Rupa-rupa

RUPA-RUPA
22 April 2020

Instruktur Zumba Sebarkan Optimisme pada Pasien Rehabilitasi Narkoba

Dengan zumba, pasien menjadi lebih positif dan percaya diri
placeholder

Foto: zumba.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Pada 21 April setiap tahunnya, seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Kartini. Sosok RA Kartini tidak hanya menginspirasi perempuan untuk melawan ketidaksetaraan gender, tapi ia juga menjadi contoh nyata bahwa pemimpin perempuan mampu menciptakan inovasi dan perubahan positif bagi orang lain.

Josephine Wotulo atau yang akrab disapa Vina pun turut menerapkan semangat Kartini tersebut.

Vina yang sudah menjadi instruktur zumba selama 8 tahun, menggunakan profesinya ini untuk menyebarkan optimisme di pusat rehabilitasi narkoba Ashefa Griya Pusaka, Jakarta Pusat. Vina memimpin kelas zumba sebagai program terapi di pusat rehabilitasi tersebut.

Baca Juga: Zumba untuk Menurunkan Berat Badan, Seberapa Efektif?

"Pertama kali saya mengadakan kelas zumba di Ashefa Griya Pusaka sekitar setahun yang lalu, saya pikir ini adalah cara saya membuat perbedaan yang berdampak besar bagi kehidupan orang dan paling penting bagi mereka yang benar-benar membutuhkan perubahan positif," ujar Vina.

Photo 1.png

Foto: Griya Ashefa Pusaka

Ashefa Griya Pusaka didirikan pada tahun 2019 sebagai pusat rehabilitasi penyalahgunaan zat psikotropika. Di sana, berbagai komunitas dan profesional dari berbagai bidang ikut membantu pasien mengatasi perilaku kecanduan mereka.

Program kelas zumba Vina bertujuan untuk mengalihkan pikiran negatif pasien, sehingga mereka menyalurkannya pada kegiatan positif.

Setelah beberapa kali diadakan, kelas Vina menerima sambutan luar biasa di pusat rehabilitasi ini, bahkan banyak permintaan kelas ini untuk dijadikan program permanen yang diadakan dua kali seminggu.

“Ada aspek fisik, mental, emosional, dan spiritual di setiap individu. Akan ada lebih dari satu aspek yang rusak pada pasien rehabilitasi, tetapi tidak semua aspek” jelas Jiky Susanto, manajer layanan pusat rehabilitasi Ashefa Griya Pusaka.

“Kelas zumba menjadi media peredam rasa candu bagi pasien rehabilitasi. Melalui kelas ini, pasien dapat mendorong energi positif untuk melawan rasa gagal dalam hidup dan membangun kepercayaan diri untuk membuka potensi mereka,” tambahnya.

Photo 2.png

Foto: Griya Ashefa Pusaka

Vina bercerita bahwa ia pernah memiliki murid yang sangat tertutup dan sulit didekati, tapi setelah beberapa sesi kelas zumba, murid tersebut berubah menjadi lebih terbuka dan percaya diri.

“Dia adalah pria yang menyenangkan di balik itu semua. Sementara ada murid lain yang menjadi sangat bertekad untuk menyelesaikan program rehabilitasi lalu terus mengambil kelas zumba setelahnya,” tutur Vina.

Baca Juga: 7 Tanda Bahaya Kehamilan saat Olahraga dan Senam Hamil, Waspada!

Meski di tengah pandemi, Vina tetap konsisten mengajar zumba. Ia pun mengadakan kelas virtual agar para muridnya tetap bisa melakukan zumba dan berinteraksi dengan murid lain. Mereka pun akan tetap bugar selama karantina mandiri.

Bila Moms juga tertarik mengikuti zumba virtual, Moms dapat mengunjungi zumba.com yang memiliki berbagai kelas zumba. Apakah Moms siap menyebar semangat seperti Vina?

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait