2-3 tahun

3 Maret 2020

Ini Penyebab Insomnia pada Balita, Yuk Cari Tahu!

Ada dua kondisi utama yang dapat menjelaskan penyebab balita insomnia
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Gangguan tidur insomnia tidak hanya dialami oleh orang dewasa. Anak usia balita pun bisa menderita insomnia atau lazim disebut behavioral insomnia. Kira-kira apa penyebab insomnia pada balita?

Dikutip dari Cleveland Clinic, insomnia adalah kondisi saat anak susah tidur atau sulit untuk bisa terus terlelap pada malam hari. Kadang, keluhan balita insomnia adalah Si Kecil bangun tidur terlalu awal.

Dalam artikel Behavioral Sleep Problems in Children oleh Judith A. Owens, MD, MPH disebutkan contoh behavioral insomnia pada anak, yaitu penolakan untuk tidur, waktu tidur mundur, dan terbangun di tengah malam hingga tidak bisa kembali tidur tanpa bantuan orang tua. Owens adalah direktur Center for Pediatric Sleep Disorders di Boston Children’s Hospital.

Baca Juga: 6 Penyakit Bisa Bikin Balita Susah Tidur dan Cara Mengatasinya

Penyebab Insomnia pada Balita

4-year-old-wakes-up-every-night-2.jpg

Foto: Sleeping Should be Easy

Behavioral insomnia lazim terjadi pada anak usia 0-5 tahun, tetapi bisa berlanjut hingga masa kanak-kanak dan seterusnya bila tidak diatasi.

Selain susah tidur, anak yang mengalami insomnia biasanya juga menunjukkan gejala-gejala berikut:

  • Sering mengantuk pada siang hari
  • Suasana hati gampang berubah
  • Hiperaktif
  • Rentang perhatian berkurang
  • Menunjukkan perilaku agresif
  • Tidak bisa fokus

Untuk dapat mengetahui penyebab insomnia pada, Moms dan Dads perlu memahami dua tipe behavioral insomnia berikut:

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Balita Susah Tidur di Malam Hari

1. Sleep-onset Associations

83-How-to-manage-your-tot_s-early-morning-wake-ups_1011846763.jpg

Foto: Happy Family Organics

Pada insomnia jenis ini, penyebab insomnia pada balita adalah ia hanya bisa tidur dengan pengantar atau kondisi khusus yang biasanya melibatkan orang tua.

Misalnya, harus digendong atau dinyanyikan lagu oleh orang tua atau menyusu pada Moms. Tanpa perlakuan spesifik itu, Si Kecil akan kesulitan untuk bisa tidur.

Begitu pula bila anak terbangun di tengah malam. Ia harus mendapat perlakuan serupa untuk bisa kembali terlelap.

Baca Juga: Alasan Perlu Memiliki Jam Tidur Balita Teratur

2. Limit-setting

filirochka-1024x683.jpg

Foto: Pragmatic Parent

Insomnia jenis ini terjadi saat Si Kecil menolak untuk tidur, padahal sudah waktunya ia tidur. Cara anak menolak tidur bermacam-macam.

Ada yang terang-terangan bilang tidak mau tidur, ada pula yang mengajukan berbagai permintaan untuk menunda waktu tidur, seperti minta minum, minta ke kamar mandi dulu, minta dibacakan “satu cerita lagi”, dan sebagainya.

Penolakan tersebut yang kemudian menjadi penyebab insomnia pada balita. Anak yang kerap menolak tidur biasanya memiliki jadwal tidur yang cukup longgar alias tidak teratur.

Jadwal tidur yang berbeda-beda setiap hari dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis anak.

Bila Moms sudah melakukan tindakan-tindakan khusus untuk mengatasi penyebab insomnia pada balita, namun Si Kecil masih tetap susah tidur, bisa jadi ada penyebab lain di balik masalah tersebut.

Cobalah berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau dokter spesialis tidur untuk mencari tahu lebih dalam penyebab insomnia pada balita.

(AN)

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait