3-12 bulan

6 Januari 2021

Jangan Dipaksakan, Ternyata Inilah Usia Tepat Bayi Mulai Belajar Toilet Training

Konon katanya jika terlalu dini bisa picu gangguan perilaku pada anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Buang air kecil di toilet merupakan tahapan yang harus diajari orang tua dalam keseharian anak. Tak jarang, banyak orang tua melatih anak sejak usia dini untuk melakukannya.

Ya, sebagian orang tua memulai toilet training untuk buah hatinya lebih awal, bahkan ada pula yang memulainya sejak beberapa minggu setelah kelahiran. Namun, ada juga yang memilih usia 1 tahun lebih.

Namun, mitos yang beredar jika memulai toilet training terlalu dini dapat menyebabkan masalah perilaku dan gangguan kepribadian pada anak.

Apa benar demikian mengingat bayi bahkan belum dapat berjalan sendiri dan masih memakai popok?

Baca Juga: 4 Faktor Penyebab Anak Masih Suka Ngompol dan Cara Mengatasinya

Waktu Terbaik Mengajarkan Toilet Training pada Si Kecil

top img potty training

Foto: Orami Photo Stock

Waktu terbaik untuk memulai toilet training adalah saat Si Kecil menunjukkan tanda kesiapan.

Anak-anak yang sehat secara fisik dan emosional belum siap untuk mulai menggunakan toilet atau pispot sampai usianya sekitar 18 bulan – 3 tahun.

Di mana dalam hal ini, anak laki-laki cenderung memiliki kesiapan yang lebih lambat dibandingkan anak perempuan. Kebanyakan orang tua memulai latihan saat buah hatinya berusia sekitar 2-3 tahun.

Si Kecil dapat meniru orang lain tanpa instruksi apa pun, selama Moms menjelaskan padanya apa yang perlu ia lakukan dan di mana ia harus melakukannya.

Moms tidak perlu memaksanya jika ia tidak mau, atau jika ia masih belum siap untuk memulainya.

Baca Juga: 6 Tips Agar Tidur Bayi Lebih Nyenyak dan Berkualitas

Beberapa orang tua yang memulai toilet training sejak usia bayi kurang dari empat bulan melakukannya dengan memperhatikan tanda-tanda kotoran yang akan keluar, kemudian menampungnya dalam pispot atau toilet. Metode ini disebut dengan komunikasi eliminasi.

Akan tetapi, sebagian besar ahli kesehatan tidak menyarankan hal ini, dan bahkan menyarankan bahwa anak-anak yang dilatih menggunakan cara ini cenderung memiliki masalah di kemudian hari.

Beberapa di antaranya seperti kesulitan menggunakan toilet sekolah atau saat berada dalam situasi mendesak. Lebih baik menunggu sampai Si Kecil benar-benar siap untuk melakukannya.

Selain itu, anak di bawah dua tahun belum mampu mengontrol kapan mereka menangis dan buang air kecil dan/atau besar. Otot-otot yang mengontrol kandung kemih dan rektum belum matang sampai usianya sekitar 18 bulan – 2 tahun.

Baca Juga: Ingin Anak Cepat Lulus Potty Training? Latih dengan Training Pants

Tanda Si Kecil Siap Memulai Toilet Training

1 body teks toilet training

Foto: Orami Photo Stock

Lia Asta, M.D., seorang profesor pediatri klinis di University of California, San Fransisco, sekaligus juru bicara American Academy of Pediatrics, mengatakan bahwa saat anak-anak ingin pergi ke toilet, maka tanpa disuruh pun mereka akan pergi ke toilet.

Terkadang hal itu mulai terjadi pada usia 18 bulan, namun tidak sampai melebihi usia 4 tahun.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar para Moms tidak terlalu stres memikirkan toilet training, karena pada akhirnya anak akan mengenal toilet dan melakukan tugasnya sendiri. Namun, Moms tentunya dapat membantu memandu prosesnya.

Untuk dapat membantu Si Kecil belajar toilet training di waktu yang tepat, Moms perlu terlebih dahulu mengenali tanda–tanda kesiapannya.

Antara lain jika popok atau celana Si Kecil tetap kering setidaknya selama dua jam saat siang hari dan setelah tidur siang, ini bisa berarti bahwa ia siap untuk mulai buang air di toilet.

Setelah siap, ia pun dapat mulai mengikuti instruksi sederhana, seperti berjalan ke toilet, duduk, dan melepas celananya. Pastikan juga ia tertarik untuk memakai pakaian dalam setelah belajar toilet training.

Bukan hanya itu, perhatikan pula apakah Si Kecil sadar saat mengompol atau BAB (buang air besar) di celananya?

Jika ia menangis, rewel, atau menunjukkan tanda–tanda lain ketidaknyamanan yang jelas saat popok atau celananya kotor, serta menunjukkan melalui postur, ekspresi wajah, atau bahasa yang menandakan sudah waktunya untuk menggunakan toilet, maka artinya ia sudah siap untuk memulai proses toilet training.

Nah, untuk membantu keberhasilan toilet training Si Kecil, Moms tentu perlu perlengkapan yang mendukung, salah satunya adalah perlak bayi.

toilet training anak

Foto: dok. Orami

Produk ini memiliki manfaat utama untuk melindungi kasur Si Kecil dari ompol. Jadi agar kasur anak tidak basah saat dia mendadak ngompol, coba berikan perlak bayi sebagai alas kasur.

Moms bisa memilih perlak Bello Baby Dry Sheet yang memiliki daya serap tinggi. Bahkan saat anak mendadak ngompol, perlak ini mampu menyerap air dengan cepat dan mengering dalam waktu 5 menit setelah basah.

Hal ini dikarenakan lapisan utamanya terdiri dari membran kedap air yang memungkinkan udara lembap bisa keluar dari bahan atau kain perlak. Lapisan ini akan mencegah air atau cairan merembes lebih jauh ke bawah.

Lalu, lapisan atasnya terdiri dari bahan yang bisa menyerap air dengan cepat. Jadi Moms tidak perlu khawatir anak mengompol saat sedang toilet training!

Jika terkena ompol, Moms bisa dengan mudah mencucinya hingga suhu 40 derajat Celcius. Sesering apapun Moms mencucinya, produk ini warnanya tetap tidak akan pudar.

toilet training anak

Foto: dok. Orami

Bello Baby Dry Sheet juga sudah dilengkapi dengan sertifikat Oeko tex, yang dijamin tidak mengandung zat berbahaya, serta aman untuk kulit bayi, produk kelas satu yang amat direkomendasikan untuk bayi 0-3 tahun, serta sudah memenuhi standar kualitas Internasional.

Baca Juga: 5 Tips Sukses Toilet Training Untuk Anak

Bonus lainnya yang bisa Moms dapatkan adalah produk yang anti alergi, anti debu dan tungau, serta sangat higienis.

Tertarik untuk membelinya? Moms bisa langsung mendapatkan produk Bello Baby Dry Sheet ini secara eksklusif di Orami. Happy shopping, Moms!


(ADV)

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait