Bayi

BAYI
31 Agustus 2020

Jadwal Makan Bayi 9 Bulan, Ketahui Porsi dan Tekstur Makanannya yang Baik Di Sini!

Seperti apa jadwal makan bayi 9 bulan yang baik dan tepat?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Bagaimana menyesuaikan jadwal makan bayi 9 bulan dengan orang tuanya? Langkah pertama, Moms dapat memulai kebiasaan makan bersama-sama di meja makan.

Selain meningkatkan bonding dengan orang tua, makan bersama juga melatih Si Kecil mencerna makanan padat dengan menu yang tidak jauh berbeda dengan orang dewasa.

Melatih anak makan sesuai jadwal juga memiliki manfaatnya tersendiri sekaligus membantu Moms menyusun rutinitas kembali.

Jadwal Makan Bayi 9 Bulan

Sejak menginjak usia 8 bulan, Si Kecil biasanya mulai menunjukkan kecenderungan untuk makan lebih banyak.

Bayi yang sedang tumbuh di umur ini membutuhkan kalori lebih banyak untuk mendukung pertumbuhan tubuhnya, namun karena perutnya tidak dapat menampung terlalu banyak makanan, bayi perlu makan lebih sering.

Tentu saja proses tumbuh yang dialami setiap bayi dapat berbeda, tetapi secara umum, di saat inilah Moms dapat memperkenalkan jadwal makan yang teratur dengan menu makanan padat.

Dalam publikasi Healthy Portions for a 9 Months Old oleh American Academy of Pediatrics (AAP) manfaat membiasakan jadwal makan bayi 9 bulan, yaitu:

  • Mulai menikmati waktu makan bersama keluarga. Usahakan selalu mengajak bayi makan bersama di waktu makan bersama keluarga.
  • Belajar mencontoh Moms dan Dads makan makanan yang sehat dan mempelajari cara makan yang baik dan benar (table manners).
  • Anak-anak yang makan teratur sesuai jadwal lebih siap untuk belajar dan mengurangi kecenderungan makan berlebihan.
  • Membiasakan anak mengatur dan mempertahankan berat badan yang sehat di masa depan dengan mengakhiri waktu makan ketika bayi tidak ingin makan lagi. Dengan begitu, anak belajar mendengarkan tubuhnya sendiri dan tahu kapan dirinya kenyang.

Idealnya, jika Moms mulai mengatur jadwal dan porsi makan bayi 9 bulan untuk tiga kali sehari, maka Si Kecil akan makan atau minum sesuatu setiap 2-3 jam sekali.

Moms dapat mulai memberikan satu persatu jenis makanan padat kepada Si Kecil untuk mengetahui apakah ada reaksi alergi.

Usahakan untuk selalu memasukkan kombinasi ASI atau susu formula, protein, sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian dalam menu makan Si Kecil sehari-hari.

Berikut adalah contoh menu dan jadwal makan bayi 9 bulan menurut AAP (American Academy of Pediatrics) yang bisa Moms jadikan acuan dan modifikasi sesuai kebutuhan dan kecocokan Si Kecil:

1. Sarapan (06.00 - 07.00)

jadwal makan bayi 9 bulan sarapan.jpg

Foto: freepik.com

Untuk sarapan di pagi hari, Moms dapat mencampur ASI atau susu formula dengan 4-8 sendok makan sereal atau oatmeal campuran biji-bijian utuh khusus untuk bayi.

Moms juga bisa menambahkan Si Kecil buah-buahan yang dipotong kecil-kecil atau yang lunak dengan takaran yang sama.

2. Snack Pagi (08.00 - 09.00)

Beberapa bayi akan menyukai susu (ASI ataupun formula) sebagai selingan di antara jam makan, namun beberapa lainnya mungkin akan mulai memilih makanan padat.

Sebagai camilan, Moms bisa memberikan keju untuk Si Kecil dengan takaran sekitar 4 sendok makan.

Baca Juga: 8 Permainan Yang Mama Bisa Lakukan Bersama Bayi 7-9 Bulan

3. Makan Siang (12.00 - 13.00)

jadwal makan bayi 9 bulan makan siang.jpg

Foto: freepik.com

Untuk makan siang, Moms bisa mencoba memberikan daging cincang sekitar 4-8 sendok makan, atau yoghurt whole-milk tanpa pemanis dengan takaran kira-kira 60-120 ml.

Sebagai pelengkap nutrisi, Moms dapat menambahkan sayuran berwarna kuning atau oranye yang telah dipotong kecil-kecil atau dilunakkan sekitar 4-8 sendok makan.

4. Snack Siang (14.00 - 15.00)

Sebagai snack atau camilan di siang hari, Moms dapat memberikan Si Kecil buah yang telah dipotong kecil atau yoghurt whole-milk tanpa pemanis kira-kira sebanyak 4 sendok makan atau 60 ml.

Untuk mendukung perkembangan pertumbuhan gigi Si Kecil, berikan juga biskuit khusus bayi sekitar 1 keping saja.

Baca Juga: Cerdas Memilih Sikat dan Pasta Gigi Anak

5. Makan Malam (17.00 - 18.00)

jadwal makan bayi 9 bulan makan malam.jpg

Foto: freepik.com

Untuk makan malam Si Kecil, Moms bisa mengulang menu sebelumnya seperti daging sapi cincang, ayam atau tahu yang dipotong kecil-kecil sekitar 4 sendok makan untuk memenuhi kebutuhan protein.

Jangan lupa tambahkan 4-8 sendok makan sayur kukus yang sudah dipotong dadu. Untuk kebutuhan karbohidrat, Moms bisa memberikan nasi, kentang, pasta, atau mi sekitar 4 sendok makan.

Terakhir, berikan juga Si Kecil potongan buah sebanyak 4 sendok makan sebagai hidangan penutup.

6. Sebelum Tidur (19.00 - 20.00)

Untuk jadwal makan bayi 9 bulan di waktu sebelum tidur, Moms bisa memberikan ASI atau susu formula sebagai penutup harinya.

Perlu dicatat jadwal ini hanyalah sebagai referensi. Waktu, porsi, dan menu makanan di dalamnya dapat Moms sesuaikan dengan kondisi, selera, dan kebutuhan Moms serta Si Kecil.

Tujuan dari memberikan jadwal bagi Si Kecil adalah memperkenalkan kapan harus makan dan mendukungnya belajar mengatur kebiasaan makan, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Sisi positifnya, susunan menu dan jadwal ini juga membuat Moms ikut makan makanan yang sehat, penuh gizi, dan bervariasi, sehingga membantu Moms kembali berat badan ideal setelah melahirkan serta melancarkan ASI.

Porsi Makan Bayi 9 Bulan

jadwal makan bayi 9 bulan porsi makan.jpg

Foto: freepik.com

Dalam jurnal Complementary Feeding dijelaskan bahwa pemberian ASI pada 6 bulan pertama memberikan nutrisi yang cukup ideal bagi bayi. Makanan pendamping ASI (MPASI) mulai diberikan kepada bayi ketika nutrisi dalam ASI tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan di usia 6-23 bulan.

Seiring bertambahnya usia, jumlah nutrisi yang didapat dari ASI saja akan kian berkurang. Untuk itulah MPASI diperlukan. Sebagai kebutuhan energi, diharapkan kebutuhan energi pada usia 6-8 bulan dapat terpenuhi dengan 200 kCal per hari, 9-11 bulan dengan 300 kCal per hari, dan 12-23 bulan dengan 500 kCal per hari.

Sebagai tambahan, MPASI juga memberikan proporsi mikronutrisi yang relatif besar, seperti zat besi, seng, fosfor, magnesium, kalsium, dan vitamin B6.

Awalnya, Moms mungkin bingung atau khawatir menentukan seberapa banyak porsi makan bayi 9 bulan. Tidak perlu bingung dan khawatir karena Moms hanya perlu membiarkan Si Kecil yang memberi tahu Moms kapan ia merasa kenyang.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi kapasitas makanan yang masuk dan diolah dalam tubuh Si Kecil, seperti banyaknya aktivitas, lonjakan pertumbuhan, sedang sakit, atau sedang mengalami proses pertumbuhan gigi.

Baca Juga: Tips Menyiapkan MPASI Sehat untuk Ibu Bekerja

Faktor-faktor ini dapat berbeda pada tiap anak dan tiap harinya, sehingga Moms harus memberikan perhatian pada tanda-tanda yang diberikan Si Kecil. Contoh tanda-tanda Si Kecil sudah kenyang, yaitu:

  • Memalingkan muka
  • Tidak mau lagi membuka mulut setelah menelan makanan
  • Duduk bersandar pada kursinya
  • Bermain dengan makanan atau sendoknya, namun tidak makan lagi

Jika Moms menyadari tanda-tanda ini, usahakan berhenti mengajak atau menyuapi Si Kecil untuk makan, walaupun hanya tersisa satu sendok terakhir.

Kebiasaan ini akan mendukung Si Kecil mengenali sinyal kenyang dari tubuhnya sendiri dan memberitahu Moms porsi makan bayi 9 bulan.

Mengabaikan tanda-tanda kenyang pada bayi dengan terus memberikannya makanan dapat berakibat Si Kecil memiliki kebiasaan makan berlebihan di masa depan.

Tekstur Makanan Bayi 9 Bulan

jadwal makan bayi 9 bulan tekstur makan.jpg

Foto: freepik.com

Tekstur makanan bayi 9 bulan haruslah lembut dan mudah hancur di mulut, kira-kira seperti buah pisang yang matang. Menu makanan bayi sebaiknya berwarna-warni, segar, dan menggugah selera.

Perkenalkan tekstur makanan yang kasar dan agak tebal, contohnya dengan memotong dadu makanan atau mencincang daripada menghaluskan makanan dan menjadikannya bubur.

Perlahan, perkenalkan juga soft finger food, yaitu makanan yang mudah diambil dan dimakan dengan tangan agar bayi berlatih mengunyah dan makan secara mandiri.

Penting memperhatikan bentuk dan tekstur makanan bayi 9 bulan agar tidak terlalu kecil maupun terlalu besar agar bayi tidak tersedak.

Makanan-makanan ini harus dapat hancur ketika dikunyah dengan bantuan lidah dan gusi karena Si Kecil masih belum memiliki gigi yang sempurna untuk mengunyah.

Moms mungkin khawatir dan cemas bayi akan tersedak, bukan?

Tentu saja Moms tidak sendirian, dalam jurnal Introduction of new food textures during complementary feeding, permasalahan yang sering dilaporkan oleh orang tua saat memperkenalkan makanan padat kepada bayi pertama kali yaitu sebanyak 12% bayi memiliki masalah seperti tersedak, sebanyak 28% tidak mau menelan makanannya, namun sebanyak 54% orang tua melaporkan tidak ada masalah pada bayi mereka.

Jumlah 54% ini adalah orang tua yang memperkenalkan bayi dengan campuran puree (makanan yang telah dihaluskan) dengan potongan makanan yang kecil, sementara jumlah minoritas 15% memperkenalkan makanan yang dibuat di rumah yang hanya berisi potongan makanan yang kecil saja.

Sebanyak 26% orang tua melaporkan menemukan kesulitan ketika memberikan makanan pendamping ASI dan memperkenalkan tekstur makanan menjadi masalah yang paling sulit (16%). Sedangkan masalah memperkenalkan potongan makanan dilaporkan oleh 12% orang tua.

Oleh karena itu, penting untuk memperkenalkan tekstur makanan bayi 9 bulan secara perlahan dan sedikit demi sedikit, terutama pada bayi yang sebelumnya hanya meminum ASI atau susu formula saja.

Baca Juga: Jangan Telat Naik Tekstur MPASI, Yuk Pelajari Tahapannya!

Lakukan secara bertahap, rutin, dan perhatikan reaksi Si Kecil terhadap makanan yang diperkenalkan. Contoh soft finger food dan makanan tekstur lembut yang dapat dikonsumsi bayi 9 bulan adalah:

  • Buah-buahan dengan tekstur lembut, misalnya pisang, pepaya, alpukat, atau semangka
  • Roti gandum
  • Sereal kering atau oatmeal, usahakan jangan diberikan pemanis atau sirup
  • Telur rebus
  • Kacang-kacangan rebus, misalnya kacang polong, kacang merah, atau kacang hijau
  • Buncis dan kacang panjang yang direbus atau dikukus hingga lembut
  • Sayuran yang dapat dikukus
  • Tahu
  • Daging, ayam, dan ikan tanpa tulang
  • Ubi
  • Pasta

Si Kecil mungkin tidak akan langsung menyukai makanan padat dan jadwal makan barunya. Jangan sedih dan cemas, Moms hanya perlu sabar memperkenalkannya perlahan dan sedikit demi sedikit hingga Si Kecil terbiasa.

Untuk mempermudah Si Kecil menerima makanan baru, Moms bisa mencampurnya dengan ASI atau makanan kesukaan Si Kecil sebelumnya.

Dengan menerapkan jadwal makan yang teratur, anak jadi bisa mengerti kapan waktunya untuk makan dan bermain. Selain itu, usahakan juga untuk selalu duduk di kursi makan selama menyuapi Si Kecil ya, Moms.

Hal ini dilakukan supaya Moms tidak kesulitan menyuapi Si Kecil ketika usianya sudah lebih besar nanti.

Sebab, menerapkan kebiasaan makan yang baik seperti jadwal teratur dan tempat duduk akan menciptakan kedisiplinan dan kebiasaan tepat waktu. Selamat mencoba, Moms!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait