Kesehatan

6 Oktober 2021

Sering Merasa Insecure? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sering merasa insecure? Begini cara mengatasinya, ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Moms, pernahkan merasa insecure? Insecure adalah perasaan terancam oleh ketidakamanan dalam suatu hal.

Seseorang dengan tingkat ketidakamanan yang tinggi mungkin sering mengalami kurang percaya diri tentang banyak aspek kehidupan.

Dilansir dari laman Good Therapy, sulit bagi orang tersebut untuk membentuk hubungan yang langgeng atau mengerjakan tugas sehari-hari, karena persepsi diri tentang ketidakberdayaan atau ketidakmampuan.

Insecure juga sering kali menyebabkan pikiran negatif tentang kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, mencapai tujuan, atau menemukan penerimaan dan dukungan.

Tentunya banyak aspek yang dapat menimbulkan rasa insecure, seperti dalam hubungan pernikahan, hubungan orang tua dan anak, atau dalam pekerjaan.

Jika tidak dikelola dengan baik, rasa insecure ini hanya akan menimbulkan dampak negatif untuk kehidupan Moms.

Maka dari itu, sebaiknya simak ulasan berikut ini.

Baca Juga: 4 Hal Penting untuk Bertahan Menghadapi Depresi Pascapersalinan

Tanda-Tanda Seseorang Memiliki Rasa Insecure

social media mother insecurity neurosciencenews

Foto: Orami Photo Stock

Perasaan tidak aman atau insecure merupakan sesuatu yang sebenarnya normal terjadi.

Namun, pada sebagian orang, perasaan insecure ini terjadi terus-menerus.

Kondisi ini bisa timbul akibat pengalaman buruk, cara pandang yang salah, memiliki kepribadian melankolis, atau sifat perfeksionis.

Melansir Choosing Therapy, ada beberapa gejala yang bisa menandakan seseorang memiliki perasaan insecure, yaitu:

1. Mencoba Membuat Orang Lain Merasa Insecure

Orang yang memiliki perasaan insecure umumnya selalu berusaha membuat lawan bicara atau orang lain merasa insecure.

Biasanya, hal itu dilakukan penderita dengan selalu menunjukkan kelebihannya agar tampak hebat di hadapan orang lain.

2. Memamerkan Diri Secara Terselubung

Seseorang yang insecure sering pamer atau menyombongkan diri, tetapi dengan cara merendahkan diri atau mengeluh (humblebrag).

Misalnya, mereka mengeluh lelah setelah melakukan perjalanan ke berbagai tempat atau negara karena pekerjaannya.

3. Menceritakan Pencapaian Mereka

Seseorang yang insecure memiliki perasaan inferior atau rendah diri terhadap orang lain.

Perasaan rendah diri ini mendorong mereka untuk selalu menceritakan hal-hal yang telah mereka capai.

Sebagai contoh, mereka bisa bercerita tentang gaya hidupnya yang mewah atau tingkat pendidikannya yang tinggi.

Hal ini dilakukan untuk meyakinkan orang lain bahwa hidup mereka sempurna.

Baca Juga: Muka Bengkak Bikin Tidak Percaya Diri? Ternyata Ini 7 Penyebabnya

4. Menyalahkan Diri Bila Sesuatu Tidak Berjalan Sebagaimana Mestinya

Seseorang yang insecure menginginkan pendidikan yang tinggi, pekerjaan yang terbaik, dan segala sesuatunya sempurna.

Ketika mereka tidak memperoleh apa yang diinginkan, mereka akan kecewa dan cenderung menyalahkan diri sendiri.

5. Jarang Percaya Pada Orang Lain

Seseorang yang insecure cenderung lebih cemburu dalam berhubungan dengan pasangannya, misalnya sering mengintip pesan yang masuk di handphone pasangannya.

Karena memiliki kepercayaan yang tipis terhadap orang lain, mereka sering kali akan memastikan kebenaran informasi yang didapat dan mudah curiga.

Hal ini membuat mereka sulit memiliki hubungan yang baik dengan orang lain.

6. Tidak Mau Keluar Zona Nyaman

Seseorang yang memiliki kecemasan dan ketakutan pada tantangan umumnya akan enggan keluar zona nyaman

Rasa takut dan cemas menjadi salah satu alasan mengapa hal ini bisa terjadi. 

Baca Juga: Mengenal Post-Engagement Anxiety, Keraguan untuk Menikah setelah Bertunangan

Penyebab Rasa Insecure

Sebenarnya, sangat wajar untuk seseorang mengalami insecure.

Kondisi ini ditandai munculnya perasaan takut, khawatir, ragu-ragu, cemas, atau menjadi tidak berdaya untuk menghadapi tantangan atau masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, apabila rasa insecure ini tidak dihadapi atau dibiarkan begitu saja, maka justru akan membuat Moms semakin lelah dan rentan mengalami tingkat stres yang tinggi.

Pada akhirnya, masalah yang sedang dihadapi justru tidak menemukan jalan keluar.

Dilansir dari Psychology Today, ada dua penyebab utama seseorang bisa merasa insecure, yaitu:

1. Pernah Gagal atau Menerima Penolakan

Pernah Gagal atau Menerima Penolakan

Foto: Orami Photo Stock

Berbagai peristiwa di dalam hidup kita akan sangat memengaruhi suasana hati dan perasaan kita tentang diri sendiri.

Sebuah penelitian menunjukkan, 40% dari kebahagiaan seseorang terjadi didasarkan pada peristiwa yang baru-baru saja dialami.

Maka dari itu, kejadian yang sebaliknya juga dapat memengaruhi suasana hati.

Kejadian yang negatif, seperti kegagalan dan menerima penolakan dapat menjadi penyebab munculnya rasa insecure dalam diri sendiri.

Dikutip dari buku Emotional First Aid: Healing Rejection, Guilt, Failure and Other Everyday Hurts, blogger Psychology Today Guy Winch menyatakan bahwa penolakan pasti membuat kita melihat diri kita sendiri dan orang lain secara lebih negatif, setidaknya untuk sementara waktu.

Contohnya, Moms baru saja gagal untuk mendapatkan pekerjaan idaman padahal sudah berusaha sekeras mungkin.

Kegagalan ini membuat Moms merasa tidak pantas untuk mendapatkan pekerjaan yang terbaik.

Penolakan ini membuat kita merasa memiliki harga diri yang lebih rendah sehingga menjadi gagal.

Terkadang, kondisi ini tidak dapat dicegah dan muncul begitu saja.

Namun, ada beberapa cara mengatasi insecure karena penolakan yang dapat Moms lakukan:

  • Berikan waktu untuk diri sendiri agar mampu beradaptasi dengan keadaan yang baru
  • Ikuti kegiatan yang sesuai dengan minat dan kesukaan Moms
  • Hubungi teman, anggota keluarga, atau siapa pun yang Moms percaya untuk sharing tentang rasa insecure yang sedang dirasakan
  • Tetap bertekun untuk mencapai tujuan
  • Mencoba strategi baru jika diperlukan
  • Miliki kualitas hidup yang lebih sehat

Baca Juga: Lamaran Kerja Ditolak? Atasi Kecewa dengan 3 Cara Ini

2. Insecure karena Kecemasan Sosial

Insecure karena Kecemasan Sosial

Foto: Orami Photo Stock

Pernahkah Moms merasa insecure dalam situasi sosial, seperti acara keluarga, wawancara, reuni, pesta, atau kencan?

Rasa insecure ini muncul karena Moms merasa kurang percaya diri atau takut dievaluasi oleh orang lain.

Pengalaman masa lalu dapat membuat Moms merasa tidak penting, tidak menarik, dan merasa tidak cukup baik.

Contohnya, pengalaman pernah menjadi korban bullying di masa kecil dapat memberikan citra negatif terhadap diri sendiri sehingga akhirnya kerap muncul rasa insecure.

Atau contoh lainnya, Moms tumbuh dibesarkan oleh orang tua yang sangat kritis bahkan cenderung otoriter.

Ada beban besar yang disematkan pada pundak Moms untuk menjadi sukses.

Hal ini membuat pendapat orang lain sangat berpengaruh pada tingkat kepercayaan diri Moms.

Namun, tenang saja, Moms. Jika ada keinginan untuk berubah, maka ada cara mengatasi rasa insecure ini, yaitu:

  • Jika pergi ke sebuah acara atau tempat tertentu, persiapkan sebelumnya tentang topik-topik apa saja yang kira-kira menarik untuk diperbincangkan
  • Menghindari situasi sosial hanya memperburuk keadaan. Untuk itu, tetapkan tujuan yang realistis untuk diri sendiri
  • Fokus dengan lawan bicara saat sedang terlibat dalam komunikasi. Usahakan untuk tidak tegang dan tetap rileks
  • Berlatih berbicara di depan kaca juga dapat membantu
  • Kenakan pakaian dan aksesori yang membuat Moms lebih percaya diri

Baca Juga: Moms, Kenali Lebih Dekat 6 Gejala Depresi pada Anak

Penyebab insecure ini juga dapat berhubungan dengan perfeksionisme yang tidak sehat.

Ya, apabila Moms terus-menerus merasa insecure dan menyalahkan diri sendiri apabila rencana tidak berjalan sempurna, maka Moms harus waspada.

Memiliki ambisi untuk mencapai tujuan itu tentunya bagus, namun terlalu ambisius juga dapat mengganggu kesehatan mental.

Pada akhirnya, rasa insecure yang terjadi secara berlebihan dapat mengakibatkan depresi, tingkat kecemasan yang tinggi, kelelahan kronis, hingga mengalami gangguan makan.

3. Insecure dalam Hubungan

Dengan merasa insecure di sebuah hubungan, ini membuat seseorang tidak mau menjadi rentan dan mau percaya pada orang lain.

Orang yang merasa insecure mungkin tidak dapat memercayai apa yang dikatakan pasangannya.

Bahkan dalam kasus serius, mereka selalu merasa pasangan dapat mengecewakan mereka.

Oleh karena itu, insecure tidak hanya memengaruhi individu tetapi juga dengan siapa mereka berusaha menjalin hubungan.

Baca Juga: Moms, Kenali Lebih Dekat 6 Gejala Depresi Pada Anak

Cara Mengatasi Insecure dalam Hubungan Percintaan

Rasa insecure juga kerap muncul dalam hubungan Moms dan pasangan.

Sayangnya, rasa tersebut bisa mencabut segala kebahagiaan Moms di dalam hubungan.

Bagaimana tidak, walaupun pasangan sudah sangat mencintai dan perhatian terhadap Moms, mungkin Moms masih merasa kurang dicintai dan takut ditinggalkan.

Jika Moms selalu meminta bukti cinta, curiga, cemburu, dan merasa diri selalu kurang, kemungkinan Moms sedang merasa insecure.

Orang yang merasa insecure umumnya berpikir perasaan itu disebabkan oleh kelakuan pasangannya, tapi sebetulnya rasa insecure yang terbesar datang dari diri sendiri.

Saat menyadari diri Moms terlalu insecure, lebih baik Moms melakukan 4 cara agar tidak insecure dalam hubungan, yaitu:

1. Fokus pada Nilai Positif

Fokus pada Nilai Positif

Foto: Orami Photo Stock

Seorang psikoterapis dari Emory Healthcare dan penulis buku Think Forward to Thrive: How to Use the Mind’s Power of Anticipation to Transcend Your Past and Transform Your Life, Jennice Vilhauer, PhD, menuturkan, langkah pertama yang harus anda lakukan adalah fokus pada kelebihan Moms.

Dalam hubungan yang bahagia, biasanya pasangan memiliki kelebihan berbeda yang saling mengisi.

Fokuslah pada kelebihan Moms sebagai pasangan bagi Dads daripada terus-terusan merasa kurang.

Tawarkan kelebihan Moms pada pasangan, untuk terus dilakukan dalam hubungan, agar tidak insecure dalam hubungan.

2. Bangun Kepercayaan Diri

Bangun Kepercayaan Diri

Foto: Orami Photo Stock

Vilhauer melanjutkan, biasanya orang yang merasa insecure juga memiliki kepercayaan diri yang rendah.

Saat Moms merasa kurang di dalam diri, maka secara natural ingin mencari afirmasi dari luar.

Menurutnya, mencoba mendapatkan pujian atau persetujuan dari Dads agar Moms merasa lebih baik adalah sebuah kegagalan dalam hubungan.

Saat perasaan baik Moms bergantung pada orang lain, Moms meremehkan kekuatan diri sendiri dan seorang pasangan yang baik tidak akan membiarkan Moms dalam kondisi seperti itu.

Merasa layak dan baik dari dalam diri sendiri adalah win-win solution bagi Moms dan pasangan. Cintailah diri sendiri. Hal itu dapat membuat pasangan Moms ingin lebih intim dengan anda.

Bangunlah rasa percaya diri Moms dengan terus meningkatkan kemampuan diri.

Fokuslah pada kelebihan Moms dan pertajam kelebihan tersebut.

Hal itu akan membuat Moms merasa lebih bahagia dan melatih agar tidak insecure dalam hubungan.

Baca Juga: Kepercayaan Diri dan Afirmasi Positif untuk Sukses Menyusui

3. Bertanggung Jawab atas Kebahagiaan Diri Sendiri

Bertanggung Jawab atas Kebahagiaan Diri Sendiri

Foto: Orami Photo Stock

Sebuah hubungan yang sehat terdiri dari dua orang yang juga sehat secara mental, ujar Vilhauer.

Bagi orang yang sehat secara rohani, identitas sangat penting. Maka Moms harus tetap berada dalam identitas diri sendiri.

Bertanggung jawab atas kebahagiaan diri sendiri adalah kunci membuat hubungan Moms seimbang.

Saat Moms tidak ketergantungan pada hubungan atau pasangan untuk memenuhi kebutuhan, Moms akan merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalani hidup.

Menjadi seseorang yang merdeka dan mandiri menjadikan Moms lebih menarik di mata pasangan.

Jalankanlah hobi Moms, kehidupan sosial Moms, dan hal-hal lain yang Moms sukai untuk tetap menjadi diri sendiri. Hal tersebut membantu Moms agar tidak insecure dalam hubungan percintaan.

4. Mempercayai Diri Sendiri

Mempercayai Diri Sendiri.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Memang, membangun hubungan adalah tentang kepercayaan terhadap satu sama lain. Namun, selain itu, belajarlah untuk percaya pada diri sendiri.

Percayalah apa pun yang orang lain lakukan terhadap Moms, Moms tetap bisa mengurus diri sendiri untuk mendapatkan kebahagiaan.

Percayai diri Moms bisa menghadapi apa pun, bisa mencukupi kebutuhan diri sendiri, dan bisa menjaga agar tetap menjadi diri sendiri.

Baca Juga: 5 Tanda Pasangan Suami Istri Tidak Lagi Saling Cinta

Nah, Moms, itulah penjelasan tentang insecure, serta cara mengatasi rasa insecure agar tidak mengganggu kualitas hidup Moms.

Tetap utamakan kesehatan mental Moms, ya dan jangan ragu untuk mencari bantuan apabila merasa perlu.

  • https://www.goodtherapy.org/blog/psychpedia/insecurity#:~:text=What%20Is%20Insecurity%3F,perception%20of%20helplessness%20or%20inadequacy.
  • https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-mindful-self-express/201512/the-3-most-common-causes-insecurity-and-how-beat-them#:~:text=The%20kind%20of%20childhood%20you,begin%20to%20cope%20with%20them.
  • https://www.choosingtherapy.com/insecurity/
  • https://www.tikvahlake.com/blog/the-3-most-common-causes-of-insecurity-and-how-to-beat-them/
  • https://www.psychalive.org/how-to-overcome-insecurity/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait