Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Oct 6, 2018

Jangan Anggap Sepele, Ini Bahaya Beser Pada Perempuan

Bagikan


Beser adalah suatu keluhan yang tidak bisa dianggap remeh dan juga bisa merupakan suatu pertanda dari penyakit lainnya. Beser yang dikenal sebagai istilah awam, sebenarnya dalam definisi medis bisa beragam, dimulai dari keluhan sering berkemih (frequency) yaitu jumlah buang air kecil lebih dari 8 kali dalam 24 jam.

Beser bisa juga dianggap sebagai adanya keinginan untuk berkemih yang sangat kuat sehingga tidak dapat ditahan (urgency), atau bisa juga suatu keadaan dimana timbul rasa ingin berkemih yang sangat kuat sehingga urin tidak dapat ditahan atau bocor menetes (incontinence) atau bisa juga sering terbangun saat malam untuk berkemih (nocturia). Bisa juga semua gejala tersebut berkumpul menjadi satu dan disebut sebagai Overactive Bladder (OAB).

Beser Berlebihan Pada Perempuan

Keluhan ini mempengaruhi kurang lebih 1 dari 6 perempuan dewasa di Eropa dan Amerika Serikat dan mengenai hampir 53% dari perempuan di Asia, yang perlu diketahui keluhan ini memang lebih sering terjadi pada perempuan ketimbang laki-laki.

Namun, meskipun angka kejadiannya cukup tinggi, tapi hanya 4 orang dari 10 orang dari negara maju dan hanya sekitar 21% perempuan dari negara Asia yang mencari pertolongan medis untuk keluhan tersebut. Kejadiannya akan meningkat seiring berjalannya usia.

Berkemih merupakan suatu proses yang sangat kompleks dan melibatkan organ-organ dan persyarafan yang cukup pelik.

Organ yang berperan pada proses ini antara lain adalah kandung kemih yang tersusun atas otot-otot detrusor, ureter, dan uretra, dengan sistem syaraf simpatis dan parasimpatis yang bekerja saling melengkapi. Fungsi berkemih terdiri dari fungsi penyimpanan urine dan juga pengosongan urine pada kandung kemih.

Dalam fungsi normalnya, kandung kemih normal dapat menampung mulai dari 250 cc sampai dengan 500 cc urine, jika sudah terisi hingga lebih dari 250 cc maka syaraf pada kandung kemih akan mengirimkan sinyal ke otak untuk menahan rasa ingin berkemih atau melepaskan untuk berkemih.

Pada OAB, bahkan sebelum urine tertampung hingga 150 cc, sudah terdapat sinyal untuk segera mengosongkan kandung kemih.

Baca Juga: Sering Buang Air Kecil, Normal Atau Tanda Penyakit?

Efek Samping Beser Berlebihan

Banyak perempuan menganggap remeh keluhan ini karena banyak hal, di antaranya karena malu, merasa rendah diri, tidak ingin memberatkan anggota keluarga yang lain, atau merasa bahwa hal ini wajar karena proses penuaan yang terjadi, atau terlebih karena merasa bahwa pengobatan tidak akan memberi perbaikan.

Padahal efek yang ditimbulkan dari keluhan OAB ini memberikan hasil yang lebih buruk dari pasien kencing manis (DM), seperti dinilai dari aktivitas fisik, vitalitas atau kebugaran, keadaan mental, dan terutama fungsi sosial.

Keluhan ini akan menyebabkan perempuan merasa tertekan secara emosional yang menyebabkan adanya rasa malu, merasa rendah diri, kehilangan kepercayaan diri, dan bahkan depresi.

Dari sisi pekerjaan, maka dapat mengakibatkan penurunan produktivitas sampai kehilangan pekerjaan. Dari sisi seksualitas dapat menyebabkan penghindaran dari aktivitas seksual.

Beban terhadap keluhan ini juga dapat mempengaruhi keuangan karena adanya pembiayaan karena dana untuk membeli popok atau pembalut. Seorang perempuan dengan OAB juga akan mengurangi kegiatan fisik karena kekhawatiran mengompol.

Selain itu karena seringnya mengompol yang terjadi dapat juga mengakibatkan adanya penyakit lain yang mengikuti seperti infeksi saluran kemih atau infeksi kulit.

Adanya keluhan seringnya berkemih saat malam hari di tengah tidur, dapat mengakibatkan ritme dan waktu tidur menjadi terganggu.

Baca Juga: Sering Menahan Buang Air Kecil? Hati-hati, 4 Penyakit Ini

Mengatasi Overactive Bladder

Cara untuk mengobati OAB adalah dengan mencari tahu penyebab dan faktor risiko yang menjadi pemberat keluhan. Penyebab terjadinya OAB adalah karena adanya gangguan syaraf pada otot-otot detrusor yang dapat menyebabkan menjadi peningkatan reflek berkemih.

Adapun faktor yang dapat menyebabkan OAB antara lain adanya kelainan persyarafan seperti stroke, alzheimer, parkinson, sclerosis multiple; kelainan saluran kemih bagian bawah yang disebabkan karena infeksi, sumbatan, kelainan otot atau syaraf; kelainan sistemik seperti gagal jantung atau kencing manis (diabetes mellitus); adanya pemakaian obat-obatan tertentu seperti diuretika; atau keadaan stres psikologis.

Jika diketahui terdapat faktor penyakit lain yang menjadi pemberat, maka tentu saja pemberat tersebut harus ditangani dengan baik. Namun, jika memang keluhan OAB muncul karena kelainan pada syaraf otot detrusor, maka pengobatannya diberikan khusus.

Pasien OAB pada umumnya akan diberikan daftar harian berkemih yang berguna untuk mencatat waktu dan jumlah berkemih hariannya. Dari daftar tersebut akan dilakukan penilaian apakah beser yang ditangani mengalami perbaikan atau tidak.

Untuk mengurangi keluhan beser, konsumsi minuman yang mengandung kafein atau alkohol atau konsumsi nikotin pun harus dikurangi karena zat tersebut dapat memicu frekuensi berkemih. Dengan pengobatan yang baik dan teratur, keluhan OAB dapat memberikan perbaikan

Ditulis oleh: dr. Devi Marischa Malik, SpOG

Sumber: meetdoctor.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.