Karier & Keuangan

26 September 2021

Mengenal Investasi Jangka Panjang: Jenis, Kelebihan, dan Kekurangan

Serba-serbi tentang investasi jangka panjang, ini ulasannya, ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Apakah Moms memiliki ketertarikan untuk mencoba investasi jangka panjang?

Jika investasi jangka pendek mengenai pelestarian modal, maka investasi jangka panjang adalah penciptaan kekayaan. Apa maksudnya?

Dilansir dari laman Good Financial Cents, investasi jangka panjang dapat digunakan untuk dana pensiun karena akan mendapati keuntungan yang sangat besar dalam jangka waktu yang lama.

Investasi jangka panjang berarti menerima sejumlah risiko dalam mengejar keuntungan yang lebih tinggi. Istilahnya lainnya, yaitu high risk, high return.

Mulai dari sekarang, Moms harus mempertimbangkan perencanaan keuangan yang matang apabila ingin berinvestasi jangka panjang.

Lantas, sudahkah Moms mengetahui apa saja yang termasuk ke dalam investasi jangka panjang?

Serta, bagaimana cara untuk memulainya? Berikut ini penjelasan yang bisa disimak, ya!

Baca Juga: Waspada Investasi Bodong! Simak Pengertian, Jenis, dan Tips Menghindarinya

Pengertian Investasi Jangka Panjang

Pengertian Investasi Jangka Panjang

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum melakukan investasi jangka panjang, Moms harus mampu mengatur perencanaan keuangan keluarga.

Terpenting, memasukkan uang dalam pos-pos tertentu yang dibutuhkan, hingga membuat budget untuk pengeluaran rumah tangga dalam satu bulan.

Di luar dana untuk kebutuhan sehari-hari, Moms dapat menyisihkan dana untuk investasi jangka panjang. Hal ini sangat penting untuk masa depan, lho!

Tentunya, Moms dan pasangan tidak ingin masa pensiun harus terlilit utang, bukan?

Maka dari itu, mulai pertimbangkan investasi jangka panjang mulai dari sekarang, ya!

Setiap keluarga memiliki perencanaan keuangan masing-masing. Terpenting adalah menentukan instrumen investasi jangka panjang yang cocok dengan kemampuan Moms dan pasangan.

Hindari berinvestasi dengan menggunakan dana rumah tangga sehari-hari karena bisa membuat Moms merugi nantinya.

Pengertian investasi jangka panjang itu sendiri adalah penanaman aset dalam jangka waktu lebih dari satu tahun, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai keuntungan yang tinggi.

Istilah lainnya, investasi jangka panjang sama dengan menanam kekayaan atau modal dari seseorang untuk mendapatkan penghasilan tetap.

Saat memilih instrumen investasi apa pun, pahamilah bahwa berinvestasi itu artinya adalah jangka panjang.

Moms juga harus mengenal beberapa risiko yang dapat terjadi ketika memilih jenis instrumen investasi tertentu.

Sebab, potensi keuntungan yang tinggi juga diikuti dengan risiko yang tinggi.

Melek investasi ini juga penting agar Moms dapat terhindar dari investasi bodong.

Jangan langsung percaya seratus persen apabila Moms mendapatkan tawaran investasi dengan keuntungan yang sangat besar, dengan risiko yang sangat rendah.

Adapun tujuan dari investasi jangka panjang yang bisa Moms pahami, yaitu:

  • Mewujudkan biaya keluarga yang sangat besar, seperti dana pensiun, ibadah haji, biaya untuk membeli rumah, dana pendidikan anak di masa mendatang.
  • Memperoleh pendapatan tetap dalam setiap periode tertentu, dalam bentuk bunga, uang sewa, atau keuntungan pemilikan saham.
  • Memenuhi atau membentuk dana tujuan khusus.

Meski dapat memperoleh keuntungan yang sangat besar, Moms harus memahami kelebihan dan kelemahan dari investasi jangka panjang. Apa saja? Simak ulasan berikutnya, ya!

Baca Juga: 3 Jenis Investasi Jangka Pendek yang Aman Bagi Pemula

Kelebihan dan Kelemahan Investasi Jangka Panjang

Kelebihan dan Kelemahan Investasi Jangka Panjang

Foto: Orami Photo Stock

Seperti halnya investasi jangka pendek, investasi jangka panjang juga memiliki kelebihan dan kelemahannya.

Kelebihan dari investasi jangka panjang, yaitu menyiapkan harta untuk masa depan karena keuntungan pasti akan meningkat seiring waktu berjalan.

Hal ini tentunya menjanjikan terutama bagi Moms dan pasangan yang ingin masa tuanya akan mandiri secara finansial.

Namun, hal tersebut sebanding dengan beberapa risiko yang harus Moms hadapi.

Berikut ini beberapa risiko yang harus dihadapi apabila memilih investasi jangka panjang, yaitu:

  • Risiko suku bunga, yaitu risiko yang dapat muncul akibat nilai relatif aktiva berbunga, seperti pinjaman dan obligasi yang memburuk akibat naiknya tingkat suku bunga.
  • Risiko pasar, bersifat tidak dapat dihindari dan banyak faktor yang memengaruhinya. Beberapa faktornya, yaitu isu politik atau resesi ekonomi.
  • Risiko likuiditas, disebabkan karena kesulitan menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu.
  • Risiko inflasi, dapat dikaitkan dengan naiknya harga konsumsi yang menyebabkan daya beli turun masyarakat. Adanya inflasi juga dapat menyebabkan nilai uang berkurang.
  • Risiko valas, disebabkan karena adanya dinamika perubahan kurs di pasaran.

Itulah beberapa risiko investasi jangka panjang yang perlu dipahami Moms.

Nah, selanjutnya, apakah Moms sudah tahu jenis-jenis atau instrumen investasi jangka panjang apa saja yang dapat dipilih? Simak ulasan selanjutnya, ya!

Baca Juga: Kenali Obligasi Lebih Jauh, Salah Satu Instrumen Investasi yang Aman untuk Pemula

Jenis-jenis Instrumen Investasi Jangka Panjang

Jika ingin memilih investasi jangka panjang, sebaiknya pilih investasi yang Moms pahami kelebihan dan risiko yang mungkin terjadi.

Selain itu, investasi jangka panjang sangat berkaitan dengan lama waktunya Moms berinvestasi.

Jadi, semakin lama Moms berinvestasi, maka keuntungan yang bisa didapatkan akan semakin besar.

Ini bisa menjadi strategi investasi jangka panjang yang Moms lakukan.

Nah, berikut ini beberapa jenis instrumen investasi jangka panjang yang bisa jadi pilihan, yaitu:

1. Emas

emas.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Investasi emas adalah jenis investasi jangka panjang yang akan memberikan keuntungan besar di masa mendatang.

Kini, menabung emas juga lebih mudah dan banyak pilihannya sehingga Moms bisa menabung di mana saja.

Nah, ini cara investasi emas yang dapat Moms coba sebagai investor pemula, yaitu: -

  • Investasi Emas Batangan

Investasi emas batangan adalah cara investasi emas yang paling sederhana, yang dapat dibeli di bank atau beberapa tempat lainnya, seperti Pegadaian.

Namun, Moms harus mengetahui biaya tambahan, di antaranya adalah biaya asuransi dan biaya penyimpanan.

Moms juga dapat melakukan tabungan cicil emas yang dapat menjadi alternatif investasi emas untuk mewujudkan kebutuhan masa depan.

Sebagai aset, tentunya emas batangan sangat likuid untuk memenuhi kebutuhan dana mendesak. Jadi, investasi emas batangan ini bisa menjadi pilihan Moms.

  • Investasi Perhiasan Emas

Wanita rasanya tidak lepas dari perhiasan. Sambil sebagai aksesori, Moms dapat investasi dengan membeli perhiasan emas.

Namun, perlu dipahami, emas perhiasan biasanya memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan emas fisik, berupa batangan karena kadar karatnya yang lebih rendah.

Kelebihan dari menerapkan investasi perhiasan emas adalah lebih mudah didapatkan dibandingkan emas batangan.

Meskipun nilainya lebih rendah, perhiasan emas biasanya akan dikenai sejumlah biaya pembuatan yang terbilang cukup besar.

Jika dikutip dari laman Logam Mulia, jumlah biaya dari pembuatan emas perhiasan tersebut berkisar antara 15-20 persen dari nilai emas itu sendiri.

Untuk itu, sebaiknya pertimbangkan dengan baik jenis perhiasan yang tidak terlalu rumit agar bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

  • Membeli Saham Terkait dengan Emas

Investasi jangka panjang dengan emas bisa juga dengan membeli saham terkait dengan emas.

Nah, Moms dapat membeli saham dari perusahaan yang terkait langsung dengan emas, seperti penambang emas atau produsen emas.

Namun, perlu diingat bahwa investasi emas dengan mengandalkan pasar saham ini terlalu rentan.

Biasanya, investasi dengan membeli saham terkait emas ini dilakukan investor bermodal besar, yang disesuaikan dengan penasihat keuangan.

Jika Moms masih ragu untuk mencobanya, coba untuk berinvestasi dengan membeli emas batangan atau perhiasan emas.

Baca Juga: Mengenal Deposito, Pengertian, Jenis, Hingga Kekurangan dan Kelebihannya

2. Saham

saham

Foto: Orami Photo Stock

Saham merupakan instrumen investasi jangka panjang yang kini makin banyak dilirik.

Kepopuleran saham sebagai salah satu instrumen investasi tidak hanya dilakukan oleh para pekerja saja, melainkan juga mulai menarik perhatian para wanita Indonesia.

Sebelum memilih saham sebagai instrumen investasi jangka panjang, Moms perlu memahami mengenai jenis investasi ini dulu, ya!

Nah, dikutip dari jurnal berjudul What Stock Market Returns to Expect for the Future?, saham adalah sekuritas yang mewakili kepemilikan sebagian kecil dari perusahaan.

Saham ini memberikan hak kepada pemilik invetasi atas proporsi aset dan keuntungan perusahaan yang sama dengan jumlah investasi yang mereka miliki.

Dilansir dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), investor saham dapat dibedakan dalam tiga kategori, yaitu:

  • Trader, yaitu investor yang tidak menyimpan asetnya, biasanya dalam satu hari yang sama aset yang dibeli sudah dijual lagi.
  • Swing investor, yaitu investor yang menyimpan asetnya hingga suatu waktu tertentu ketika target keuntungannya sudah diperoleh.
  • Long term investor, yaitu investor yang menyimpan asetnya dalam jangka waktu yang panjang untuk memiliki bagian dari perusahaan tersebut.

Dikutip dari U.S. Securities and Exchange Commission, adapun beberapa contoh saham sebagai investasi jangka panjang, yaitu:

  • Saham Biasa (Common Stocks)

Investasi jenis paling umum dan populer di kalangan investor. Meski begitu, pemilik atau pemegang dari investasi jenis ini tetap memiliki keterbatasan.

Investasi jenis ini cocok untuk investasi jangka panjang, karena melewati pertumbuhan modal dan menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan investasi saham lainnya.

  • Saham Preferen (Preferred Stocks)

Investasi saham ini adalah gabungan dari obligasi dan saham biasa. Secara umum, investasi jenis ini memiliki karakteristik mirip dengan saham biasanya.

Namun, investor biasanya dijamin mendapatkan dividen tetap selamanya. Keuntungan lainnya, pemegang investasi jenis ini dilunasi sebelum pemegang saham biasa.

Saham biasa dan saham preferen adalah dua contoh utama dari investasi jangka panjang ini.

Moms dapat memilih sesuai dengan klasifikasi yang sesuai dan cocok dengan kebutuhan masing-masing, ya.

3. Properti

Properti

Foto: Orami Photo Stock

Investasi properti juga menjadi instrumen investasi jangka panjang yang menjanjikan.

Moms dapat membeli tanah, atau membeli rumah sebagai investasi untuk masa depan. S

ebab, nilai jual tanah pasti akan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Keuntungan juga semakin meningkat apabila Moms membeli tanah beserta dengan bangunannya.

Setiap tahunnya, permintaan rumah pasti meningkat karena ini adalah kebutuhan primer yang dibutuhkan setiap keluarga.

Namun, kelemahan dari investasi properti, yaitu Moms membutuhkan modal yang cukup besar.

Jika pun ingin mencicil setiap bulannya, maka biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit.

Pertimbangan lainnya adalah memilih lokasi yang strategis agar nilai jualnya semakin tinggi.

Apabila Moms memiliki modal yang cukup besar, maka dapat mempertimbangkan untuk membeli tanah atau rumah.

4. Obligasi

Obligasi.jpg

Foto: freepik.com

Obligasi juga dapat menjadi instrumen investasi jangka panjang yang bisa menjadi pertimbangan.

Obligasi merupakan surat pernyataan utang yang diterbitkan, biasanya dari pemerintah, korporasi, atau perseorangan.

Di dalam obligasi, biasanya tercantum bunga dan keuntungan yang akan didapatkan dalam jangka waktu tertentu.

Waktu jatuh tempo obligasi dapat mulai dari 1 sampai 10 tahun. Keuntungan yang bisa Moms peroleh, yaitu mendapatkan pendapatan tetap dari produk investasi yang dimiliki.

Baca Juga: Takut Berinvestasi? Begini Tips Investasi untuk Ibu Rumah Tangga

Itulah pengertian dan jenis-jenis dari investasi jangka panjang yang bisa menjadi pertimbangan Moms.

Sudah tahukah akan memilih instrumen investasi yang mana?

Nah, sebaiknya sesuaikan dengan kondisi finansial masing-masing keluarga dan jangan hanya mengikuti tren yang sedang ramai, ya, Moms.

Selain itu, Moms dan pasangan juga perlu memahami risiko yang dapat terjadi sebelum memilih instrumen investasi jangka panjang.

  • https://www.ssa.gov/policy/docs/ssb/v63n2/v63n2p38.pdf
  • https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Category/6
  • https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/10407
  • https://www.goodfinancialcents.com/best-long-term-investments/
  • https://www.logammulia.com/id/news/untung-mana--investasi-emas-perhiasan-atau-emas-batangan-
  • https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/perencanaan/investasi-jangka-panjang-yang-baik-seperti-apa
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait