Balita dan Anak

9 Juni 2020

Ini Caranya Menangani Narkolepsi pada Anak

Keluarga, teman, dan guru Si Kecil perlu diedukasi mengenai gangguan ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Narkolepsi pada anak bisa terjadi. Ketika mengalami narkolepsi, otak bergerak di antara tahapan-tahapan tidur pada waktu yang tidak tepat. Perubahan ini tidak dapat dikendalikan.

Pada narkolepsi, bagian otak yang mengontrol tidur dan bangun tidak berfungsi seperti biasa. Pesan yang sampai ke otak terkait kapan harus terlelap dan kapan harus terjaga menjadi campur aduk.

Katapleksi (emosi yang kuat atau tertawa membuat fisik kolaps tapi tetap sadar), kelumpuhan tidur (ketindihan), dan halusinasi hipnagogik yang menjadi gejala narkolepsi mirip dengan berkurangnya kekencangan otot yang menyertai mimpi normal dalam tahap tidur yang disebut REM.

Namun, dalam narkolepsi, berkurangnya kekencangan otot dan pengalaman dalam mimpi terjadi di waktu yang tidak seharusnya.

Apa Penyebab Narkolepsi pada Anak?

Penyebab Narkolepsi pada Anak.jpg

Foto: Steffen Eckart from Pixabay

Penyebab pasti narkolepsi belum diketahui. Menurut situs web Children’s Hospital of Philadephia, narkolepsi tidak disebabkan oleh masalah psikiatrik maupun psikologis. Diduga, kondisi ini merupakan gangguan bagian sistem saraf pusat yang mengendalikan tidur dan bangun.

Menurut situs web Children’s Hospital of Philadelphia, beberapa peneliti mengatakan bahwa gen tertentu ditambah faktor lain yang tidak diketahui adalah penyebab narkolepsi pada anak.

Memang tidak semua orang yang mengalami narkolepsi memiliki keluarga dengan kondisi yang sama. Banyak orang yang memiliki gen narkolepsi tidak menunjukkan gejalanya karena gen tersebut memerlukan pemicu. Pemicunya bisa jadi infeksi, tapi mungkin juga ada pemicu lain.

Baca Juga: Gangguan Tidur Narkolepsi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Cara Menangani Narkolepsi pada Anak

Menangani Narkolepsi pada Anak.jpg

Menurut situs web Narcolepsy UK, narkolepsi tidak bisa disembuhkan. Namun, gejalanya biasanya bisa dikendalikan sehingga Si Kecil bisa menjalani hidup dengan normal.

Penanganan narkolepsi berbeda pada setiap anak, tapi umumnya melibatkan obat-obatan dan perubahan perilaku.

1. Obat-obatan

Obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi narkolepsi terbagi menjadi tiga jenis, yakni:

  • Obat-obatan stimulan yang membantu membuat Si Kecil terjaga
  • Obat-obatan yang mengubah siklus tidur di malam hari, membuat terjaga di suang hari, dan mengurangi katapleksi
  • Obat-obatan lain yang membantu mengurangi katapleksi

Kadang kombinasi dua obat atau lebih digunakan. Dokter akan menyarankan obat yang paling efektif untuk Si Kecil dan menyebutkan potensi efek sampingnya, karena setiap penderita narkolepsi berbeda.

Baca Juga: Balita Mengantuk Terus? Ini Ciri Narkolepsi pada Anak

2. Perubahan Perilaku

Foto: Leo Rivas on Unsplash

Penanganan narkolepsi yang efektif tidak hanya memerlukan obat-obatan, tapi juga penyesuaian gaya hidup. Contohnya:

  • Tidur dan bangun di jam yang sama dan normal setiap hari.
  • Minta Si Kecil tidur sebentar sebelum beraktivitas, bermain bersama teman, atau ke luar rumah untuk membantu mengurangi katapleksi.
  • Jaga lingkungan rumah tetap hangat karena udara yang sejuk membuat Si Kecil mengantuk
  • Jaga Si Kecil tetap aktif, ajak berolahraga setiap hari, dan hindari tugas yang membosankan atau repetitif agar Si Kecil tetap terjaga.
  • Dorong Si Kecil berpartisipasi di aktivitas dan hobi yang mereka sukai. Moms perlu menginformasikan kepada penyelenggara acara bahwa Si Kecil mengalami narkolepsi.
  • Ingatkan Si Kecil untuk berkonsentrasi di saat-saat ini untuk berjaga-jaga jika Si Kecil mengalami katapleksi…
    • naik-turun tangga dan berpegangan ke railing
    • menyeberang jalan. Jangan mengobrol.
    • di dekat pemandian, kolam renang, sungai, dan danau.
  • Jaga pola makan yang seimbang. Larang Si Kecil makan terlalu malam karena membuat tidur di malam hari semakin sulit.
  • Bantu Si Kecil mandiri dalam menghadapi kondisi mereka, termasuk dalam urusan sehari-hari
  • Dorong Si Kecil untuk tetap bergaul bersama teman-temannya

Narkolepsi bisa jadi penyakit yang menghancurkan jika keluarga, kenalan, dan guru tidak memahami gangguan ini. Tidur di siang hari bisa disalahartikan sebagai rasa malas, bosan, atau ketidakmampuan. Katapleksi dan bermimpi saat bangunpun bisa dianggap sebagai masalah psikiatris.

Karena itu, penting untuk mengedukasi anggota keluarga serta bantu teman Si Kecil dan orang tuanya untuk memahami narkolepsi pada anak.

Baca Juga: 10 Foto Lucu Ini Membuktikan Jika Mengantuk Anak-Anak Bisa Tidur Di Mana Saja

Hal yang paling penting adalah memastikan guru Si Kecil memahami kondisi ini. Penyesuaian kecil di kelas bisa menghasilkan perbedaan yang besar terkait kepercayaan diri Si Kecil dan kemampuannya memperoleh pendidikan yang baik.

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait