Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Kesehatan Anak | Dec 3, 2018

Ini Bedanya Campak dan Tampek pada Anak

Bagikan


virus campak hidup di lendir yang ada pada hidung dan tenggorokan penderita

Moms, pernah dibuat penasaran dengan beda campak dan tampek?

Meski terdengar berbeda, campak dan tampek sebenarnya adalah sebutan untuk satu penyakit yang sama, yaitu measles, rubeola, atau rubella.

Campak dan tampek sama-sama merujuk pada penyakit anak yang disebabkan oleh infeksi virus berjenis paramixovirus. Bedanya, campak adalah istilah kedokteran yang resmi digunakan di seluruh wilayah Indonesia, sedangkan tampek adalah pelafalannya dalam bahasa Jawa.

Setelah mengetahui kalau campak dan tampek sebenarnya sama, ada baiknya Moms mengetahui beberapa fakta penting seputar penyakit campak berikut ini:

1. Penyakit yang Sangat Menular

Ini Bedanya Campak dan Tampek pada Anak

Foto : Huffpost.com

Tahukah Moms, kalau virus campak hidup di lendir yang ada pada hidung dan tenggorokan penderita?

Inilah yang menyebabkan virus campak mudah menyebar melalui batuk dan bersin.

Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), 90 persen orang yang terpapar virus campak dan tidak diimunisasi akan terinfeksi.

Ini karena virus campak tetap hidup di udara hingga dua jam setelah dikeluarkan dari tubuh, juga dapat menempel pada permukaan yang bisa bersentuhan dengan orang lain.

Baca Juga : Terlihat Mirip, Begini Cara Membedakan Penyakit Campak dan Roseola pada Bayi

2. Faktor Risiko Campak

Ini Bedanya Campak dan Tampek pada Anak

Foto : Medicaldaily.com

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko anak terkena campak, yaitu:

  • Anak dan ibu hamil yang tidak diimunisasi. Menurut data World Health Organization (WHO), imunisasi campak memiliki tingkat keefektifan sebesar 93 persen bagi penerima satu dosis vaksin dan 97 persen bagi penerima dua dosis vaksin.
  • Bepergian ke negara yang belum bebas campak, terutama di Afrika dan Asia. Sekitar 95 persen kematian akibat campak terjadi di negara dengan infrastruktur kesehatan lemah dan memiliki pendapatan per kapita rendah.
  • Kekurangan vitamin A. Anak dan ibu hamil yang kekurangan vitamin A akan mengalami gejala dan komplikasi campak yang lebih parah.

Baca Juga : 8 Gejala Campak yang Wajib Dikenali pada Balita

3. Bisa Menyebabkan Komplikasi

Ini Bedanya Campak dan Tampek pada Anak

Foto : Fox2now.com

Selain komplikasi yang terhitung ringan seperti infeksi telinga dan bronkitis, 1 hingga 3 dari 1.000 penderita campak beresiko mengalami komplikasi parah yang dapat menyebabkan kematian, seperti:

  • Pada penderita yang tidak diimunisasi, campak dapat berkembang menjadi jenis pneumonia berbahaya yang bisa berakibat fatal.
  • Peradangan akut otak yang disebabkan oleh infeksi virus dan membuat otak membengkak.
  • Gangguan Kehamilan. Selain dapat mengakibatkan kelahiran prematur, komplikasi campak juga dapat menyebabkan anak lahir dengan berat rendah hingga keguguran.

Baca Juga : 7 Fakta Seputar Campak dan Rubella pada Bayi

4. Imunisasi Adalah Pencegahan Paling Efektif

Ini Bedanya Campak dan Tampek pada Anak

Foto : Drweil.com

Sebagaimana sudah disebutkan di atas, imunisasi memiliki efektivitas hingga 97 persen dalam menangkal tertularnya penyakit campak. Menurut data WHO, imunisasi campak telah mengurangi angka kematian akibat campak secara global sebesar 84 persen serta mencegah penularan pada 20.4 juta jiwa selama tahun 2000-2016.

Sebelum vaksin campak diperkenalkan di tahun 1963, epidemik campak terjadi setiap 2 hingga 3 tahun sekali, dan menyebabkan kematian sebanyak hampir 2.6 juta anak setiap tahunnya.

Data terakhir dari WHO menunjukkan bahwa keefektifan imunisasi campak telah menekan angka kematian akibat campak hingga hanya 89.780 jiwa setiap tahunnya.

Sampai saat ini juga belum ada pengobatan khusus untuk virus campak sehingga imunisasi campak sesuai dengan dosis yang direkomendasikan adalah pencegahan terbaik.

Baca Juga : Bahaya Campak pada Ibu Hamil, Gejala, dan Pengobatannya

Apakah buah hati Moms sudah mendapatkan semua imunisasi yang dibutuhkannya agar terlindung dari berbagai penyakit?

(WA)

Sumber : mayoclinic.org, everydayhealth.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.