Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Jun 23, 2018

Ini Perbedaan Kulit Kering dan Psoriasis, Serta Cara Menanganinya

Bagikan


Pada musim hujan atau di dalam ruangan yang dingin, kulit akan terlihat sedikit lebih kering dan bersisik. Akibatnya, timbul bercak pada wajah, atau tangan dan kaki menjadi kering dan gatal, yang tidak bisa hilang dalam waktu singkat.

Terdapat juga keadaan kulit yang mirip seperti kulit kering, yakni psoriasis. Sebenarnya apa perbedaan kulit kering dan psoriasis?

Kulit Kering

Menurut ahli dermatologi New York City Gary Goldenberg, M.D., Kulit kering terjadi saat sel kulit tidak memiliki cukup lipid dan minyak agar tetap terhidrasi.

Kulit bisa bersisik, kasar, dan retak. Bila gejala kulit kering tidak dapat diperbaiki dengan pelembap atau perawatan hydrating, itu karena fungsi penghalang kulit (kemampuannya menahan hidrasi dan kekeringan) kemungkinan telah terganggu.

Kulit sering disebabkan oleh suhu dingin, kelembapan rendah, terlalu sering dibersihkan dengan sabun dan bahan perawatan kulit yang terlalu keras, berendam di bathub, dan faktor lingkungan seperti cuaca yang berangin.

Gizi yang buruk, tidak cukup minum cairan, dan kondisi medis seperti penyakit tiroid juga bisa menyebabkan kulit kering.

Baca Juga: Penyebab Kulit Kering yang Sering Tidak Kita Sadari

Psoriasis

Bagaimana dengan psoriasis? Psoriasis, meski gejalanya sama dengan kulit kering, tapi penyebabnya berbeda. Tidak seperti kulit kering, umumnya penyebab psoriasis bukan faktor eksternal.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD) Ini sebenarnya adalah penyakit peradangan kronis pada sistem kekebalan tubuh, dan seringkali bersamaan dengan kondisi lain, termasuk diabetes, artritis, dan depresi.

Bentuk psoriasis yang paling umum terdiri dari lesi atau bercak yang menebal yang dikenal sebagai plak. Keadaan ini disebabkan oleh penumpukan kelebihan sel kulit.

Plak bisa muncul hampir di mana saja, tapi sangat umum ditemukan di kulit kepala, siku, lutut, dan kaki, katanya. 80-90% pasien psoriasis memiliki plak.

Goldenberg mengatakan bahwa mereka menderita gatal terus menerus merupakan keluhan paling umum dari pasien psoriasis.

Baca Juga: 6 Cara Mudah Mengatasi Kulit Kering yang Harus Dicoba

Merawat Kulit Kering

Carilah pelembap yang mengandung ceramides dan lipid untuk membantu membangun kembali penghalang kulit, agar kulit lebih baik mempertahankan hidrasi dengan sendirinya.

Oleskan pelembap ke kulit untuk penyerapan yang optimal. Usahakan mandi suam-suam kuku (karena suhu super panas bisa mengeringkan kulit), dan jaga waktu mandi Moms di bawah tujuh menit.

Kurangi penggunaan produk yang berpotensi mengiritasi, seperti yang mengandung asam retinol, asam glikolat, zat, dan aroma yang berat.

Tidurlah dengan humidifier untuk menambahkan kelembaban dan membantu penyembuhan kulit.

Mengobati Psoriasis

Meskipun tidak ada obat untuk psoriasis, namun menurut Goldenberg cara untuk mengurangi gejala psoriasis adalah mengurangi peradangan.

Biasanya, ini dilakukan dengan mengunjungi dokter untuk krim steroid. Psoriasis yang lebih berat mungkin memerlukan pil oral atau suntikan biologis, berkonsultasilah dengan dokter kulit untuk membantu menentukan pengobatan terbaik untuk kondisi Moms.

Perbaikan kulit juga terjadi bila menjalankan diet anti-inflamasi, seperti mengonsumsi gluten-free dan dengan mengonsumsi suplemen.

Asam lemak omega-3 (ditemukan dalam kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan berlemak) juga bisa membantu mengurangi peradangan di tubuh.

Mengonsumsi lebih banyak vitamin D (yang dapat ditemukan di susu, suplemen, jus jeruk, kuning telur, dan yoghurt) dapat membantu memperlambat pertumbuhan sel kulit yang terkait dengan pembentukan plak.

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

Sumber: meetdoctor.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.