Fashion & Beauty

20 Juni 2021

Jamur Kuku: Penyebab, Jenis, Gejala, hingga Penanganannya

Simak berbagai info seputar jamur kuku yang perlu Moms ketahui
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Adeline Wahyu

Coba lihat kembali tampilan kuku Moms dan keluarga di rumah. Bagaimana bentuk dan warnanya? Apakah warnanya tampak kekuningan? Hati-hati, laman prevention.com menyatakan bahwa 50% penyebab utama perubahan warna pada kuku bisa disebabkan karena jamur kuku.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) pun menyatakan bahwa, infeksi kuku sebenarnya adalah jenis infeksi pada jemari kaki yang paling sering ditemui, tapi dalam beberapa kasus juga bisa terjadi pada jemari tangan.

Dalam dunia medis, infeksi jamur kuku disebut dengan onikomikosis atau tignea ungunium dalam bahasa latin. Meskipun tak seberbahaya seperti infeksi kulit lainnya, tapi infeksi jamur kuku tentu bisa mengganggu penampilan.

Penyebab Jamur Kuku

Contoh-kuku-yang-tidak-sehat.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dikatakan lebih lanjut oleh laman PERDOSKI, jamur kuku umumnya lebih sering menginfeksi kuku jemari kaki karena area ini bisa jadi sering terlupakan untuk dirawat.

Apalagi jika terbiasa menggunakan sepatu tertutup atau "dibungkus" kaus kaki setiap hari. Hal ini membuat kaki cenderung lebih mudah berkeringat dan lembap. Kondisi inilah yang disukai jamur untuk bertumbuh.

Baca juga: 11 Contoh Kuku yang Tidak Sehat, Bisa Jadi Tanda Anemia Hingga Penyakit Jantung

Tak hanya itu saja. Ada beberapa penyebab lain yang bisa memicu terjadinya jamur kuku, seperti:

Lalu, apa jenis jamur yang menyerang kuku? Sebenarnya, ada beberapa jenis jamur yang membuat kuku jadi bermasalah dan mengalami jamur kuku, seperti:

1. Candida Albicans

Jenis jamur penyebab jamur kuku yang pertama adalah candida albicans. Seseorang yang memiliki pekerjaan yang berhubungan erat dengan air seperti perenang dan penyelam sering mengalami masalah jamur ini.

Jamur candida albicans akan menyerang jaringan lunak yang mengelilingi kuku, lalu menyebar ke lempeng kuku. Akibatnya, kuku seseorang tersebut menjadi berwarna gelap atau putih.

Baca juga: Vagina Keluar Darah setelah Berhubungan Intim, Wajar Atau Malah Berbahaya?

2. Dermatofita

Ada beragam jenis dermatofita yang mungkin menyebabkan onikomikosis, yaitu trichophyton rubrum, trichophyton interdigitale, epidermophyton floccosum, trichophyton violaceum, microsporum gypseum, trichophyton tonsurans, namun trichophyton soudanese. Namun, yang paling sering menyebabkan infeksi pada kuku adalah trichophyton rubrum.

Nah, masalah jamur jenis ini bisa ditularkan melalui tikus dan kotorannya. Meski demikian, penularan ini biasanya lebih berdampak pada kulit ketimbang kesehatan kuku.

3. Jamur Jenis Non-Dermatofita

Ada berbagai jenis jamur kuku non dermatofita, seperti neoscytalidium, scopulariopsis, aspergillus, dan skyalidium. Jamur skyalidium merupakan penyebab jamur kuku pada kebanyakan orang yang tinggal di iklim tropis.

Biasanya, jenis jamur ini akan lebih sering mengincar orang yang berusia di atas 60 tahun

Baca juga: Anak Usia 1 Tahun Belum Bisa Jalan, Wajarkah?

Waspada Gejala Jamur Kuku

Kuku Mudah Patah, Berikut 3 Cara Mengatasinya

Foto: Orami Photo Stock

Saat seseorang mengalami masalah jamur kuku. Kuku yang terinfeksi jamur akan mengalami perubahan warna, menebal, dan berubah bentuk.

Segera tangani, rawat, dan bersihkan kuku yang terkena jamur. Karena jika satu kuku terkena infeksi jamur, masalah ini akan menular ke kuku lainnya.

Bagaimana Moms dan Dads bisa mengetahui jika seseorang mengalami jamur kuku? Perhatikan beberapa gejala ini:

  • Awalnya terdapat titik putih pada permukaan kuku. Titik putih ini akan menyebar, hingga sebagian atau seluruh kuku berubah warna menjadi putih, kekuningan, kecokelatan, atau bahkan menghitam.
  • Terjadi penebalan pada kuku
  • Kuku menjadi kusam dan rapuh atau tampak terbelah, mudah hancur dan mengalami perubahan bentuk
  • Sebagian kuku terangkat dan tidak melekat erat pada bantalan jari
  • Kulit di sekitar kuku terasa sakit saat disentuh, pembengkakan di bagian dasar atau sisi kuku, serta benjolan berisi nanah yang berwarna putih, kuning, atau kehijauan.
  • Mengutip penjelasan dari British Association of Dermatologists, pada beberapa kasus, infeksi kuku awalnya bisa ditandai dengan gejala kulit memerah dan membengkak yang terasa sakit di sekitar kuku.

Cara Mencegah Penyebaran Infeksi Jamur Kuku

Punya Kebiasaan Menggigit Kuku? Ini 6 Cara Mengatasinya

Foto: Orami Photo Stock

Infeksi jamur yang mengganggu kesehatan kuku pasti memengaruhi kesehatan dan penampilan. Apakah Moms atau keluarga mengalami masalah tersebut? Tenang, simak beberapa cara mencegah penyebaran infeksi jamur kuku dilansir dari Lifebuoy.com berikut:

1. Teratur Cuci Tangan dan Kaki

Tak bisa dipungkiri, kebersihan tubuh terutama tangan dan kaki merupakan cara termudah untuk mencegah jamur kuku. Gunakan sabun lembut, cucilah tangan dan kaki setidaknya selama 20 detik.

Basuh dengan air bersih mengalir setelahnya. Keringkan area yang masih basah dengan handuk bersih hingga benar-benar kering.

2. Gunting Kuku secara Teratur

Setiap hari, kuku kita akan terus bertumbuh. Karena kuku merupakan “sarang” sempurna kotoran, kuman, hingga jamur, pastikan kuku tidak panjang. Kuku yang terlalu panjang mikroorganisme penyebab penyakit mudah bersembunyi di sela-sela kuku. Guntinglah kuku setidaknya seminggu sekali.

Usahakan untuk menggunting kuku setiap satu minggu sekali. Moms boleh saja kok, melakukan perawatan ini sendiri atau ke salon.

Tapi ingat, saat menggunting kuku dan melakukan perawatan kuku lainnya di salon dengan manicure atau pedicure, pastikan peralatan yang digunakan sudah bersih sekaligus steril.

Jangan sampai peralatan manicure dan pedicure di salon menjadi media penularan jamur kuku.

3. Jaga Telapak Tangan, Telapak Kaki, dan Kuku Tidak Lembab

Apakah Moms terbiasa bepergian dengan mengendarai motor? Maka, penggunaan sarung tangan motor tentu menjadi suatu hal yang tidak boleh dilupakan. Jangan lupa jaga kebersihan sarung tangan Moms setelah digunakan, ya!

Cucilah secara teratur, dan jangan gunakan sarung tangan jika sarung tangan tersebut masih lembap. Hal ini akan memicu masalah baru pada tangan, yaitu jamur kulit dan jamur kuku.

Demikian juga saat menggunakan sepatu dan kaus kaki. Selalu cuci kaus kaki setiap selesai digunakan. Jangan gunakan secara berulang. Jemur sepatu setiap seminggu sekali agar sepatu tidak lembap. Sama seperti saat menggunakan sarung tangan setelah dicuci. Pastikan kaus kaki dan sepatu berada dalam kondisi kering, tidak lembap, setiap akan digunakan beraktivitas.

Baca juga: Hilangkan Stres dengan Meditasi Cokelat, Begini Caranya

Pengananan Infeksi Jamur Kuku

Konsultasi dengan dokter untuk pengobatan

Foto: Orami Photo Stock

Lalu, apa yang biasanya disarankan oleh para ahli jika seseorang terkena infeksi jamur kuku? Menurut PERDOSKI, beberapa cara ini biasanya dilakukan untuk mencegah penularan dan jamur kuku menjadi lebih parah.

1. Penggunaan salep anti jamur

Pada tingkat ringan, infeksi jamur kuku dapat diobati dengan pemberian salep anti jamur. Oleskan salep dua kali sehari dalam kondisi kuku bersih dan kering, hingga infeksi mereda.

2. Obat Oral

Bila infeksi sudah lebih berat dan mengenai beberapa kuku, segera periksakan ke dokter spesialis kulit. Pada keadaan ini biasanya dokter akan memberikan obat oral anti jamur. Pengobatan ini tergantung pada keadaan jamur kuku yang diderita seseorang dan kesehatan orang tersebut. Namun biasanya, memerlukan waktu beberapa bulan sampai kuku sehat kembali.

3. Menggunting Kuku yang Terkena Jamur Kuku

Tujuannya adalah untuk menipiskan kuku yang terinfeksi sehingga meminimalisir penyebaran infeksi ke kuku lainnya. Tak hanya itu saja, menipiskan kuku juga membantu agar obat yang digunakan bisa lebih mudah diserap kuku.

Namun, jika ternyata kuku sudah terlanjur menebal, oleskan krim yang mengandung urea. Lalu, balutlah dengan perban. Lakukan pada malah hari dan biarkan semalaman. Cucilah kuku yang dibalut perban pada pagi hari.

Ulangin cara di atas hingga beberapa hari, sampai kuku mulai melunak dan bisa digunting dengan mudah.

Baca juga: 20 Larangan untuk Ibu Hamil Muda, Penting!

4. Cara Bedah

Bila infeksi sudah terlalu parah atau menyakitkan, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter spesialis kulit. Biasanya, kuku perlu diangkat dan dokter akan melakukan pembiusan lokal. Setelah kuku diangkat, kuku baru akan tumbuh secara perlahan di lokasi semula.

Itulah beberapa hal seputar jamur kuku yang perlu Moms ketahui.

Yuk, mulai sekarang lebih teliti lagi menjaga kebersihan kuku keluarga!

  • https://perdoski.id/article/detail/133-jangan-biarkan-infeksi-jamur-kuku-merusak-kuku-indah-anda-kenali-penyebabnya
  • https://www.prevention.com/health/a20493924/prevent-nail-fungus/
  • https://www.prevention.com/health/a20468991/nail-health-signs/
  • https://www.emedihealth.com/prevent-nail-infection.html
  • https://www.bad.org.uk/shared/get-file.ashx?id=76&itemtype=document
  • https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/does-having-ridged-and-split-fingernails-mean-im-unhealthy
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait