Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Bayi | Mar 25, 2018

Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Bayi Gumoh

Bagikan


  

Sejatinya bayi sering gumoh setidaknya 10 hingga 12 kali dalam sehari. Gumoh terkadang tidak keluar sebagai muntahan ataupun dalam jumlah banyak, melainkan hanya berupa tetesan yang mengalir dari mulut bayi.

Meskipun begitu, gumoh selalu berhasil membuat penampilan bayi dan Moms berantakan. Kendati gumoh hanya merupakan masalah kecil yang tidak mengganggu si kecil, Moms tentu terkadang merasa sangat kesal dan stres menghadapinya.

Moms mungkin selama ini kesal karena harus berganti pakaian beberapa kali saat akan bepergian karena terkena gumoh si kecil. 

Untuk mengatasi gumoh si kecil, tentunya Moms harus terlebih dahulu mengetahui penyebabnya. Alasan yang paling umum gumoh pada bayi yakni otot yang ada di saluran pencernaan bayi (antara kerongkongan dan perut) belum sempurna, dimana pada dasarnya otot-otot saluran pencernaan tersebut longgar dan akan semakin mengecil secara bertahap pada saat bayi memasuki usia 6 bulan.

Sebagian besar bayi tidak terlihat mengalami gangguan hanya karena gumoh. Namun, Moms tentu saja berpikir bahwa kemungkinan ada banyak gizi dan nutrisi yang hilang akibat bayi sering gumoh.

Jumlah gumoh bayi bahkan terlihat lebih banyak saat mengonsumsi susu formula atau yang lebih parah lagi bayi muntah setelah menyusu. Lalu apakah ada cara efektif untuk mengatasi gumoh yang berlebihan pada bayi?  

Cara mengatasi bayi gumoh atau setidaknya meminimalkan frekuensi gumoh pada bayi diantaranya bisa dilakukan dengan:

  • Sebaiknya susui bayi dengan jumlah yang tidak begitu banyak namun sering.
  • Jangan memaksa bayi untuk terus makan atau minum ASI jika sudah terlihat kenyang.
  • Usahakan untuk membuat bayi duduk tegak setelah menyusu meskipun hanya sebentar. Hal ini akan sangat membantu proses pencernaan bayi.
  • Jika bisa buatlah bayi bersendawa.
  • Sebelum memberikan susu formula kepada si kecil, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu ke dokter anak mengenai merek yang mungkin lebih mudah untuk dicerna bayi.

  

Terkadang gumoh juga merupakan masalah yang cukup serius dan membutuhkan penanganan medis di saat dalam kondisi  tertentu. Ketika Moms menyadari si kecil sudah terlalu rewel, bahkan sangat rawan gumoh, maka mungkin si kecil mengalami masalah refluks yang harus ditangani dengan bantuan obat.

Adapun ketika bayi cenderung mengeluarkan begitu banyak cairan atau muntah, terlebih lagi diiringi dengan kembung, diare, hingga berat badan yang menurun, maka kemungkinan si kecil mengalami alergi susu.

Oleh karena itu, jika Moms menemui adanya gejala-gejala yang lebih serius dari gumoh yang biasa terjadi pada si kecil, lebih baik segera konsultasikan dengan dokter.

Baik refluks maupun alergi susu sebenarnya jarang terjadi, namun bukan tidak mungkin. Muntah atau gumoh yang disertai darah bisa menjadi gejala dari adanya infeksi.

Oleh karena itu, langkah yang terbaik untuk Moms ambil sebelum mengatasi bayi gumoh adalah terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter, apakah gumoh yang dialami si kecil masih dalam kategori normal atau justru membutuhkan penanganan medis karena sudah menjurus pada kondisi gangguan kesehatan serius.

Jika memang bayi sering gumoh dengan frekuensi dan jumlah yang normal, Moms tentunya tidak perlu panik. Hanya perlu menyiapkan tisu basah khusus bayi atau handuk untuk mengelap bekas gumoh bayi.

Nah, Moms sudah paham bukan bagaimana cara mengatasi bayi yang terlalu sering gumoh?

  

(RGW) 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.