Kesehatan

KESEHATAN
9 September 2020

Ini Penyakit Penyebab Panas Dalam pada Anak dan Cara Mengatasinya

Tak melulu karena radang tenggorokan, ada beberapa penyebab lain panas dalam pada anak yang perlu Moms ketahui!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Saat Moms atau anggota keluarga yang lain mengalami panas dalam, biasanya kondisi ini juga ditandai dengan rasa tidak nyaman pada tenggorokan. Kondisi ini pun tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa, tetapi juga oleh anak-anak.

Panas dalam pada anak biasanya juga disertai dengan beberapa gejala lain, seperti menurunnya nafsu makan, atau bahkan demam. Panas dalam pada anak pun kebanyakan dialami oleh anak dengan usia di atas dua tahun.

Namun, panas dalam sebetulnya bukanlah istilah medis. Kebanyakan masyarakat menyebut panas dalam sebagai istilah yang merujuk pada berbagai gejala yang menyebabkan penyakit di tenggorokan. Bisa karena infeksi virus, bakteri, atau penyakit lain.

Lantas, penyakit apa yang bisa sebabkan panas dalam pada anak? Cari tahu jawabanya melalui ulasan berikut ini!

Baca Juga: Ketahui Perbedaan Radang Tenggorokan dan Infeksi Tenggorokan

Penyebab Panas dalam Pada Anak

panas dalam pada anak

Foto: Orami Stock Photos

Umumnya panas dalam pada anak terjadi usai mereka mengonsumsi makanan tertentu, seperti daging bakar, gorengan, durian, coklat, atau makanan lain dengan bumbu yang pekat. Namun sayangnya, hal ini belum dapat dijelaskan secara ilmiah.

Sementara itu, ada beberapa jenis penyakit yang bisa membuat anak merasakan gejala panas dalam, antara lain:

1. Infeksi Saluran Napas Atas (ISPA)

Melansir British Lung Foundation, infeksi pada hidung, sinus, tenggorokan, saluran napas atau paru-paru anak adalah beberapa gejala akibat infeksi saluran pernapasan atas. Kondisi ini pun merupakan penyebab umum akan masalah pernapasan pada anak-anak.

Panas dalam pada anak yang terjadi akibat ISPA biasanya akan diawali dengan gejala seperti rasa gatal, dan nyeri di tenggorokan. Tak hanya membuat tenggorokan tidak nyaman, ISPA pada anak juga akan menyebabkan mereka bersin-bersin, hidung tersumbat, batuk, dan demam selama 2 hingga 3 hari.

Anak-anak biasanya lebih sering mengalami kondisi ini daripada orang dewasa karena tubuh mereka belum kebal terhadap virus. Namun, kondisi ini biasanya bisa pulih dengan sendirinya.

2. Iritasi Tenggorokan

Gejala panas dalam pada anak juga bisa terjadi lantaran mereka mengalami iritasi pada tenggorokan mereka. Kondisi ini tak berbeda jauh dari ISPA.

Namun, iritasi tenggorokan lebih sering terjadi akibat paparan polusi udara, makanan atau minuman panas, atau kebiasaan berteriak-teriak atau penggunaan suara secara yang berlebihan.

3. Tonsilitis

Panas dalam pada anak juga bisa disertai dengan peradangan pada amandel, yang kemudian menyebabkannya menjadi kemerahan dan bengkak. Amandel sendiri adalah dua bantalan jaringan berbentuk oval yang terletak di bagian belakang tenggorokan.

Tak hanya sebabkan panas dalam pada anak, radang amandel atau tonsilitis bisa sebabkan anak sulit menelan atau membuat kelenjar getah bening di sisi leher ikut membengkak. Melansir Mayo Clinic, kebanyakan kasus tonsilitis disebabkan oleh infeksi virus, akan tetapi beberapa jenis bakteri juga bisa sebabkan tonsilitis.

Pengobatan yang tepat untuk tonsilitis biasanya tergantung pada penyebabnya. Oleh karena itu, saat Moms menemukan gejala panas dalam pada anak disertai pembengkakan amandel, penting untuk mendapatkan diagnosis yang cepat dan akurat.

Pembedahan untuk mengangkat amandel adalah prosedur umum untuk mengobati tonsilitis, dan biasanya dilakukan hanya jika tonsilitis terjadi akibat bakteri atau saat tonsilitis tidak merespons pengobatan lain.

4. Refluks Asam Lambung

Naiknya asam lambung atau refluks asam lambung pada anak juga bisa sebabkan gejala panas dalam pada anak. Kondisi inu umumnya muncul di tengah malam saat tidur ataupun di pagi hari saat anak baru bangun tidur.

Gejala refluks asam lambung biasanya juga akan disertai dengan rasa panas atau perih di ulu hati dan rasa yang sangat tidak nyaman di tenggorokan.

Baca Juga: 7 Cara Alami untuk Mengobati Radang Tenggorokan pada Anak

Kapan Panas Dalam pada Anak Perlu Diperiksa ke Dokter?

Kapan Panas Dalam pada Anak Perlu DIperiksa ke Dokter?

Foto: Orami Stock Photos

Tidak semua gejala panas dalam pada anak perlu diperiksakan ke dokter. Ini semua tergantung pada penyebabnya, jika gejala ringan maka pengobatan rumahan bisa dilakukan.

Namun, jika panas dalam pada anak disertai gejala lain yang bikun Moms khawatir, maka jangan ditunda lagi untuk mengunjungi dokter. Ada beberapa gejala tambahan yang perlu Moms periksakan ke dokter saat anak alami panas dalam, gejala tersebut antara lain:

Anak mengalami kesulitan saat hendak menelan makanan atau minum.

  • Anak kesulitan untuk bernapas.
  • Anak mengeluhkan leher yang terasa bengkak atau kaku.
  • Anak sulit untuk membuka mulut lebih lebar.
  • Demam yang tak kunjung turun.
  • Panas dalam tak mereda setelah beberapa hari.
  • Anak tampak sangat lesu dan tidak bertenaga.
  • Adanya cairan nanah di bagian belakang tenggorokan anak.

Saat anak diperiksakan ke dokter, maka dokter akan memberikan pengobatans esuai dengan diagnosis. Misalnya jika panas dalam pada anak dipicu oleh infeksi bakteri, maka anak akan diresepkan antibiotik untuk membunuh bakteri yang bersarang di tenggorokan.

Baca Juga: Radang Tenggorokan Pada Busui, Apakah Berpengaruh Pada Bayi?

Mengatasi Panas Dalam pada Anak di Rumah

Pada banyak kasus, panas dalam pada anak bukanlah kondisi yang membahayakan atau bukan terjadi akibat penyakit yang serius.

Oleh karena itu, Moms bisa menggunakan cara-cara sederhana di rumah untuk mengatasi panas dalam atau mengatasi rasa tidak nyaman pada tenggorokan. Beberapa cara yang bisa Moms lakukan, antara lain:

1. Air Putih

Air Putih

Foto: Orami Photo Stock

Cara sederhana pertama untuk mengatasi gejala panas dalam pada anak adalah dengan memberikan mereka air putih. Tak hanya melembapkan tenggorokan, air putih juga akan mencegah anak alami dehidrasi.

Namun jangan biarkan anak minum minuman berkafein, atau jus dan minuman lain yang rasanya terlalu asam. Minuman berkafein bisa membuat anak alami dehidrasi, sementara minuman asam bisa membuat tenggorokan akan semakin tidak nyaman.

2. Madu

Madu

Foto: dailynewsegypt.com

Cara lain untuk meredakan gejala panas dalam pada anak adalah memberi mereka madu. Madu bisa dicampur dalam teh, air putih, atau diminum sendiri untuk mengatasi rasa tidak nyaman pada tenggorokan.

Melansir penelitian yang dipublikasikan U. S. National Library of Medicine, madu ternyata lebih efektif dalam menjinakkan batuk malam hari daripada obat batuk biasa.

Penelitian lain menunjukkan bahwa madu adalah penyembuh luka yang efektif, yang berarti dapat membantu mempercepat penyembuhan sakit tenggorokan.

3. Air Garam

Air Garam

Foto: bbc.co.uk

Berkumur dengan air garam yang hangat juga bisa membantu meredakan rasa tidak nyaman pada tenggorokan dan memecah sekresi. Air garam juga telah dikenal cukup baik untuk membunuh bakteri di tenggorokan. Moms bisa mencampurkan air hangat dengan setengah sendok teh garam.

Minta anak untuk berkumur untuk membantu mengurangi pembengkakan dan menjaga kebersihan tenggorokan. Lakukan setiap tiga jam sekali atau lebih untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

4. Soda Kue

Soda Kue

Foto: healthline.com

Berkumur dengan air garam mungkin lebih populer dibandingkan dengan berkumur larutan soda kue. Padahal, sama halnya dengan air garam, soda kue juga mampu meredakan sakit tenggorokan.

Berkumur dengan larutan ini bisa membunuh bakteri dan mencegah pertumbuhan ragi dan jamur. The National Cancer Institute bahkan merekomendasikan kamu untuk berkumur dan mengoleskan dengan lembut kombinasi satu cangkir air hangat, 1/4 sendok teh soda kue, dan 1/8 sendok teh garam. Larutan ini direkomendasikan untuk digunakan setiap tiga jam sekali atau sesuai kebutuhan.

5. Teh Kamomil

Teh Kamomil

Foto: Orami Photo Stock

Teh kamomil pada dasarnya memiliki sifat menenangkan. Teh herbal satu ini juga telah lama dikenal mampu mengobati beberapa penyakit, seperti misalnya sakit tenggorokan.

Ini karena kamomil memiliki sifat anti-inflamasi, antioksidan, dan astringentnya. Sebuah penelitian dari U.S. National Library of Medicine juga telah menunjukkan bahwa menghirup uap kamomil saja mampu meredakan gejala pilek, termasuk sakit tenggorokan.

Minum teh kamomil juga bisa memberikan manfaat yang sama. Teh kamomil akan merangsang sistem kekebalan untuk membantu tubuh melawan infeksi yang menyebabkan sakit tenggorokan dan panas dalam pada anak.

6. Peppermint

Peppermint

Foto: verywellfit.com

Peppermint biasanya kita jumpai pada produk permen karet karena ia mampu membantu seseorang mendapatkan nafas yang segar. Semprotan minyak peppermint yang diencerkan juga ternyata cocok untuk meredakan sakit tenggorokan atau panas dalam pada anak.

Peppermint mengandung mentol, yang membantu mengencerkan lendir dan menenangkan sakit tenggorokan dan batuk. Peppermint juga memiliki sifat anti-inflamasi, antibakteri, dan antivirus, yang membantu anak lebih cepat sembuh.

7. Bawang Putih

Bawang Putih

Foto: Orami Photo Stock

Bawang putih juga merupakan salah satu bahan yang memiliki sifat antibakteri alami. Ia mengandung allicin, yakni senyawa organosulfur yang dikenal karena kemampuannya melawan infeksi.

Dengan mengonsumsi suplemen bawang putih secara teratur, maka seseorang bisa terhindar dari infeksi virus flu biasa. Tak hanya itu, menambahkan bawang putih segar ke dalam makanan anak juga merupakan cara untuk mendapatkan khasiat antimikroba.

8. Sari Cuka Apel

Sari Cuka Apel

Foto: freepik.com

Cuka apel juga merupakan cairan dengan kandungan antibakteri alami. Sejumlah penelitian juga menyebutkan bahwa cuka apel mampu memerangi infeksi.

Karena sifatnya yang asam, ia juga dapat digunakan untuk membantu memecah lendir di tenggorokan dan menghentikan penyebaran bakteri. Alhasil, gejala panas dalam pada anak bisa mereda.

Moms bisa mencoba mengencerkan 1 hingga 2 sendok makan cuka sari apel ke dalam satu cangkir air dan kemudian gunakan larutan ini untuk berkumur. Moms juga bisa meminta anak untuk meminum sedikit larutan ini. Lakukan satu hingga dua kali per jam untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Namun, beberapa orang bisa mendapatkan reaksi yang kurang baik akan cuka apel. Oleh karena itu, Moms perlu mendiskusikan terlebih dahulu dengan dokter saat hendak menggunakan cuka apel.

9. Menjaga Gaya Hidup Sehat

Gaya Hidup Sehat

Foto: cdnparenting.com

Sementara itu, jika gejala panas dalam pada anak terjadi akibat naiknya asam lambung, maka Moms perlu mengingatkan anak untuk menjalani gaya hidup sehat. Minta anak untuk menghindari makan dalam jumlah banyak sebelum tidur. Atur jam makan anak sehingga waktu makan tidak berdekatan dengan waktu tidur malam.

Jika anak memiliki berat badan berlebih, maka ajak anak untuk mengurangi berat badan, karena hal ini merupakan salah satu faktor yang bisa menyebabkan refluks asam lambung terjadi. Anak juga harus menghindari stres dan paparan asap rokok guna mencegah munculnya panas dalam terkait refluks asam lambung.

Baca Juga: Amandel pada Anak, Ini Hal-hal yang Wajib Moms Ketahui

Itulah beberapa penyebab panas dalam pada anak dan cara sederhana untuk mengurangi gejalanya. Namun, jika Moms melihat gejala panas dalam pada anak tidak membaik, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Ingat, penanganan yang dilakukan secara cepat dan tepat akan membantu anak terhindar dari kondisi lain yang tidak diinginkan.

Artikel Terkait