Selebriti

29 April 2021

Irwansyah Panik Ukkasya Disunat di Usia 22 Hari, Kapan Usia Tepat Sunat Bayi?

Padahal, Irwansyah sempat ditawarkan agar tidak masuk ruang tindakan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Teti
Disunting oleh Amelia Puteri

Belum genap sebulan, Ukkasya Muhammad Syahki, bayi Zaskia Sungkar dan Irwansyah telah dilakukan sunat bayi, tepatnya saat Ukkasya masih berusia 22 hari.

Pasangan selebritas ini juga menyaksikan langsung proses sunat buah hatinya di salah satu rumah sakit.

Selama menemani sang anak disunat, Irwansyah rupanya diliputi ketegangan. Bintang film "Heart" ini tampak tak tega melihat Ukkasya disunat di usia yang masih sangat dini.

"Alhamdulillah Ukkasya sudah sunat. Kamu nggak tega sih ya lihatnya lebih nggak tega," kata Zaskia Sungkar dalam video yang diunggah di kanal YouTube The Sungkars Family pada Selasa, 27 April 2021.

"Ya panik, nggak tega, semuanya sih, sampai aku dalam hati tuh kayak, 'Dok, cepetan kek, Dok'," terang Irwansyah.

Sebenarnya, Zaskia Sungkar sudah menyarankan suaminya untuk tak masuk ke ruang tindakan. Namun Irwansyah enggan dan ia justru memberanikan diri menyaksikan proses sunatnya secara langsung.

"Kemarin padahal aku sudah pesan biar aku aja yang masuk supaya tenang. Kalau aku insya Allah nggak panik sama sekali. Paling kasihan pas dengar dia nangis aja sih, cuma mau kita panikin atau gimana juga nggak akan ngubah kan memang dia pasti akan melalui itu. Toh, anak yang lain juga sama," tutur kakak Shireen Sungkar tersebut.

Menurut Zaskia, keputusan Ukkasya dilakukan sunat bayi ini diputuskan oleh Irwansyah dan Zaskia setelah melihat pengalaman saudara serta sahabatnya. Mereka juga mengikuti saran dokter.

"Sekarang nih dokter nyaranin lebih cepat lebih baik, karena proses healingnya juga lebih cepat, recovery-nya cepat. Akhirnya aku ikutin saudara dan teman-temanku untuk sunat lebih cepat," tutup Zaskia Sungkar.

Meski begitu, kapan sebenarnya waktu yang paling tepat untuk bayi sunat? Yuk simak penjelasannya!

Baca Juga: Perjalanan Kehamilan Anak Pertama Zaskia Sungkar dan Irwansyah, Penuh Haru!

Usia Tepat Melakukan Sunat Bayi

usia untuk sunat bayi-1

Foto: Orami Photo Stock

Tidak hanya di Indonesia, ternyata sebagian besar negara barat, termasuk Amerika Serikat sudah menyunat anak mereka sejak masih bayi.

Namun hal ini tidak terikat secara hukum untuk wajib melakukannya atau tidak. Akan tetapi, banyak orang memilih melakukan sunat karena faktor medis, agama, dan juga sosial.

Mengutip Healthline, akan lebih mudah melakukan sunat bayi pada anak lelaki, terutama bayi yang baru lahir karena masih memiliki refleks kejut yang menggemaskan.

Jadi, ini sebenarnya membantu membuat semua orang lebih nyaman, termasuk Si Kecil dan juga dokter yang melakukan prosedur.

Ditambah lagi, saat ini ada beberapa metode yang bisa dipilih orang tua yang dianggap terbaik bagi anak mereka.

Selain itu, dalam Iranian Red Crescent Medical Journal, menemukan bahwa risiko ejakulasi dini lebih tinggi pada anak-anak yang disunat setelah usia 7 tahun.

Penelitian pada jurnal di atas menunjukkan bahwa sunat bayi sebaiknya dilakukan pada anak laki-laki yang berusia kurang dari 1 tahun, bila komplikasi anestesi juga minimal terjadi.

Menurut Boston Children's Hospital, sunat bisa dilakukan pada usia berapa pun.

Secara tradisional, waktu paling umum untuk melakukannya adalah segera setelah bayi lahir, atau dalam bulan pertama kehidupannya.

Karena prosesnya yang menyakitkan, anestesi lokal digunakan untuk membuat area tersebut mati rasa dan pembedahan dilakukan saat bayi masih terjaga.

Jika bayi sudah lebih besar, sebaiknya dianjurkan agar diberi anestesi sehingga rasa sakit dan risiko cedera pada penis berkurang.

Seiring bertambahnya usia anak, Si Kecil menjadi lebih sadar akan organ seksual mereka, sehingga ada lebih banyak dampak psikologis yang terkait dengan pembedahan, dan anak menjadi ketakutan.

Baca Juga: Apakah Sunat untuk Bayi Perempuan sama Manfaatnya dengan Sunat Laki-laki?

Manfaat Melakukan Sunat Bayi

manfaat sunat bayi

Foto: Orami Photo Stock

Sudah dilakukan ratusan tahun, secara medis, sunat bayi juga memiliki berbagai manfaat, termasuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih (ISK), penurunan risiko tertular HIV/AIDS.

Selain itu, ada juga penurunan kondisi kulit yang dapat mempengaruhi penis, seperti phimosi, risiko lebih rendah terkena kanker penis pada lelaki, dan kanker serviks pada pasangan.

Selain itu, banyak pula lelaki yang beranggapan kalau lebih mudah membersihkan dan menjaga kesehatan penis yang sudah disunat dibandingkan yang belum disunat.

Berikut ini penjelasan tentang manfaat sunat bayi, mengutip Mayo Clinic:

  • Lebih mudah menjaga kebersihan. Sunat memudahkan untuk mencuci penis. Namun, anak laki-laki dengan penis yang tidak disunat dapat diajari untuk mencuci secara teratur di bawah kulup.
  • Menurunkan risiko infeksi saluran kemih. Risiko infeksi saluran kemih pada pria rendah, tetapi infeksi ini lebih sering terjadi pada pria yang tidak disunat. Infeksi parah di awal kehidupan dapat menyebabkan masalah ginjal di kemudian hari.
  • Menurunkan risiko infeksi menular seksual. Pria yang disunat mungkin memiliki risiko lebih rendah terhadap infeksi menular seksual tertentu, termasuk HIV. Namun, praktik seksual yang aman tetap penting.
  • Pencegahan masalah penis. Kadang-kadang, kulup pada penis yang tidak disunat sulit atau tidak mungkin untuk ditarik kembali (phimosis). Ini bisa menyebabkan radang kulup atau kepala penis.
  • Menurunnya risiko kanker penis. Meskipun kanker penis jarang terjadi, kanker ini lebih jarang terjadi pada pria yang disunat. Selain itu, kanker serviks lebih jarang terjadi pada pasangan seksual wanita dari pria yang disunat.

Baca Juga: Sunat Bayi Baru Lahir, Amankah?

Itu dia Moms, penjelasan mengenai usia tepat sunat bayi, dan juga manfaat melakukan sunat. Semoga berguna!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait