Kesehatan Umum

20 September 2021

Diare Usai Minum Susu Sapi? Kenali Kondisi Intoleransi Laktosa dan Cara Menanganinya

Intoleransi laktosa umumnya terjadi karena genetik hingga infeksi usus
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Pernahkah Moms mendengar tentang intoleransi laktosa? Intoleransi laktosa merupakan sebuah kondisi kekurangan tingkat enzim pada tubuh yang dikenal dengan laktase.

Gejala ini dimulai dari gejala ringan hingga berat, tergantung pada jumlah laktase yang diproduksi itu sendiri.

Intoleransi laktosa sering kali dianggap sebagai alergi susu, tetapi kedua hal tersebut sebenarnya berbeda.

Meski hampir mirip, alergi susu terjadi ketika sistem kekebalan tubuh memberikan respons yang tidak normal setelah seseorang mengonsumsi susu atau produk-produk olahan susu.

Sementara itu, intoleransi laktosa adalah masalah yang terjadi di pencernaan.

Mari kenali lebih jauh mengenai intoleransi laktosa dan cara menanganinya, Moms!

Baca Juga: Kenali Perbedaan Alergi Susu dan Intoleransi Laktosa

Pengertian Intoleransi Laktosa

shutterstock 1027253146

Foto: Orami Photo Stock

Intoleransi laktosa adalah keadaan saat Moms merasakan dampak aneh pada tubuh setelah mengonsumsi dairy product alias makanan serta minuman yang terbuat dari susu sapi, misalnya susu, es krim, dan keju.

Umumnya hal ini terjadi karena faktor genetik dan masalah pencernaan penyakit, alergi makanan, radang hingga infeksi usus.

Mengenali intoleransi laktosa pun tidak sulit, 30 menit sampai 2 jam setelah makan produk susu sapi, biasanya tubuh akan merasakan beberapa gejala.

Misalnya, kram, diare, buang gas yang menyakitkan, bagian tubuh bengkak, dan mual.

Kadar intoleransi laktosa pada setiap orang berbeda-beda, ada yang langsung merasa sakit meski hanya makan sedikit produk susu sapi, tetapi juga ada yang bisa makan dalam jumlah banyak, baru mereka merasakan efeknya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Critical Reviews in Food Science and Nutrition mengatakan bahwa rata-rata seseorang dengan intoleransi laktosa hanya dapat menerima sebesar 12 gram laktosa saja yang kira-kira sama dengan jumlah dalam 1 cangkir (230 ml) susu.

Namun kembali lagi bahwa kondisinya akan berbeda-beda pada setiap tubuh.

Setelah intoleransi tersebut membaik, maka mulai kembali secara perlahan memasukkan susu atau keju ke dalam makanan. Jangan mengonsumsi terlalu banyak, hal ini guna menakar seberapa jauh laktosa yang dapat diterima tubuh.

Baca Juga: Menghadapi Intoleransi Laktosa, Apa Benar Harus Menghindari Semua Produk Susu?

Intoleransi Laktosa pada Si Kecil

shutterstock 578837974

Foto: Orami Photo Stock

Tidak hanya pada dewasa, intoleransi laktosa pun bisa dialami bayi dan anak-anak. Biasanya memang anak di bawah usia 1 tahun tidak mengonsumsi susu sapi, tapi ternyata laktosa juga terdapat pada beberapa MPASI.

Penanganan intoleransi laktosa pada Si Kecil sebaiknya memang melalui pengamatan khusus, Moms harus mampu memperhatikan makanan atau minuman yang menyebabkan gejala-gejala yang muncul dari pencernaan.

Sebaiknya Moms menyimpan catatan harian makanan guna mencatat apa yang ia konsumsi. Setelahnya selalu perhatikan gejala yang terjadi untuk kemudian menemukan penyebab dan cara mengatasinya.

Moms bisa mengamatinya dengan cara, tidak memberikan susu atau produk olahan susu kepada anak selama 2 minggu.

Sepanjang waktu itu, perhatikan apakah gejala intoleransi laktosa anak menghilang.

Setelah 2 minggu berlalu, cobalah untuk kembali memasukkan susu atau olahan susu ke dalam makanan atau minuman harian anak dalam jumlah kecil.

Jika gejala intoleransi laktosa anak kembali muncul, sebaiknya Moms membawa Si Kecil ke dokter untuk menjalani tes yang benar-benar dapat memastikan anak memiliki kondisi tersebut.

Meski gejala intoleransi laktosa anak menimbulkan ketidaknyamanan, namun, akibatnya tidak sampai fatal seperti kondisi alergi.

Intoleransi laktosa ini memang tidak bisa “disembuhkan”, tetapi bisa dikelola agar gejalanya tidak muncul.

Pada akhirnya, Si Kecil nantinya akan bisa memperkirakan sendiri seberapa banyak laktosa yang bisa ditolerir oleh tubuhnya.

Baca Juga: 5 Tanda Bayi Tidak Cocok Susu Formula yang Perlu Moms Waspadai

Gejala Intoleransi Laktosa

gejala intoleransi laktosa

Foto: Orami Photo Stock

Dikutip dari situs American College of Gastroenterology, laktosa adalah gula yang terdapat di susu dan produk olahan susu, seperti keju dan yoghurt.

Makanan lain yang mengandung laktosa di antaranya adalah makanan yang dipanggang, roti, permen, sereal, dan sebagainya.

Dalam laman US News, Dr. Kadakkal Radhakrishnan, MBBS, MD (Peds), DCH, MRCP (UK), MRCPCH, FAAP, dokter spesialis gastroenterologi dan hepatologi anak menjelaskan, jika pada anak yang memiliki kondisi intoleransi laktosa, tubuhnya tidak menghasilkan laktase dalam jumlah yang cukup.

Laktase adalah enzim alami yang berfungsi memecah laktosa menjadi gula sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa.

Saat kadar enzim laktase tidak mencukupi, tubuh manusia tersebut tidak mampu menyerap laktosa ataupun memecahnya menjadi gula sederhana.

Kondisi ini yang kemudian memicu sejumlah reaksi atau gejala intoleransi laktosa seperti berikut:

Baca Juga: Bolehkah Anak yang Tidak Alergi Minum Susu Kedelai?

Cara Mengatasi Intoleransi Laktosa

Hingga saat ini, pengobatan terbaik untuk mengatasi intoleransi laktosa hanyalah dengan membatasi konsumsi terhadap asupan susu sapi, produk susu sapi, dan makanan lain yang mengandung laktosa.

Jangan sampai terlena dengan makanan-makanan yang tanpa disadari mengandung laktosa, sepert sereal, sup, hingga pancake. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meringkankan intoleransi laktosa, antara lain:

1. Yoghurt

yoghurt

Foto: Orami Photo Stock

Moms bisa mencoba untuk mengonsumsi yoghurt probiotik atau yang mengandung kultur hidup lactobacillus.

Menurut Journal of ISRN Nutrition, probiotik adalah mikroorganisme yang memberikan manfaat kesehatan saat dikonsumsi.

Kultur bakteri hidup dan aktif ini dapat membantu memecah laktosa dan meringankan gangguan pencernaan.

2. Mencoba Susu Lain

Susu kedelai.jpeg

Foto: Orami Photo Stock

Karena tubuh tak dapat menerima susu sapi, maka carilah pengganti susu yang lain, seperti:

Jika Moms tidak terbiasa dengan rasa susu tersebut, Moms dapat mengolahnya bersama makanan lain sehingga lebih mudah dikonsumsi.

Baca Juga: 5 Cara Membuat Susu Almond Mudah Ala Rumahan

3. Cuka Sari Apel

Cuka Apel

Foto: Orami Photo Stock

Cuka apel ternyata dapat membantu mengurangi intoleransi laktosa karena membantu pencernaan.

Hal ini karena cuka sari apel bekerja sebagai obat yang efektif untuk menetralkan asam lambung dan masalah pencernaan lain yang disebabkan oleh intoleransi laktosa.

4. Pastikan Cukup Nutrisi

anak makan sayur

Foto: Orami Photo Stock

Susu dan produk sejenisnya adalah sumber utama dari nutrisi, terutama kalsium. Dengan kata lain, bila membatasi asupannya malah akan mengurangi untuk kebutuhan gizi.

Kalsium sangat penting untuk kesehatan gigi dan tulang. Untuk itu gantilah kebutuhan yang seharusnya didapatkan dari susu dengan mengkonsumsi:

  • Gandum utuh
  • Buncis
  • Lentil
  • Sayuran hijau, seperti bayam, sawi, dan brokoli
  • Produk kedelai
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian
  • Buah-buahan kering
  • Jus yang diperkaya kalsium
  • Ikan bertulang, seperti sarden atau ikan teri yang mengandung kalsium yang tinggi

Baca Juga: 8 Jenis Ikan yang Bagus untuk MPASI dan Cara Mengolahnya

5. Suplemen Enzim

suplemen enzim

Foto: Orami Photo Stock

Suplemen enzim adalah tablet yang bisa dikonsumsi dengan cara oral atau tetes yang bisa Moms tambahkan ke makanan dan minuman. Mengonsumsi suplemen enzim bertujuan untuk membantu mencerna laktosa.

Meski efektivitas produk ini tampaknya bervariasi pada setiap orang, tetapi suplemen enzim laktase mungkin sangat efektif bagi sebagian orang.

Sebuah studi dari Clinical Trial meneliti efek dari 3 jenis suplemen laktase yang berbeda pada orang yang tidak toleran laktosa yang mengonsumsi 20 atau 50 gram laktosa.

Dibandingkan dengan plasebo, ketiga suplemen laktase tersebut yang ternyata dapat mengurangi gejala intoleransi laktosa secara keseluruhan saat dikonsumsi dengan 20 gram laktosa.

Namun, suplemen enzim ini tidak bekerja efektif pada dosis 50 gram laktosa atau yang lebih tinggi.

Itu dia informasi seputar intoleransi laktosa. Apakah Moms atau Si Kecil juga mengalami intoleransi laktosa? Mari share pengalaman Moms di kolom komentar!

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26713460/
  • https://gi.org/topics/lactose-intolerance-in-children/
  • https://www.healthline.com/nutrition/lactose-intolerance-101#TOC_TITLE_HDR_9
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26713460/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24959545/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait