Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Nutrisi Anak | Aug 4, 2018

Ini Bahaya MSG bagi Kesehatan Tubuh Anak

Bagikan


Foto: Shutterstock

MSG atau monosodium glutamat adalah zat yang digunakan sebagai penguat rasa makanan. Penyedap rasa yang sehari-hari disebut vetsin atau micin ini juga bisa ditemukan dalam bentuk bubuk atau cair. Biasanya MSG digunakan dalam Chinese food, sayuran beku, sup, dan menu olahan daging.

Meski digolongkan sebagai bahan yang aman oleh FDA (Food and Drug Administration). penggunaan yang terlalu sering dan dalam jumlah banyak akan menimbulkan kerugian bagi penikmatnya, termasuk pada kesehatan anak.

Zat glutamat sebenarnya merupakan komponen dalam MSG yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dan disebut sebagai asam amino. Hanya saja, proses sintetis yang dialami oleh glutamat membuat zat ini mengalami penurunan nilai sehat, seperti juga bahan makanan lain yang mengalami penurunan gizi setelah melalui proses pengolahan panjang.

MSG juga sering dikategorikan sebagai 'pengganggu' kesehatan anak karena dapat menimbulkan beragam penyakit berbahaya, dan bahkan kematian. Beberapa gejala yang ditunjukkan saat MSG mengganggu kesehatan anak adalah:

  • Sakit kepala
  • Berkeringat di sekujur tubuh
  • Kulit wajah yang tidak elastis atau lebih padat
  • Sensasi terbakar atau panas pada wajah, leher, dan bagian tubuh lain
  • Sakit pada dada
  • Muntah
  • Lemas dan sulit beraktivitas

Penggunaan penyedap rasa dalam jangka waktu lama akan mengganggu kesehatan anak. MSG terbukti secara ilmiah dapat merusak kondisi retina mata konsumennya.

Ini dibuktikan dengan melakukan percobaan pada hewan yang diberi asupan makanan ber-MSG tinggi dan ternyata penglihatannya menjadi kabur secara perlahan. Oleh karenanya, MSG sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, terutama demi menjaga kondisi kesehatan tubuh.

Fakta yang cukup mengejutkan adalah anak-anak merupakan konsumen MSG paling banyak mengingat tak sedikit jenis makanan cepat saji dan makanan ringan yang menggunakan penyedap rasa dalam pembuatannya.

Kesehatan anak dipertaruhkan saat membeli jajanan ber-MSG, apalagi beberapa produk makanan tidak mencantumkan informasi komposisi secara lengkap. Artinya, orang tuapun akan kesulitan mengontrol kualitas jajanan putra-putrinya.

Waspadalah jika buah hati gemar membeli jajanan pinggir jalan, sebab MSG kerap digunakan oleh para pedagang untuk menarik minat pembeli dengan rasanya yang mantap.

Baca Juga: Tips Agar Anak Tidak Suka Jajan Sembarangan

Kondisi kesehatan anak mungkin tidak langsung menurun ketika pertama kali mengonsumsi MSG dalam jumlah berlebihan karena efek yang muncul juga dipengaruhi sistem imun anak itu sendiri. Meski anak-anak tidak merasakan dampak negatifnya secara langsung, lambat laun gejala-gejala di atas akan terlihat jelas.

Cara menjaga kondisi kesehatan anak agar tidak terkontaminasi MSG adalah dengan mengurangi konsumsi makanan ringan kemasan dan jajanan pinggir jalan. Gantikan dengan masakan rumah saja.

Bagaimanapun juga, masakan rumah yang Moms buat sendiri lebih menyehatkan karena komposisinya jelas dan pasti bernutrisi. Moms juga sebaiknya tidak menggunakan MSG hanya untuk membuat masakan lebih lezat, mengingat kesehatan anak adalah fokus utama.

Selamat memasak, dan semoga Si Kecil senantiasa sehat ya, Moms!

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.