaluwarsa masih Bisa Digunakan?

Ternyata, ada beberapa produk obat yang efektifitasnya bertahan lebih lama daripada tanggal kedaluwarsa yang tertera pada label.

Untuk mengetahui apakah obat masih memiliki potensi meski telah melewati tanggal kedaluwarsa, Rohr merekomendasikan untuk mempertimbangkan tujuan awal Moms mengambil obat tersebut.

"Jika Anda menggunakan pengencer darah seperti warfarin untuk mencegah pembekuan darah atau obat anti kejang seperti dilantin atau phenobarbital, penting untuk memastikan obat memiliki potensi penuh untuk membantu mencegah efek merugikan dari kegagalan pengobatan," katanya.

Jadi jika setelah minum obat kedaluwarsa, Moms tidak merasakan efek apa pun seperti biasanya, itu pertanda obat tersebut telah kehilangan Efektivitasnya, dianjurkan untuk membeli obat yang baru.

Ditinjau oleh: dr. Iin Reza

Sumber : meetdoctor.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.