Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Kesehatan Bayi | Mar 15, 2019

Jangan Asal, Ini Perawatan Bayi Setelah Disunat yang Tepat

Bagikan


Ketika selesai persalinan, mungkin Moms pernah mendapatkan pertanyaan dari Dokter kandungan: ‘Apakah bayi laki-lakinya ingin segera sirkumsisi (disunat)?’

Bagi Moms dan Dads yang baru pertama kali memiliki bayi laki-laki, tentu menjadi bimbang dan mencoba mencari beragam rekomendasi dari dokter, teman, hingga kerabat mengenai sirkumsisi pada bayi.

Untuk itu, simak seberapa penting sirkumsisi pada bayi dan bagaimana penanganan yang tepat saat Moms dan Dads memutuskan agar Si Kecil menjalankan sirkumsisi alias disunat.

Baca Juga : Cara Tepat Membersihkan Kemaluan Bayi Laki-laki dan Perempuan

Mengenal Sirkumsisi atau Sunat

Foto: Pixabay.com

“Sirkumsisi merupakan prosedur opsional, dimana bagian kulit yang menutupi ujung penis anak laki-laki dipotong atau dihilangkan,” ungkap Craig Peters, M. D., Kepala Urologi Pediatrik dari UT Southwestern Medical Center, seperti dikutip dari utswmed.org.

Sirkumsisi atau yang lebih dikenal sebagai sunat, mulai bisa dilakukan beberapa hari setelah bayi lahir, asalkan bayi dalam keadaan sehat dan stabil untuk menjalankan sirkumsisi.

Manfaat Sunat Bagi Anak

Foto: Pixabay.com

Sirkumsisi atau sunat berawal dari zaman Mesir kuno yang dipercaya dapat menjaga kebersihan penis.

Beberapa orang tua memutuskan melakukan sunat pada bayi sesuai dengan anjuran budaya dan agama, namun ada juga yang memilih menyunat anaknya untuk alasan kesehatan.

Meski mengundang kontroversi, karena beberapa orang tua tidak tega melihat bayi yang masih kecil disunat.

Namun berdasarkan American Academy of Pediatrics yang dikutip dari healthychildren.org, menyebutkan bahwa manfaat kesehatan dari sirkumsisi lebih besar dibandingkan risiko yang mungkin terjadi.

Selain penis Si Kecil menjadi lebih mudah dibersihkan saat sudah menjalankan sirkumsisi, berikut ini beberapa manfaat lain sirkumsisi pada bayi, seperti dikutip dari webmd.com:

1. Mengurangi risiko penyakit menular seksual pada pria.

2. Mengurangi risiko infeksi saluran kemih.

3. Mencegah kanker penis dan pengurangan risiko kanker serviks pada pasangan seks wanita.

4. Mencegah balanitis (radang kelenjar) dan balanoposthitis (radang kelenjar dan kulup).

5. Mencegah phimosis (ketikmampuan untuk menarik kembali kulup penis) dan paraphimosis (ketidakmampuan untuk mengembalikan kulup ke tempat awalnya).

Baca Juga : Bagaimana Cara Tepat Merawat Organ Intim Bayi?

Perawatan Usai Sunat Pada Bayi

Foto: cafemom.com

Jika Moms dan Dads memutuskan untuk menyunat Si Kecil, berikut ini tips perawatan yang dapat dilakukan usai prosedur sunat pada bayi:

1. Sirkumsisi pada bayi mungkin akan membuatnya sedikit rewel, untuk itu peluk atau gendong dia dengan nyaman dengan tidak menekan daerah penisnya.

2. Jika perlu, berikan empeng yang dibaluri sedikit gula untuk menenangkannya.

3. Jaga kebersihan penis dan selangkangan dengan cara dilap secara perlahan. Bisa juga menggunakan sabun dan air hangat.

4. Ganti popoknya secara berkala untuk mencegah iritasi.

5. Oleskan petroleum jelly atau salep lain sesuai anjuran dokter, untuk mempercepat pemulihan penis Si Kecil pasca sirkumsisi.

Usai sirkumsisi pada bayi, dibutuhkan setidaknya 7-10 hari hingga penis Si Kecil yang telah sirkumsisi dapat sembuh total.

Bagaimana Moms, sudah memutuskan Si Kecil akan disunat saat bayi atau menunggu dia besar?

(GS)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.