Kesehatan Umum

15 September 2021

Kenali seputar Interferon dan Kegunaannya untuk Tubuh

Terdapat interferon alami dan buatan yang menjadi respon kekebalan tubuh
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Debora

Interferon adalah protein alami yang diproduksi tubuh sebagai respon kekebalan tubuh melawan virus, bakteri, atau sel kanker.

Saat ini, sudah banyak interferon dalam bentuk obat dan digunakan sebagai antibiotik untuk mengobati penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

Penyakit yang dapat diobati dengan interferon antara lain, kanker, hepatitis, AIDS, multiple sclerosis (MS), kutil kelamin dan perianal, serta penyakit granulomatosa.

Simak terus penjelasan lengkap tentang manfaat dan cara menggunakan interferon dalam artikel ini ya Moms.

Baca juga: Antibiotik untuk Radang Tenggorokan dan Batuk, Cari Tahu Di Sini!

Apa Itu Interferon?

interferon adalah

Foto: CGTNnews.com

Interferon adalah protein yang diproduksi dalam tubuh untuk merespon serangan virus, bakteri, dan sel kanker.

Tugas utamanya adalah memberitahu sistem kekebalan saat virus, bakteri atau sel kanker ada di dalam tubuh.

Nama interferon diambil dari interfere yang memiliki arti mengganggu.

Para peneliti sepakat menggunakan nama tersebut karena salah satu tugas interferon adalah menggangu virus dan mencegahnya tumbuh.

Baca juga: Resistensi Antibiotik, Risiko Jika Tidak Menghabiskan Obat Antibiotik

Jenis Interferon

jenis interferon adalah

Foto: utoronto.ca

Hampir setiap sel dalam tubuh dapat membuat interferon sebagai sistem pertahanan.

Ada tiga jenis interferon utama, yaitu Interferon-alfa, Interferon-beta, dan Interferon-gamma.

Sel yang telah terinfeksi virus atau kuman mengeluarkan interferon-alfa dan interferon-beta sebagai sinyal peringatan untuk sistem kekebalan tubuh.

Kemudian, protein ini memicu sel kekebalan yang disebut sel darah putih untuk melepaskan interferon-gamma untuk melawan kuman.

Interferon bekerja dalam beberapa cara berbeda, seperti:

  • Peringatkan sistem kekebalan sehingga dapat mengikuti virus atau kanker
  • Membantu sistem kekebalan mengenali virus atau kanker
  • Beri tahu sel kekebalan untuk menyerang
  • Menghentikan virus dan sel kanker agar tidak tumbuh dan membelah
  • Membantu sel sehat melawan infeksi

Baca juga: Antibiotik untuk Keputihan, Bisa Mengatasi Infeksi Akibat Bakteri

Interferon sebagai Obat Antibiotik

interferon adalah

Foto: static.dw

Walaupun dapat diproduksi secara alami, interferon juga tersedia dalam bentuk obat.

Karena kemampuannya dalam melawan virus dan bakteri, interferon sering dimanfaatkan sebagai antibiotik lho Moms.

Cytokine Growth Factor Review menjelaskan aktivitas antivirus yang kuat dari protein interferon dan kemampuannya untuk memodulasi respon imun menjadikan protein ini kandidat yang sempurna untuk digunakan dalam terapi antivirus.

Obat antiferon pertama kali diciptakan pada 1986 untuk mengobati jenis kanker tertentu.

Seiring perkembangan teknologi, obat ini sudah digunakan sebagai pengobatan awal berbagai jenis penyakit.

Interferon digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker, seperti leukemia, melanoma, sarkoma Kaposi terkait AIDS.

Obat ini juga digunakan untuk mengobati infeksi virus, seperti hepatitis B kronis, hepatitis C kronis, kondiloma akuminata.

Beberapa sumber menyebut, kandungan obat ini sama dengan protein yang diproduksi secara alami oleh tubuh, yaitu memengaruhi fungsi/pertumbuhan sel dan pertahanan alami tubuh (sistem kekebalan) dalam banyak cara.

Menambahkan lebih banyak interferon dapat membantu tubuh melawan kanker atau infeksi virus.

Baca juga: 7 Bahan Antibiotik Alami yang Bisa Moms Coba di Rumah

Efek Samping Interferon

efek samping interferon adalah

Foto: nbcnews.com

Efek samping dalam penggunaan obat merupakan hal yang sering terjadi, termasuk saat Moms diberikan interferon.

Beberapa efek samping interferon, di antaranya adalah:

  • Reaksi di tempat suntikan (nyeri/bengkak/kemerahan)
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Diare
  • Sakit perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit punggung
  • Pusing
  • Mulut kering
  • Perubahan rasa
  • Mual hingga muntah

Jika salah satu dari efek ini bertahan atau memburuk, jangan ragu untuk memberitahu dokter atau apoteker segera.

1. Demam

Selain gejala yang disebutkan di atas, Moms mungkin juga mengalami gejala seperti demam, menggigil, dan nyeri otot saat melakukan pengobatan dengan interferon, terutama saat pertama kali memulainya.

Gejala-gejala ini biasanya berlangsung sekitar 1 hari setelah injeksi dan membaik atau hilang setelah beberapa minggu penggunaan terus menerus.

Moms dapat mengurangi efek samping ini dengan menyuntikkan obat ini pada waktu tidur dan menggunakan pereda demam/pereda nyeri seperti asetaminofen sebelum menggunakannya.

Namun, ingat Moms harus berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat pereda nyeri karena interferon.

2. Masalah Gigi dan Mulut

Moms juga mungkin dapat mengalami masalah gigi dan gusi saat menggunakan interferon sebagai obat, seperti mulut kering dan dapat memperburuk efek samping ini.

Jika hal itu terjadi, Moms disarankan untuk minum banyak air putih agar mulut selalu lembap.

Jangan lupa untuk sikat gigi minimal dua kali sehari dan lakukan pemeriksaan gigi secara teratur selama minimal 6 bulan sekali.

Jangan lupa untuk membilas mulut jika Moms mengalami muntah setelah penggunaan interferon.

Hal ini juga dapat mengurangi efek samping yang berhubungan dengan mulut.

3. Rambut Rontok

Masalah lain yang mungkin akan terjadi selama Moms mengugnakan interferon adalah kerontokan rambut.

Namun, hal ini akan berhenti saat Moms berhenti menggunakan interferon dan rambut akan kembali tumbuh dengan normal.

Ingatlah bahwa dokter telah meresepkan obat sesuai dengan kebutuhan.

Beri tahu dokter untuk segera jika memiliki efek samping yang serius, ya, Moms.

Selama masalah rambut rontok masih berlangsung, Moms dapat menerapkan pola makan yang sehat.

Di antaranya seperti bayam, telur, wortel, avokad, dan kacang-kacangan yang dikonsumsi secara rutin.

Baca juga: 4 Manfaat Sabut Kelapa yang Perlu Moms Tahu, Bisa untuk Antibiotik!

Inteferon untuk Ibu Hamil

interferon untuk ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Interferon adalah obat yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil karena hal ini dapat membahayakan bayi yang belum lahir.

Dilansir dari jurnal Neurology menjelaskan terapi interferon beta pada trimester pertama kehamilan sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kehilangan janin dan berat badan lahir rendah.

Penting untuk Moms tidak hamil selama menggunakan obat ini atau setidaknya 6 bulan setelah menyelesaikan perawatan.

Dokter mungkin menyarankan Moms yang sudah menikah agar melakukan tes kehamilan sebelum menggunakan interferon dan menggunakan perlindungan selama meminumnya.

Tak hanya pada ibu hamil, Moms yang sedang menyusui juga tidak boleh mengkonsumsi interferon, karena obat ini bisa masuk ke dalam ASI.

Moms yang sedang program hamil juga sebaiknya tidak menggunakan obat ini. Sebab, obat ini dapat menyebabkan cacat lahir jika sang ayah meminumnya saat pasangannya hamil.

Jadi, bagi pria yang sedang menjalani program memiliki anak bersama Moms juga tidak boleh menjadi ayah seorang anak setidaknya selama 6 bulan setelah menyelesaikan perawatan.

Demikian penjelasan mengenai interferon dan juga kegunaannya.

Semoga artikelnya bermanfaat, ya, Moms!

  • https://www.webmd.com/drug-medication/interferons-guide#2-4
  • https://www.webmd.com/drugs/2/drug-37/interferon-alfa-2b-injection/details
  • https://www.medicinenet.com/interferon/article.htm#can_interferons_treat_covid-19_coronavirus_disease
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait