Karier & Keuangan

KARIER & KEUANGAN
12 Maret 2021

Kenali Obligasi Lebih Jauh, Salah Satu Instrumen Investasi yang Aman untuk Pemula

Obligasi adalah salah satu jenis instrumen investasi yang populer di masyarakat.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Amelia Puteri

Obligasi adalah salah satu jenis instrumen investasi yang populer di masyarakat.

Melansir dari Jurnal Universitas Islam Negeri, dijelaskan bahwa investasi jenis ini adalah surat utang jangka panjang yang diterbitkan oleh suatu lembaga, dengan nilai nominal (nilai pari/par value) dan jatuh tempo tertentu.

Pihak yang menerbitkan investasi jenis ini biasanya dilakukan oleh perusahaan swasta, BUMN/BUMD atau pemerintah pusat maupun daerah.

Perkembangan investasi jenis ini sebagai salah satu instrumen keuangan telah dikenal sejak awal tahun 2000-an.

Saat itu, berbagai lembaga keuangan sedang melakukan pengetatan prosedur peminjaman, sehingga masyarakat khususnya kalangan pengusaha dan pebisnis mulai melirik instrumen pendanaan lain, salah satunya obligasi.

Nah, obligasi kupon adalah salah satu jenis investasi yang diperdagangkan di pasar modal Indonesia dengan tingkat suku bunga tetap selama investasi jenis ini diberlakukan.

Kupon obligasi adalah penghasilan bunga berdasarkan nilai nominal dalam perjanjian yang biasanya dilakukan per tahun, per semester, atau per tiga bulan.

Sementara itu, besar kecilnya kupon akan ditentukan menurut tingkat suku bunga.

Meskipun investasi ini tak sepopuler saham atau reksadana, tapi minat masyarakat untuk berinvestasi pada jenis ini selalu meningkat setiap tahunnya.

Selain kemudahan bertransaksi, risikonya juga tergolong menengah dan keuntungannya lebih besar dibandingkan reksadana pasar uang.

Apakah Moms tertarik untuk berinvestasi jenis ini? Nah, sebelum menentukan untuk berinvestasi, ada baiknya Moms mengetahui hal-hal terkait obligasi berikut ini agar tidak salah langkah dalam menginvestasikan keuangan.

Baca Juga: Ini 5 Tips Kelola Keuangan Keluarga Ala Financial Planner Aidil Akbar

Jenis dan Contoh Obligasi

obligasi adalah

Foto: Orami Photo Stocks

Jika Moms berminat untuk berinvestasi pada obligasi, ada beberapa jenisnya yang wajib Moms pahami agar bisa memilih investasi sesuai kemampuan, kebutuhan, dan risikonya.

Hal ini penting dilakukan untuk meminimalisir kerugian di masa mendatang.

Biasanya, jenis dengan risiko lebih rendah akan membayar suku bunga yang lebih rendah, sebaliknya investasi jenis ini yang lebih berisiko membayar tarif yang lebih tinggi sebagai ganti keamanan.

Berikut ini jenis dan contoh obligasi yang perlu Moms ketahui.

1. Obligasi oleh Pemerintah

Jenis ini didukung oleh pemerintah Republik Indonesia dan dianggap sebagai salah satu jenis investasi teraman. Sisi lain dari investasi jenis ini adalah suku bunganya yang rendah.

Investasi jenis ini dapat digunakan untuk jangka panjang dan diterbitkan dalam jangka waktu 20 atau 30 tahun.

Sehingga cocok untuk digunakan untuk investasi dana pensiun atau pendidikan anak.

Melansir dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) obligasi pemerintah ini menerbitkan kupon tetap (seri FR- Fixed Rate), dengan kupon variable (seri VR –Variable Rate) dan dengan prinsip syariah/Sukuk Negara.

Selain itu, obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia dijamin dalam Undang-Undang No.24 tahun 2022 Tentang Surat Utang Negara.

Dalam Undang-Undang disebutkan bahwa Pemerintah Republik Indonesia menjamin pembayaran bunga dan pokoknya sesuai dengan masa berlakunya.

Baca Juga: 7 Jenis Investasi yang Cocok untuk Keluarga Muda

2. Obligasi Korporasi

Menurut jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen, obligasi korporasi adalah investasi dalam bentuk surat utang yang diterbitkan oleh Korporasi Indonesia seperti BUMN maupun korporasi lainnya.

Sama dengan jenis pemerintah, obligasi korporasi dibagi menjadi kupon tetap, kupon variabel dan dengan prinsip syariah. Selain itu, ada juga jenis yang diperingkat atau obligasi yang tidak di peringkat.

Mengutip dari HD Capital sebuah perusahaan sekuritas menjelaskan bahwa jenis korporasi dinilai memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi pemerintah.

Meski begitu, risiko yang dihadapi tergantung dari jenis perusahaan, kondisi pasar, dan pemerintahan.

3. Obligasi Ritel

Obligasi ritel adalah yang diterbitkan oleh pemerintah lalu dijual kepada individu atau perseorangan warga negara Indonesia melalui agen penjual yang ditunjuk oleh pemerintah di pasar perdana dengan volume minimum yang telah ditentukan.

Umumnya, ada dua jenis obligasi ritel yakni ORI atau Sukuk Ritel.

4. Obligasi Municipal

Obligasi municipal atau munis/daerah diterbitkan oleh negara bagian, kota, kabupaten, dan entitas pemerintah non federal lainnya.

Mirip dengan bagaimana obligasi perusahaan digunakan untuk mendanai proyek atau usaha perusahaan, yang jenis daerah digunakan untuk mendanai proyek negara bagian atau kota, seperti membangun sekolah atau jalan raya.

Menurut penelitian dalam jurnal Ketahanan Nasional, tidak seperti jenis perusahaan, jenis munis memperoleh manfaat pajak berupa pemegang instrumen investasinya yang tidak harus membayar pajak federal atas bunga obligasi yang dapat menyebabkan tingkat bunga yang lebih rendah.

Investasi jenis ini juga dapat dibebaskan dari pajak negara bagian dan lokal jika diterbitkan di negara bagian atau kota tempat Moms tinggal.

Obligasi munis ini dapat bervariasi tergantung jangka waktunya.

Investasi jenis ini dalam jangka pendek akan melunasi pokoknya dalam satu hingga tiga tahun, sedangkan jenis jangka panjang dapat memakan waktu lebih dari sepuluh tahun untuk jatuh tempo.

Baca Juga: Apa Itu Investasi? Ketahui Pengertian dan Tips Melakukannya!

Kelebihan dan Kekurangan Obligasi

obligasi adalah

Foto: Orami Photo Stocks

Salah satu hal penting ketika memulai berinvestasi ialah mengetahui risiko, kelebihan dan kekurangan dari instrumen investasi yang Moms pilih. Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari investasi jenis ini.

1. Aman

Obligasi dapat menciptakan kekuatan penyeimbang dalam portofolio investasi.

Apabila Moms memiliki mayoritas berinvestasi di saham, menambahkan investasi jenis ini dapat mendiversifikasi aset dan menurunkan risiko kerugian secara keseluruhan.

Selain itu, risiko kerugiannya juga jauh lebih kecil ketimbang saham. Sehingga, jika Moms merasa belum siap untuk memulai investasi saham, bisa mencoba investasi jenis ini sebagai alternatif investasi lainnya.

2. Keuntungan Tetap

Investasi jenis ini membayar bunga pada tingkat dan interval yang teratur dan dapat diprediksi. Bagi pensiunan atau individu lain yang menyukai gagasan menerima penghasilan tetap, obligasi bisa menjadi aset yang kokoh untuk dimiliki.

Baca Juga: Ingin Investasi Emas? Inilah 4 Hal yang Perlu Kita Ketahui

3. Suku Bunga Rendah

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa investasi jenis ini adalah instrumen investasi dengan risiko dan suku bunga lebih rendah.

Obligasi pemerintah jangka panjang secara historis menghasilkan sekitar 5% dalam pengembalian tahunan rata-rata, sementara pasar saham secara historis mengembalikan rata-rata 10% setiap tahun.

4. Risiko yang Akan Dihadapi

Meskipun risikonya lebih kecil dari saham, tapi bukan berarti investasi jenis ini bebas risiko ya, Moms. Akan selalu ada risiko atau tantangan yang dihadapi dalam setiap investasi.

Salah satunya, kesulitan menjual obligasi yang dimiliki, terutama jika suku bunga naik.

Risiko lainnya ialah penerbit investasi ini mungkin tidak dapat membayar bunga dan/atau pokok utang kepada investor tepat waktu, yang disebut risiko gagal bayar.

Selain itu, inflasi juga dapat mengurangi daya beli dari waktu ke waktu, sehingga membuat pendapatan tetap yang diterima dari obligasi menjadi kurang berharga seiring berjalannya waktu.

Baca Juga: 5 Bentuk Investasi untuk Pendidikan Anak yang Bisa Moms Lakukan

Cara Berinvestasi Obligasi

obligasi adalah

Foto: Orami Photo Stocks

Setelah mengetahui jenis, kelebihan, dan kekurangan obligasi, kini saatnya mengetahui cara berinvestasi dengan investasi jenis ini.

Ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk berinvestasi obligasi, di antaranya membeli yang baru, melalui pasar sekunder, reksa dana, atau di bursa ETF. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Obligasi Baru

Dalam hal ini, Moms bisa membeli obligasi baru selama penawaran awal mereka melalui banyak akun pialang online.

2. Pasar Sekunder

Yakni membelinya melalui akun pialang yang menawarkan opsi untuk membeli obligasi di pasar sekunder.

3. Reksadana

Moms juga bisa membeli saham dan dananya di reksadana. Reksadana ini biasanya membeli berbagai obligasi dengan aturan dan strategi tertentu.

Hal ini termasuk dana jangka panjang atau korporasi dengan imbal hasil tinggi, atau strategi lainnya. Dana obligasi membebankan biaya manajemen yang memberi kompensasi kepada manajer portofolio dana.

4. ETF Obligasi

Moms dapat membeli dan menjual saham ETF seperti saham. Investasi jenis ini biasanya memiliki biaya lebih rendah daripada reksadana obligasi.

Ketika Moms memutuskan untuk membeli obligasi baru atau di pasar sekunder, investor mungkin memiliki pilihan yang lebih terbatas.

Tidak semua broker menawarkan kemampuan untuk membeli investasi jenis ini secara langsung. Sementara itu, jika Moms adalah investor pemula, mempelajari hal ini tentu terasa melelahkan dan rumit untuk dipahami.

Oleh sebab itu, jika Moms ingin lebih praktis, bisa mencoba membeli investasi jenis ini melalui reksadana atau ETF yang jauh lebih mudah diakses oleh investor pemula setiap harinya.

Moms dapat dengan mudah meninjau detail reksadana atau strategi investasi ETF dan menemukan yang sesuai dengan tujuan investasi.

Selain itu, kelebihan lainnya ialah Moms cenderung tidak mengalami masalah likuiditas dan umumnya dapat membeli dan menjual saham obligasi dengan mudah.

Baca Juga: Untuk Pemula, Ini Dia 3 Cara Investasi Emas yang Aman!

Obligasi Atau Saham, Mana Investasi yang Lebih Baik?

obligasi adalah

Foto: Orami Photo Stocks

Tak seperti saham yang membeli saham dalam satu perusahaan, obligasi adalah membeli kewajiban utang perusahaan atau entitas publik.

Sehingga, apabila saat ini Moms berusia 20 tahunan, maka 10% portfolio pendapatan haruslah digunakan untuk investasi obligasi. Sedangkan apabila Moms berusia lebih dari 65 tahun maka persentase investasinya mencapai 40-50%.

Memang benar, saham menghasilkan lebih banyak bunga, tetapi memiliki lebih banyak risiko.

Itulah alasan mereka yang masih berusia 20 tahunan disarankan untuk memilih investasi saham dibandingkan mereka yang lanjut usia karena masih memiliki banyak waktu untuk mengatasi permasalahan terkait fluktuasi pasar.

Berbeda jika Moms memang ingin berinvestasi untuk dana pensiun maka waktu yang digunakan untuk mengatasi risiko saham terlalu sempit dan berisiko.

Instrumen investasi ini adalah pilihan yang baik untuk jangka panjang terutama jika Moms belum mampu mengatasi risiko pada instrumen investasi lain seperti saham.

Selain itu, keuntungan lain dibandingkan investasi saham yang bisa Moms dapatkan ialah adanya potensi keringanan pajak. Meskipun, keringanan itu hanya dengan jenis tertentu, seperti obligasi munis.

Sebagai tambahan, walaupun investasi jenis ini jauh lebih aman daripada saham, obligasi tetap memiliki beberapa risiko, seperti kemungkinan peminjam akan bangkrut sebelum melunasi utangnya.

Itulah serba serbi mengenai obligasi yang bisa dijadikan panduan untuk Moms sebelum memulai berinvestasi. Apakah Moms tertarik mencobanya?

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait