Newborn

NEWBORN
31 Maret 2021

9+ Imunisasi Tambahan untuk Bayi dan Balita Lengkap dengan Jadwalnya, Catat!

Cari tahu juga tips imunisasi Si Kecil saat pandemi!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms, sebagai orang tua, kita pasti mau yang terbaik untuk Si Kecil, terutama masalah kesehatan. Apakah Moms sudah tahu jadwal imunisasi tambahan untuk anak?

Selain penting untuk kesehatan, imunisasi tambahan juga untuk melengkapi tubuh Si Kecil dengan sistem imun yang punya pertahanan khusus untuk melawan penyakit tertentu.

Tidak hanya harus memberikan vaksin wajib saja, ada juga lho imunisasi tambahan yang bisa diberikan pada Si Kecil supaya kesehatannya lebih terjaga.

Baca Juga: 9 Perlengkapan Bayi yang Harus Dibawa Ketika Melakukan Perjalanan Darat

Jadwal Imunisasi Tambahan Bayi

Pada bayi baru lahir hingga berusia 1 tahun, imunisasi dasar wajib dipenuhi untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit yang berbahaya pada awal masa anak.

"Saat anak berusia 1-4 tahun, orang tua dapat melakukan imunisasi ulangan (booster) yang bertujuan untuk memperpanjang masa kekebalan imunisasi dasar tersebut," ujar Dr. dr. Matheus Tatang Puspanjono, Sp.A, M.Klinik Ped, Dokter Spesialis Anak, RS Pondok Indah – Pondok Indah dan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya.

Masa ini juga berfungsi untuk melengkapi imunisasi yang belum lengkap atau disebut catch up immunization.

Imunisasi ulang ini dapat dilakukan pada usia sekolah (5-12 tahun) dan usia remaja 13-18 tahun, yang dilakukan sambil melengkapi imunisasi.

Lebih baik berjaga-jaga sejak awal, daripada menyesal di kemudian hari kan, Moms? Yuk, catat jadwal imunisasi tambahan di bawah ini untuk Si Kecil.

1. Hib (Haemophilus Influenzae)

Catat! Ini Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan yang Bisa Diberikan Kepada Si Kecil dan Manfaatnya 1.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Imunisasi tambahan yang pertama adalah Hib atau Haemophilus Infuenzae. Ini bisa diberikan pada usia 2, 4, 6, dan 15-18 bulan.

Vaksin Hib punya manfaat untuk melindungi tubuh Si Kecil dari virus haemophilus influenza tipe B yang bisa mengakibatkan meningitis atau radang selaput otak, pneumonia atau infeksi paru, dan epiglotitis atau infeksi pada katup pita suara.

Bahkan, vaksin tambahan Hib juga dapat mencegah risiko kematian pada balita akibat infeksi yang disebabkan bakteri Hib.

Oleh karena itu, penting bagi siapa pun, terutama anak-anak dan orang dewasa yang memiliki daya tahan tubuh lemah, untuk segera melakukan imunisasi tambahan ini ya, Moms.

2. PCV (Pneumokokus)

Vaksin yang satu ini merupakan imunisasi tambahan untuk melindungi Si Kecil dari infeksi bakteri pneumokokus, penyebab penyakit pneumonia, meningitis, dan infeksi telinga.

Dilansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bila diberikan pada bayi 7-12 bulan, vaksin PCV diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan; pada usia lebih dari 1 tahun, diberikan 1 kali.

Keduanya butuh booster pada usia lebih dari 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir. Pada anak usia di atas 2 tahun, PVC cukup diberikan 1 kali.

Baca Juga: Jangan Bingung Dulu, Ini Persiapan MPASI Pertama Bayi

3. Rotavirus

Catat! Ini Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan yang Bisa Diberikan Kepada Si Kecil dan Manfaatnya 2.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

"Vaksin rotavirus, untuk melindungi anak dari gastroenteritis penyebab diare," tambah dr.Matheus.

Vaksin rotavirus punya manfaat untuk mencegah diare kronis pada bayi akibat rotavirus, yakni penyebab peradangan lambung dan usus halus dari bakteri atau infeksi virus.

Vaksin rotavirus ada 2 jenis, yakni monovalent dan pentavalent. Dua-duanya diberikan secara oral dengan jadwal yang berbeda.

Untuk vaksin monovalent, diberikan sebanyak 2 kali saat usia 6-12 minggu, sedangkan pentavalent diberikan sebanyak 3 kali, mulai saat usia 2 bulan dengan jarak waktu pemberian 4-10 minggu (maksimal diberikan saat usia 8 bulan).

4. Influenza

Imunisasi tambahan ini diberikan setahun sekali sejak Si Kecil berusia 6 bulan.

Meski tidak sepenuhnya mencegah penyakit flu, tapi vaksin ini bisa melindungi Si Kecil dari beberapa jenis virus influenza.

Vaksin influenza tidak perlu diberikan sesuai jadwal, karena boleh diberikan kapan saja.

Untuk hasil optimal, sebaiknya vaksin influenza diulang setahun sekali agar anak terhindar dari flu.

5. MMR (Measles, Mumps, Rubella)

Catat! Ini Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan yang Bisa Diberikan Kepada Si Kecil dan Manfaatnya 3.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Imunisasi tambahan yang satu ini umumnya diberikan pada anak berusia 12-18 bulan dan diulang saat usia 6 tahun.

Vaksin ini berfungsi untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella (campak jerman).

Tak hanya untuk mencegah beberapa penyakit di atas, vaksin ini juga direkomendasikan untuk anak yang punya penyakit kronis seperti kelainan jantung bawaan, kelainan ginjal bawaan, down syndrome, atau kistik fibrosis.

Baca Juga: Yuk Cari Tahu 10 Manfaat Baby Yoga untuk Perkembangan Bayi

6. Tifoid

Vaksin tifoid akan membantu tubuh Si Kecil terhindar dari bakteri Salmonella typhii yang menjadi penyebab penyakit tifus atau demam tifoid.

Imunisasi tambahan ini diberikan ketika Si Kecil berusia 24 bulan dan diulang setiap 3 tahun. Ada 2 jenis vaksin tifoid, yakni oral dan suntik. Anak berusia di atas 6 tahun akan diberikan tifoid oral.

Kemampuan vaksin tifoid untuk melindungi anak dari tifus hanya sekitar 50-80 persen saja, maka jangan ragu untuk tetap mengulangnya setiap 3 tahun ya, Moms.

7. Hepatitis A

Catat! Ini Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan yang Bisa Diberikan Kepada Si Kecil dan Manfaatnya 4.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Virus hepatitis A merupakan penyebab penyakit hati yang bisa menyebar lewat makanan atau feses penderita.

Penyakit hepatitis A tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tapi anak-anak juga.

Pemberian vaksin tambahan hepatitis A sebaiknya diberikan sedini mungkin, yakni saat Si Kecil sudah berusia 2 tahun. Vaksin ini diberikan 2 kali dengan jarak 6-12 bulan.

8. Varicella

Imunisasi tambahan varicella diberikan untuk melindungi Si Kecil dari penyakit cacar air, diberikan sebanyak 2 kali, pada usia 12-15 bulan dan sebelum masuk sekolah dasar atau usia 4-6 tahun.

Perlu diingat, vaksin tambahan ini tidak sepenuhnya menjamin Si Kecil untuk kebal dari cacar air sama sekali ya, Moms. Tapi, pemberian imunisasi tambahan akan menurunkan tingkat keparahan komplikasi penyakitnya.

Baca Juga: 7 Aktivitas yang Bermanfaat untuk Perkembangan Bayi 0-6 Bulan

9. HPV (Human Papiloma Virus)

Catat! Ini Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan yang Bisa Diberikan Kepada Si Kecil dan Manfaatnya 5.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Imunisasi tambahan selanjutnya yang tak kalah penting yakni vaksin HPV. Ini diberikan sebanyak 3 kali, dalam rentang usia 10-18 tahun.

Imunisasi bayi tambahan ini melindungi tubuh dari virus HPV yang menyebabkan kanker mulut rahim (kanker serviks), penyakit seks menular, hingga kanker anus dan penis.

10. Japanese Encephalitis (JE)

Vaksin japanese encephalitis (JE) adalah rangkaian imunisasi tambahan lainnya yang perlu Moms tahu.

Imunisasi ini untuk mencegah infeksi virus japanese encephalitis, yang menyebabkan penyakit radang otak akibat gigitan nyamuk.

Mengutip World Health Organization, imunisasi tambahan ini sebaiknya diberikan saat ingin pergi ke kawasan endemis. Misalnya, kasus tertinggi yang diakibatkan virus ini pernah terjadi di benua Asia dan Australia.

Imunisasi tambahan ini dilakukan saat anak berusia 9 bulan, dan vaksin booster saat usia 2 dan 3 tahun. Lalu ulangi kembali jika anak ingin pergi ke daerah endemis.

Baca Juga: Imunisasi Anak saat Pandemi, Amankah?

Tips Imunisasi Tambahan saat Pandemi

Imunisas Tambahan Anak Sekolah dasar, Seberapa Penting? Ini Kata Ahli!

Foto: Orami Photo Stocks

Imunisasi menjadi perlindungan primer bagi bayi terhadap penyakit-penyakit yang membahayakan tumbuh dan kembang si kecil. Hal ini perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing, terlebih di tengah pandemi global COVID-19 ini.

Apabila situasi tidak memungkinkan, imunisasi dapat ditunda meski harus dilakukan sesegera mungkin.

Nah, ada baiknya untuk segera melakukan imunisasi tambahan dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  • Pastikan anak jaga jarak. Pastikan anak selalu menjaga jarak minimal 1-2 meter dengan orang lain di sekitarnya.
  • Jangan menyentuh apa pun. Jaga anak untuk tidak menyentuh atau memegang benda yang ada di dekatnya saat di perjalanan maupun di pelayanan kesehatan tempat anak melakukan imunisasi.
  • Rajinlah cuci tangan. Seperti diketahui, salah satu protokol utama dari COVID-19 adalah mencuci tangan. Hal ini pun perlu dilakukan saat melakukan imunisasi tambahan. Cuci tangan anak dengan benar menggunakan sabun dan air mengalir, atau dengan hand sanitizer berbahan dasar alkohol selama 20 detik.
  • Gunakan masker. Anak yang berusia di atas dua tahun harus menggunakan masker kain selama berada di luar rumah, termasuk di tempat melakukan imunisasi, sesuai rekomendasi Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Jangan lupa juga untuk mengganti masker anak apabila sudah mulai tampak basah atau kotor.
  • Pakai face shield. Pada anak yang berusia di bawah 2 tahun dapat menggunakan face shield atau kereta dorong yang di depannya memiliki penutup plastik.
  • Mandilah setelah pulang. Seusai melakukan imunisasi dan kembali ke rumah, segera mandi hingga bersih dan ganti baju anak.

Baca Juga: IDAI Rilis Jadwal Imunisasi 2020, Apa Bedanya dengan Jadwal Imunisasi Sebelumnya?

Itulah imunisasi tambahan yang bisa diberikan pada Si Kecil, Moms. Perlu diingat juga, pemberian vaksin-vaksin ini tidak membuat anak kebal 100 persen terhadap penyakit tersebut, tetapi bisa lebih mengurangi dampak keparahan penyakitnya saat terjadi.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait