Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sex & Relationship | Jul 7, 2018

Jangan Pertahankan Hubungan Anda karena Alasan Ini

Bagikan


Apakah Moms merasa terjebak dalam hubungan Moms dengan pasangan? Apakah dalam hati Moms mendambakan sosok lain sebagai teman hidup Moms? Atau Moms dan pasangan sudah berkali-kali berselingkuh karena merasa ada yang kurang dari hubungan Moms?

Mungkin Moms sudah lelah karena tak pernah berhenti bertengkar dengannya? Itu adalah bukti bahwa Moms dan dirinya sudah tidak sejalan lagi, sehingga Moms berdua saling menyeret satu sama lain. Mengapa belum putus juga? Jangan sampai Moms terkurung dalam hubungan yang tidak bahagia karena alasan-alasan berikut ini.

Takut sendirian

Putus cinta memang bukan hal yang menyenangkan, tapi bukan berarti Moms akan jadi sendirian. Masih banyak sosok lain dalam hidup Moms yang bisa menemani Moms seperti sahabat dan keluarga. Lagipula, mempertahankan dirinya di saat api cinta di antara Moms dan dirinya sudah padam juga bisa membuat Moms merasa sendirian, lho.

Moms takut padanya

Mau minta putus, tapi dia sudah pernah mengancam Moms akan berbuat yang macam-macam? Ini adalah bukti yang kuat bahwa hubungan Moms dengannya sudah tidak sehat.

Ceritakan hal ini pada orang-orang terdekat Moms dan mintalah bantuan mereka. Misalnya, ajak kakak atau sahabat untuk menemani Moms saat minta putus dengannya.

Setelah itu, jangan mengontaknya lagi sama sekali. Ingat, setiap orang bertanggung jawab atas kebahagiaannya masing-masing, jadi jangan pernah merasa terikat untuk membuatnya bahagia. Itu bukan kewajiban Moms.

Sudah terlanjur dekat dengan keluarganya

Sama seperti pasangan Moms, keluarganya nanti juga harus melalui proses yang pahit untuk melupakan Moms dan tidak menoleh ke belakang lagi. Memang tidak mudah, tapi perpisahan ini justru untuk kebaikan bersama.

Cepat atau lambat, Moms dan pasangan tak akan bisa berbohong lebih lama lagi, bukan? Lebih baik bersakit-sakit sekarang tapi bisa tersenyum setelahnya.

Rasa bersalah dan kasihan

Moms mungkin merasa dia sudah melakukan banyak hal dan berkorban bagi Moms, sehingga Moms tak sampai hati meninggalkannya.

Namun, jika memang dia tulus mencintai Moms, dia pasti juga menginginkan yang terbaik meskipun itu berarti Moms harus berpisah darinya. Selain itu, dia pantas mendapatkan orang yang bisa mencintainya sepenuh hati, sebesar dia mencintai Moms. Orang tersebut ada di luar sana, tapi bukan Moms.

Menunggu waktu yang tepat

Percayalah, tak ada waktu yang tepat untuk minta putus. Jangan sampai ini menjadi alasan Moms untuk menunda-nunda. Moms harus tegas dalam menetapkan tenggat waktu. Sebab, jika Moms berencana untuk terus menunggu sampai hidup pasangan Moms sudah sempurna baru minta putus, Moms bisa menanti bertahun-tahun lamanya.

--IA

Foto: inc-asean

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.