Balita dan Anak

BALITA DAN ANAK
7 September 2020

Inilah Penyebab dan Cara Mengatasi Tipes pada Anak

Hati-hati dengan makanan dan air yang terkontaminasi bakteri
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms pasti sudah tidak asing lagi dengan tipes. Penyakit satu ini adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi satu atau lebih bakteri riketsia. Kutu, tungau (chiggers), kutu, atau caplak menularkannya saat menggigit Si Kecil.

Kutu dan tungau adalah jenis hewan invertebrata yang dikenal sebagai artropoda. Jika arthropoda yang membawa bakteri ricketsia menggigit seseorang, mereka menularkan bakteri penyebab tipes.

Menggaruk gigitan akan membuka kulit lebih jauh dan memungkinkan bakteri mengakses lebih banyak ke aliran darah. Begitu berada di aliran darah, bakteri terus berkembang biak dan tumbuh.

Ketahui apa saja penjelasan mengenai tipes pada anak berikut ini, dan bagaimana langkah penanganan yang bisa Moms lakukan untuk Si Kecil.

Baca Juga: 4 Perawatan di Rumah yang Bisa Dilakukan Saat Anak Demam

Jenis Tipes pada Anak

jenis tipes pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Ada tiga jenis utama tipes pada anak, masing-masing disebabkan oleh bakteri yang berbeda.

1. Tipes Murine

Tipes pada anak jenis ini ditularkan ke manusia jika kutu tersebut menggigit hewan yang terinfeksi, terutama tikus. Banyak terjadi di Amerika Serikat, California, Hawaii, dan Texas.

2. Tipes Epidemi

Tipes pada anak ini adalah varietas langka yang disebarkan oleh kutu tubuh yang terinfeksi. Ini tidak mungkin terjadi di luar kondisi kehidupan yang sangat padat.

Satu jenis tifus epidemi dapat disebarkan oleh tupai terbang yang terinfeksi, namun sangat jarang ya Moms.

3. Tipes Scrub

Sementara, tipes pada anak jenis ini disebarkan oleh chiggers yang terinfeksi, atau tungau, terutama ditemukan di bagian pedesaan Asia Tenggara, Cina, Jepang, India, dan Australia utara.

Ketiga jenis tipes tersebut dapat menyebabkan penyakit yang serius, jadi segera dapatkan perawatan.

Tipes juga merupakan ancaman serius di negara-negara berkembang. Anak-anak berisiko tinggi terkena penyakit tersebut, meski gejalanya biasanya lebih ringan daripada orang dewasa. Sebenarnya, apa penyebab tipes pada anak?

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), 11-20 juta orang di dunia mengalami tipes. Sekitar 128.000-161.000 orang meninggal karenanya setiap tahun. Penyakit ini endemik di India, Asia Tenggara, Afrika, Amerika Selatan, dan lain-lain.

Baca Juga: 6 Tips Efektif Mengatasi Demam Setelah Imunisasi pada Anak

Penyebab Tipes pada Anak dan Dewasa

penyebab tipes pada balita

Foto: Orami Photo Stock

Perlu Moms ketahui, tipes ini tidak menular dari orang ke orang seperti pilek atau flu. Ada tiga jenis tipes yang berbeda, dan setiap jenis tipes ini disebabkan oleh jenis bakteri yang berbeda dan ditularkan oleh jenis artropoda yang berbeda.

1. Tipes yang Disebabkan Epidemi/Kutu

Jenis tipes pada anak ini disebabkan oleh bakteri Rickettsia prowazekii dan dibawa oleh kutu, dan mungkin juga oleh kutu lainnya.

Jenis tipes ini dapat ditemukan di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat, tetapi biasanya ditemukan di daerah dengan populasi tinggi dan sanitasi yang buruk, di mana kondisi yang ada mendorong infestasi kutu.

2. Tipes Endemik

Atau dikenal sebagai murine typhus, jenis tipes pada anak ini disebabkan oleh bakteri Rickettsia typhi dan dibawa oleh kutu tikus atau kutu kucing. Tipes endemik dapat ditemukan di seluruh dunia.

Dalam jurnal Murine Typhus in Children, South Texas, anak-anak dengan jenis tipes ini sering memiliki tanda dan gejala nonspesifik yang mirip dengan infeksi virus biasa, dan penyakit ini biasanya sembuh tanpa terapi obat antimikroba.

Jenis tipes pada anak ini dapat ditemukan di antara orang-orang yang melakukan kontak dekat dengan tikus. Penyakit ini tidak umum ditemukan di Amerika Serikat, tetapi kasus telah dilaporkan di beberapa daerah, terutama Texas dan California selatan.

3. Tipes Scrub

Jenis tipes satu ini disebabkan oleh bakteri Orientia tsutsugamushi dan dibawa oleh tungau dalam tahap larva saat menjadi chiggers.

Jenis tipes ini lebih banyak ditemukan di wilayah Asia, Australia, Papua Nugini, dan Kepulauan Pasifik. Tipes ini juga disebut sebagai penyakit tsutsugamushi.

Menurut Iranian Journal of Pediatrics, tipes scrub dianggap sebagai penyakit yang mengancam nyawa pada anak-anak. Komplikasi serius dari tipes ini biasanya terjadi pada minggu kedua setelah terinfeksi penyakit, yang meliputi ARDS, pneumonia, meningoencephalitis, AKI, miokarditis, trombositopenia parah, dan perdarahan.

Kutu, apapun itu atau tungau menjadi pembawa bakteri saat mereka menggigit atau memakan darah orang yang terinfeksi (epidemi tifus) atau hewan pengerat yang terinfeksi (salah satu dari tiga bentuk tifus yang disebutkan di atas).

Jika anak bersentuhan dengan arthropoda pembawa bakteri ini (misalnya, dengan tidur di seprai yang dipenuhi kutu), maka Si Kecil dapat terinfeksi dalam beberapa cara.

Bakteri tersebut, selain ditularkan melalui kulit yaitu melalui gigitannya, juga dapat ditularkan melalui kotorannya. Jika anak menggaruk kulit di area tempat kutu atau tungau makan, bakteri dalam kotorannya dapat masuk ke aliran darah Si Kecil melalui luka kecil di kulit.

Baca Juga: Ini Perbedaan Tipes dan Tifus. Jangan Tertukar, Ya!

Gejala Tipes pada Anak

penyebab tipes pada balita

Foto: cdn1.momsxyz.com

Tanda-tanda tipes pada anak cenderung bertahap, biasanya muncul 1-3 minggu setelah Si Kecil terekspos penyakit.

Biasanya, gejala tipes pada anak bisa termasuk demam yang awalnya rendah lalu semakin hari semakin meninggi, bisa sampai 40,5 derajat Celsius, sakit kepala, lemah dan lelah, sakit otot.

Selain itu, Si Kecil bisa mengalami selera makan berkurang dan berat badan turun, sakit perut, ruam, diare atau konstipasi.

Sedangkan gejala tipes epidemi biasanya muncul secara tiba-tiba dan meliputi sakit kepala parah, demam tinggi (di atas 38 derajat Celcius), ruam yang dimulai di punggung atau dada dan menyebar.

Anak juga bisa mengalami kebingungan, kepekaan mata terhadap cahaya terang, dan nyeri otot yang parah.

Gejala tipes endemik terjadi selama 10 sampai 12 hari dan sangat mirip dengan gejala tipes epidemik, tetapi biasanya tidak terlalu parah. Gejalanya bisa termasuk batuk kering, mual dan muntah, dan diare.

Anak-anak yang menderita tipes scrub, gejala yang terlihat padanya akan meliputi kelenjar getah bening yang bengkak, kelelahan, lesi merah atau nyeri pada kulit di tempat gigitan, batuk, dan ruam.

Jika tidak diatasi, Si Kecil bisa mengalami mengigau, berbaring tanpa bergerak, lunglai dengan mata setengah tertutup (typhoid state).

Masa inkubasi penyakit ini rata-rata lima hingga 14 hari. Artinya, gejala biasanya tidak akan muncul hingga lima hingga 14 hari setelah anak digigit.

Wisatawan yang terkena tipes saat bepergian ke luar negeri mungkin tidak mengalami gejala sampai mereka kembali ke rumah. Inilah sebabnya mengapa penting untuk memberi tahu dokter anak tentang perjalanan baru-baru ini jika Si Kecil memiliki gejala yang disebutkan di atas.

Menurut WebMD, pada 10% orang, gejala tipes bisa kembali sampai dua minggu setelah demam reda.

Baca Juga: Jangan Lakukan 5 Hal Ini Saat Menangani Demam Pada Bayi

Cara Mengatasi Tipes pada Balita

penyebab tipes pada balita

Foto: image.insider.com

Tipes pada anak diatasi dengan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab tipes pada balita.

Sebelum antibiotik digunakan secara luas, angka kematian mencapai 20%. Kematian terjadi akibat infeksi berlebihan, pneumonia, perdarahan usus, atau lubang di usus.

Namun dengan antibiotik dan perawatan, angka kematian turun drastis menjadi 1-2%. Dengan terapi antibiotik yang sesuai, tipes pada balita biasanya membaik dalam 1-2 hari dan sembuh dalam 7-10 hari.

Bagaimanapun juga, setelah mendapat pengobatan antibiotik, 3-5% orang yang sudah sembuh dari tipes tetap membawa bakteri di saluran usus atau kantong empedu mereka bahkan sampai bertahun-tahun.

Orang-orang yang disebut carrier kronis ini mengeluarkan bakteri lewat feses yang bisa menginfeksi orang lain meski mereka sendiri tidak lagi menunjukkan tanda-tanda tipes.

Namun jika Moms ingin mencoba beberapa pengobatan rumahan sebelum membawa anak ke dokter sebagai cara mengatasi tipes pada anak, coba lihat beberapa cara di bawah ini yuk, Moms.

1. Minum Banyak Air

Penyakit seperti tipes sering menyebabkan dehidrasi pada tubuh anak, oleh karena itu, Moms harus selalu menjaga Si Kecil agar terhidrasi dengan minum banyak cairan.

Cairan yang dimaksud bisa berupa air, jus buah segar, teh herbal, dan sebagainya. Air dikenal sebagai ramuan kehidupan. Ini membantu kita tetap terhidrasi dan sangat penting untuk menjaga level air agar hidup sehat dan bebas penyakit.

Tipes dapat menyebabkan diare, oleh karena itu asupan jus segar akan membantu membuang racun dan bahan limbah lainnya dari tubuh. Ini juga menyediakan nutrisi yang dibutuhkan untuk meningkatkan sistem kekebalan dan melawan infeksi bakteri.

2. Menggunakan Bawang putih

Bawang putih dianugerahi berbagai macam manfaat kesehatan dan sangat membantu untuk menyembuhkan demam tifoid atau tipes.

Bumbu satu ini mengandung antioksidan dan bertindak sebagai pembersih darah, juga membantu ginjal membuang zat yang tidak diinginkan dari tubuh, dengan demikian, membersihkan sistem.

Namun, bawang putih harus dikonsumsi mentah atau setengah matang untuk mendapatkan manfaat yang maksimal. Ini mendorong proses penyembuhan dan meningkatkan kekebalan orang yang menderita demam tifoid.

Namun jika diberikan pada anak sebagai pengobatan tipes pada anak, nampaknya agak sulit. Jangan dipaksa jika anak tidak mau ya, Moms.

3. Daun Kemangi

Kemangi adalah ramuan populer yang meredakan peradangan dan nyeri sendi yang umum terjadi pada pengobatan rumahan untuk demam tipes pada anak. Daun ini juga termasuk dalam banyak obat Ayurveda dan dikatakan dapat menyembuhkan banyak penyakit termasuk malaria.

Daun kemangi bisa diinfuskan dengan teh atau bisa direbus dengan air atau dikonsumsi dengan madu oleh anak.

Bisa juga diinfuskan dengan jus jahe atau lada hitam untuk khasiat yang lebih cepat. Sifat antibakteri dari kemangi membantu menghilangkan bakteri penyebab tifus.

4. Menggunakan Cuka Sari Apel

Cuka sari apel memiliki sifat asam dan merupakan obat rumahan yang baik untuk demam tipes pada anak. Bahan ini akan menurunkan demam tinggi karena mengeluarkan panas dari tubuh Si Kecil yang menderita tipes.

Cuka apel mengandung mineral yang sangat penting bagi orang yang sakit dan kehilangan nutrisi karena diare.

5. Kompres Dingin

Si Kecil yang menderita tipes pada anak pasti akan mengalami demam tinggi yang berlangsung selama berhari-hari. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga suhu tubuh agar tetap normal.

Hal ini dapat dicapai dengan bantuan kompres dingin yaitu kain yang dibasahi dengan air dingin. Kemudian diletakkan di dahi, ketiak, kaki dan tangan pasien.

Namun, air yang digunakan dalam proses ini tidak boleh terlalu dingin dan kain harus diganti dari waktu ke waktu untuk hasil yang optimal.

6. Makan Buah Pisang

Pisang memiliki pektin, serat larut yang membantu usus menyerap cairan, sehingga menyembuhkan diare.

Kalium dalam buah membantu menggantikan elektrolit yang hilang melalui gerakan longgar. Ini adalah salah satu cara terbaik dan terenak untuk dimakan saat menderita tipes pada anak.

7. Makan Buah Delima

Delima adalah obat rumahan yang efektif melawan tipes. Buah ini dapat membantu dalam mencegah dehidrasi. Makan sebagai buah atau ambil sarinya.

Karena penyebab tipes pada anak adalah bakteri, menjaga kebersihan diri, makanan dan minuman, serta lingkungan dapat membantu mencegah penyakit tersebut.

Oleh larena itu, biasakan Si Kecil mencuci tangan serta pastikan makanan dan minumannya terjaga kebersihannya, ya, Moms!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait