Jadwal Imsakiyah

placeholder

Hari ini

Senin, 25 Oktober 2021

19 Rabi' al-Awwal 1443

Jadwal Imsakiyah Kota Jakarta

Lihat jadwal hari ini
TanggalImsakSubuhDzuhurAsharMaghribIsya
       
       
       
       
       
       
       

Sumber: Bimas Islam Kementrian Agama

Bulan puasa sebentar lagi akan kita sambut. Tentunya puasa identik dengan sahur. Namun masih menjadi banyak perdebatan, sebenarnya bagaimana jadwal imsak yang benar?

Ada yang mengatakan jadwal imsak yakni sebelum waktu salat Shubuh, namun ada yang berpendapat lain.

Untuk itu mari cari tahu penjelasan jadwal imsak menurut para ulama berikut ini.

Pengertian Jadwal Imsak

Pengertian Jadwal Imsak -2.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Imsak berasal dari kata bahasa Arab yakni "amsaka-yumsiku-imsaaka" yang bermakna menahan. Imsak adalah padanan kata shaum (puasa).

Secara istilah, pengertian “jadwal imsak” yang umum dipahami adalah memulai untuk berhenti makan sahur agar tidak terlewat hingga masuk subuh.

Istilah imsak memang tidak ada pada masa Rasulullah SAW. Namun Habib Hasan bin Ahmad bin Saalim al-Kaaf dalam “at-Taqriiraat as-Sadiidah fil Masaa-ilil Mufiidah” menyatakan:

"Dan memuai imsak (menahan diri) dari makan dan minum (yakni bersahur) itu adalah mandub (disunnatkan) sebelum fajar, kira-kira sepadan dengan waktu yang dibutuhkan untuk membaca 50 ayat (sekitar seperempat jam).”

Baca Juga: Ini 5 Makanan yang Harus Ada di Menu Sahur Keluarga

Penjelasan Ulama Mengenai Jadwal Imsak

jadwal imsak

Foto: Orami Photo Stocks

Seperti kita tahu, datangnya jadwsal imsak adalah awal dimulainya ibadah puasa. Pada saat sebulan penuh, segala kegiatan makan minum ditahan hingga menjelang waktu Magrib.

Namun demikian sebagian masyarakat Muslim juga bertanya-tanya, benarkah jadwal imsak yang selama kita ikuti selama ini?

Mengutip dalam Islam NU, ada penjelasan para Ulama dalam berbagai kitabnya yang menjelaskan tentang ibadah puasa dan apa sebenarnya yang dimaksudkan dengan jadwal imsak.

Imam Al-Mawardi di dalam kitab Iqna’-nya menuturkan:

Waktu berpuasa adalah dari terbitnya fajar kedua sampai tenggelamnya matahari. Akan tetapi (akan lebih baik bila) orang yang berpuasa melakukan imsak (menghentikan makan dan minum) sedikit lebih awal sebelum terbitnya fajar dan menunda berbuka sejenak setelah tenggelamnya matahari agar ia menyempurnakan imsak (menahan diri dari yang membatalkan puasa) di antara keduanya.” (lihat Ali bin Muhammad Al-Mawardi, Al-Iqnaa’ [Teheran: Dar Ihsan, 1420 H] hal. 74)

Dr. Musthafa al-Khin dalam kitab Al-Fiqh Al-Manhaji menyebutkan:

“Puasa menurut syara’ adalah menahan diri dari apa-apa yang membatalkan dari terbitnya fajar sampai dengan tenggelamnya matahari disertai dengan niat.” Musthafa al-Khin dkk, Al-Fiqh Al-Manhaji fil Fiqh As-Syafi’i [Damaskus: Darul Qalam, 1992], juz 2, hal. 73)

Sedangkan Sirojudin Al-Bulqini menyampaikan:

Yang ketujuh (dari hal-hal yang perlu diperhatikan) adalah menahan diri secara menyeluruh dari apa-apa (yang membatalkan puasa) yang telah disebut sepanjang hari dari tebitnya fajar sampai tenggelamnya matahari.” (Sirojudin al-Bulqini, Al-Tadrib [Riyad: Darul Qiblatain, 2012], juz 1, hal. 343)

Dari para penjelasan Ulama dan kitab di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa awal dimulainya puasa adalah ketika terbit fajar yang merupakan tanda masuknya waktu shalat Subuh, bukan pada jadwal imsak.

Adapun jadwal imsak (mulai menahan diri) lebih awal sebelum terbitnya fajar sebagaimana disebutkan oleh Imam Mawardi hanyalah sebagai anjuran agar lebih sempurna.

Lalu bagaimana dengan jadwal imsak yang kita ikuti selama ini?

Para Ulama menjelaskan, jadwal imsak yang biasanya ditetapkan sepuluh menit sebelum waktu salat subuh maka orang, ini dilakukan agar setiap orang lebih bersiap dalam menjalani puasa.

Di waktu sepuluh menit itu adalah waktu untuk menghentikan aktivitas sahurnya, dan mulai membersihkan sisa-sisa makananan dengan menggosok gigi, mandi serta persiapan lainnya untuk melaksanakan shalat subuh.

Baca Juga: Resep Nasi Ebi Jamur, Menu Buka Sahur yang Mudah Dibuat

Doa dan Niat Puasa

Tata Cara, Doa dan Niat Aturan Puasa Sunnah Idul Adha-2.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Sebelum memulai puasa, ada baiknya untuk berniat dan berdoa agar puasa seharian penuh berjalan dengan lancar.

Terdapat dua rukun utama berpuasa, yaitu niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga tenggelam matahari.

Menurut Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2018:5) salah satu dalil tentang niat puasa adalah riwayat yang disampaikan oleh Hafshah, bahwa Nabi saw bersabda,

"Barangsiapa tidak berniat puasa di malam hari sebelum fajar, maka tidak sah puasanya".

Selain itu, diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,

"Sesungguhnya semua perbuatan ibadah harus dengan niat, dan setiap orang tergantung kepada niatnya ….” (H.R Bukhari).

Atas dasar tersebut, karena puasa merupakan salah satu ibadah, maka niat puasa termasuk ke dalam rukun puasa.

1. Niat Berpuasa

Adapun niat berpuasa antara lain:

Nawaitu shaauma ghadin ‘an adaa’i fardhi ramadhaana haadzihis sanati lillaahi ta’ala. Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari menunaikan fardhu bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Baca Juga: 7 Menu Sahur Sehat Kaya Vitamin dan Nutrisi untuk Keluarga, Yuk Coba!

2. Doa Berpuasa

Terdapat beberapa versi doa puasa yang umum dibaca oleh umat Islam di Indonesia sebagai berikut.

Nawaitu sauma ghadin an’adai fardi syahri ramadhani hadzihisanati lillahita’ala. Artinya: "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala."

Selain itu, ada riwayat Muaz bin Zuhrah doa yang lazim diamalkan di Indonesia berasal dari sahabat Nabi, Muaz bin Zuhrah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Bukhari, dan Muslim sebagai berikut

Allâhumma laka shumtu wa 'alâ rizqika afthartu. Artinya: "Duhai Allah, untuk-Mu-lah aku berpuasa, atas rezekimulah aku berbuka."

Doa yang umum dibaca kedua berasal dari sahabat Mabi Muhammad, Abdullah bin 'Umar yang juga diriwayatkan Abu Dawud sebagai berikut:

Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘urûqu wa tsabatal ajru, Artinya, "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap," (HR. Abu Dawud)

Dengan mengetahui jadwal imsak, doa serta niat puasa, semoga ibadah puasa kita diberkahi ya, Moms. Selamat menunaikan ibadah puasa!

Artikel Terkait