Newborn

26 Maret 2021

Jadwal Imunisasi Bayi dan Manfaatnya, Jangan Sampai Terlewat!

Bayi baru lahir rentan mengalami berbagai penyakit infeksi, sehingga imunisasi dasar penting untuk dilakukan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Adeline Wahyu

Tubuh anak, apalagi bayi dan balita, cenderung rentan terhadap serangan penyakit. Maka itu, badan kesehatan dunia (WHO), bahkan Kementerian Kesehatan RI, mengharuskan bayi dan balita mendapat imunisasi.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin adalah alat atau produk yang menghasilkan kekebalan terhadap penyakit tertentu.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, vaksinasi atau imunisasi harus dilakukan secara teratur atau harus rutin mengikuti jadwal imunisasi bayi.

Nah, ada jadwal imunisasi bayi yang sebaiknya Moms ikuti agar Si Kecil senantiasa terlindungi dari serangan penyakit infeksi.

Jadwal Imunisasi Bayi di Bawah 1 Tahun

Jangan takut bila ada yang bilang bahwa buah hatinya demam setelah vaksin atau imunisasi.

Gejala demam sebenarnya wajar terjadi karena itu tanda bahwa tubuh Si Kecil sedang melawan virus.

Imunisasi atau vaksin sesungguhnya mengandung jenis virus yang ‘tidur’ alias tidak aktif. Virus yang tidak aktif ini sengaja dimasukkan ke dalam tubuh anak, supaya tubuhnya bisa ‘berlatih’ melawan virus tersebut.

Jadi, jika nanti virus sewaktu-waktu menyerang, tubuh sudah tahu cara yang paling tepat untuk membunuhnya.

Maka itu ada beragam jenis imunisasi yang mesti dipenuhi ketika Si Kecil masih berusia di bawah 1 tahun.

Supaya tidak salah, berikut adalah jadwal imunisasi bayi di bawah 1 tahun.

1. Hepatitis B

Catat! Ini Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan yang Bisa Diberikan Kepada Si Kecil dan Manfaatnya 2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sesaat setelah lahir, jadwal imunisasi bayi pertama yang wajib dilakukan adalah hepatitis B.

Bayi yang baru lahir sangat rentan terhadap virus hepatitis B, maka itu idealnya jadwal imunisasi bayi ini dilakukan dalam selang waktu 24 jam setelah persalinan,

Namun, jika Si Kecil ini tidak mendapatkan imunisasi ini sesaat setelah lahir, jadwal selanjutnya bisa dilakukan ketika bulan kedua. Untuk pertama kali, dosis yang diberikan sebanyak 1 dosis.

Dosis kedua akan dilakukan ketika sang buah hati berusia 1 atau 2 bulan dan yang ketiga kali sekitar bulan ke-6 sampai 18.

Untuk dosis imunisasi hepatitis B kedua dan ketiga, biasanya akan dibarengi dengan imunisasi lainnya seperti DTP.

Baca Juga: Adakah Dampak Terlewat Jadwal Imunisasi Bayi?

2. Bacillus Calmette Guerin (BCG)

Jadwal imunisasi bayi selanjutnya yang harus diingat oleh Moms adalah BCG.

Dilansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum usia 3 bulan, optimal di usia 2 bulan.

Apabila diberikan pada usia 3 bulan atau lebih, perlu dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu.

Imunisasi ini penting diberikan untuk Si Kecil karena dapat melindunginya dari serangan virus Mycobacterium tuberculosis, yaitu penyebab penyakit tuberkulosis.

Beragam penelitian membuktikan bahwa imunisasi BCG dapat menghindarkan anak dari TBC selama kurang lebih 15 tahun.

3. Difteri Pertusis Tetanus (DTP)

Kapan Harus Memberikan Imunisasi Vaksin Pentabio untuk Bayi 06.jpg

Foto: Orami Photo Stock

DTP adalah imunisasi dasar bayi yang bisa mencegah beberapa penyakit infeksi sekaligus, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.

Jadwal imunisasi bayi ini harus dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu ketika Si Kecil berusia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.

Imunisasi DTP akan diberikan beberapa kali lagi sebagai imunisasi lanjutan. Hal ini dilakukan supaya kekebalan si kecil semakin kuat dan terhindar dari tiga penyakit tersebut.

Baca Juga: Catat! Ini 9 Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan dan Manfaatnya

4. Hemophilus Influenza type B (Hib)

Jadwal imunisasi bayi HiB biasanya akan digabung dengan DTP dan hepatitis B karena harus diberikan ketika sang buah hati berusia:

  • 2 bulan, sebanyak 1 dosis
  • 3 bulan sebanyak 1 dosis
  • 4 bulan sebanyak 1 dosis

Oleh karena dikombinasikan dengan jenis imunisasi lain, imunisasi ini juga disebut dengan DPT-HB-Hib.

Meski namanya berbau 'influenza', namun vaksin ini bukan untuk mencegah penyakit flu ya Moms, melainkan jenis vaksin yang dapat melindungi bayi dari serangan penyakit yang lebih berbahaya, seperti penyakit pneumonia, meningitis, infeksi telinga (otitis media), serta epiglotitis, dan lain-lain.

Supaya tubuh balita semakin kebal terhadap bakteri hemophilus influenza ini, jadwal imunisasi bayi lanjutan akan diberikan ketika Si Kecil berusia 15 bulan.

Yang harus Moms ketahui juga, imunisasi Hib hanya dapat mencegah meningitis dan pneumonia yang disebabkan oleh kuman Hib.

Meningitis dan pneumonia bisa juga disebabkan oleh kuman pneumokokus yang dapat dicegah dengan pemberian vaksin pneumokokus (PCV)

5. Polio

dampak imunisasi terlewat 2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Polio merupakan penyakit yang rentan terjadi pada bayi dan balita. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf pusat hingga menyebabkan otot lumpuh. Maka itu, penyakit ini kerap kali disebut dengan lumpuh layu.

Untuk mencegahnya, jadwal imunisasi bayi polio sebanyak 4 kali. Pertama kali ketika anak baru lahir hingga berusia satu bulan.

Dosis selanjutnya diberikan pada usia ke 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan berturut-turut. Hingga nantinya, imunisasi lanjutan polio akan diberikan ketika sang buah hati sudah lebih dari 1 tahun.

6. Campak

Anak yang terkena campak kan berisiko mengalami radang paru hingga gangguan fungsi otak.

Oleh karena hal ini berdampak sangat serius, Moms harus memberikan sang buah hati imunisasi campak pertama kali saat mencapai usia 9 bulan.

Dosis selanjutnya akan diberikan ketika Si Kecil genap berumur 12 bulan. Biasanya, jadwal imunisasi bayi lanjutan akan diberikan lagi sebanyak satu dosis saat anak berusia 15 bulan.

Namun, imunisasi lanjutan ini tak perlu dilakukan jika sebelumnya Si Kecil sudah mendapatkan imunisasi MMR.

Baca Juga: Jangan Panik Dulu, Ini Dia Penyebab Diare pada Bayi

7. Rotavirus

Catat! Ini Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan yang Bisa Diberikan Kepada Si Kecil dan Manfaatnya 4.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Meski termasuk imunisasi tambahan, imunisasi rotavirus tetap penting dilakukan untuk melindungi sang bayu dari penyakit infeksi.

Jika mengacu pada anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia, Moms hanya perlu memberikannya sebanyak 3 kali, yaitu saat berusia

  • 2 bulan
  • 4 bulan
  • 6 bulan

8. Pneumococcus (PCV)

Vaksin tambahan yang satu ini juga mampu melindungi Si Kecil dari serangan meningitis, pneumonia, dan infeksi pada telinga.

Idealnya, vaksin PCV diberikan sebanyak dua kali yaitu saat anak masih berusia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan.

Baca Juga: Cacar Air saat Hamil Tua, Apakah Bisa Menular pada Bayi?

9. Influenza (Flu)

imunisasi influenza bisa diberikan dari anak usia 6 bulan

Foto: Orami Photo Stock

Jenis vaksin flu ini direkomendasikan diberikan setiap tahun untuk anak-anak usia 6 bulan dan lebih tua:

  • Anak-anak di bawah usia 9 tahun yang mendapatkan vaksin flu untuk pertama kalinya (atau yang hanya memiliki satu dosis sebelum Juli 2019) akan mendapatkannya dalam 2 dosis terpisah setidaknya satu bulan berselang.
  • Mereka yang usianya lebih kecil dari 9 tahun yang memiliki minimal 2 dosis vaksin flu sebelumnya (pada musim yang sama atau berbeda) hanya akan membutuhkan 1 dosis.
  • Anak-anak yang lebih tua dari 9 bulan hanya perlu 1 dosis saja.

Vaksin ini diberikan melalui suntikan dengan jarum (suntikan flu) atau dengan semprotan hidung. Kedua jenis vaksin ini dapat digunakan pada musim flu karena keduanya berfungsi sama baiknya.

Dokter anak akan merekomendasikan yang digunakan berdasarkan usia anak Moms dan kesehatan umum lainnya. Semprotan hidung biasanya hanya diperuntukan bagi orang sehat dengan rentang usia 2-49.

Mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau beberapa kondisi kesehatan lainnya (seperti asma) dan wanita hamil tidak boleh mendapatkan vaksin semprotan hidung.

10. Vaksin Meningokokus

Vaksin meningokokus dapat diberikan kepada anak-anak yang berusia baru 8 minggu (tergantung pada merek vaksin) yang berisiko mengalami infeksi meningokokus, seperti meningitis.

Ini termasuk anak-anak yang mengalami beberapa gangguan kekebalan tubuh. Anak-anak yang tinggal di negara-negara di mana meningitis merupakan penyakit yang umum, atau di mana ada wabah, juga harus mendapatkan jenis vaksin ini.

Baca Juga: Vaksinasi Anak Saat Pandemi COVID-19? Ini Panduan Amannya

11. Vaksin Mumps, Measles, Rubella (MMR)

Vaksin MMR untuk bayi

Foto: Orami Photo Stock

Vaksin MMR dapat diberikan kepada bayi berusia 6 bulan jika mereka akan melakukan perjalanan secara internasional.

Anak-anak ini harus tetap mendapatkan dosis rutin yang direkomendasikan dalam jadwal imunisasi bayi pada usia 12-15 bulan dan 4-6 tahun, tetapi bisa mendapatkan dosis kedua dalam waktu 4 minggu setelah vaksin yang pertama didapatkan, jika mereka masih bepergian dan berisiko terjangkit.

Pada dasarnya jenis-jenis imunisasi di atas yang diberikan pada tahap ini sama dengan imunisasi dasar untuk Si Kecil.

Hanya saja, jadwal imunisasi bayi harus diulang beberapa kali supaya tubuh benar-benar kebal dari serangan virus penyakit tertentu.

Beberapa jenis imunisasi yang harus diulang yaitu:

  • Polio, dosis keempat harus diberikan ketika anak berusia 18 bulan.
  • DTP, dosis keempat ketika anak berusia 18 bulan dan dosis kelima ketika anak berusia 5 tahun.
  • HiB, dosis keempat sebaiknya diberikan ketika anak berusia antara 15 sampai 18 bulan.
  • PCV, dosis keempat mesti diberikan saat anak berusia antara 12 sampai 15 bulan.
  • Campak, dosis kedua kembali diberikan ketika sang buah hati berusia 18 bulan. Sedangkan dosis ketiga dapat dilakukan jika anak sudah berusia 6 atau 7 tahun.

Jadwal Imunisasi Bayi Lengkap

Selain jadwal imunisasi bayi di atas, masih ada beberapa imunisasi yang harus Moms berikan pada Si Kecil agar lengkap. Apa saja imunisasi yang dimaksud? Yuk simak jadwal imunisasi bayi lengkap berikut ini.

12. Vaksin Japanese Encephalitis (JE)

Pernahkah Moms mendengar tentang vaksin ini? Vaksin JE diberikan pada bayi mulai umur 9 bulan di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis.

Untuk perlindungan jangka panjang jadwal imunisasi bayi lanjutan adalah 1 - 2 tahun kemudian.

13. Vaksin Varisela

imunisasi varisela untuk anak

Foto: Orami Photo Stock

Jadwal imunisasi bayi diberikan setelah bayi berusia 12 bulan, terbaik pada usia sebelum masuk sekolah dasar.

Apabila diberikan pada usia lebih dari 13 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.

Baca Juga: Bolehkah Bayi Imunisasi saat Batuk Pilek?

14. Vaksin Hepatitis A

Jadwal imunisasi bayi untuk vaksin hepatitis A diberikan 2 dosis mulai umur 1 tahun, dosis ke-2 diberikan 6 bulan sampai 12 bulan kemudian.

15. Vaksin Tifoid Polisakarida

imunisasi dasar bayi jangan sampai terlewatkan

Foto: Orami Photo Stock

Vaksin tifoid polisakarida diberikan mulai umur 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun.

16. Vaksin Human Papilloma Virus (HPV)

Vaksin HPV diberikan pada anak perempuan yang sudah lebih besar. Jadwal imunisasi ini diberikan saat anak berumur 9-14 tahun 2 kali dengan jarak 6-15 bulan atau pada program BIAS kelas 5 dan 6.

Umur 15 tahun atau lebih, diberikan vaksin HPV 3 kali dengan jadwal 0, 1 , 6 bulan (vaksin bivalen) atau 0, 2, 6 bulan (vaksin quadrivalent).

Baca Juga: Imunisasi Anak saat Pandemi, Amankah?

17. Vaksin Dengue

vaksin dengue.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Vaksin dengue diberikan pada anak umur 9 – 16 tahun dengan seropositif dengue yang dibuktikan adanya riwayat pernah dirawat dengan diagnosis dengue (pemeriksaan antigen NS-1 dan atau uji serologis IgM/IgG antidengue positif) atau dibuktikan dengan pemeriksaan serologi IgG anti dengue positif.

Supaya lebih mudah, gunakan buku khusus Kesehatan Ibu dan Anak yang biasanya diberikan dari Puskesmas, ya, Moms. Ingat untuk tidak melewatkan jadwal imunisasi bayi!

Produk Rekomendasi

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait