Fashion & Beauty

FASHION & BEAUTY
7 Desember 2020

Mengenal Alkohol Denat pada Skincare, Amankah?

Tidak semua alkohol tuh jahat kok, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pasti Moms sering mendengar bahwa kandungan alkohol denat di skincare tidak baik untuk kulit. Alkohol disebut dapat membuat kulit kering, iritasi, bahkan kasar, terutama bila digunakan setiap hari.

Namun, tidak semua alkohol tuh buruk lho, Moms! Ada jenis alkohol yang justru baik bagi kesehatan kulit. Kandungan alkohol denat baik berguna untuk meningkatkan tekstur produk skincare dan menjaga kelembapan kulit.

Baca Juga: 4 Bahan Skincare Alami untuk Menghilangkan Flek Hitam

“Meskipun alkohol sebenarnya tidak perlu benar-benar dihindari, penting untuk kita memahami kenapa alkohol ada di dalam formula tersebut dan apa manfaat yang diberikan dengan tingkat konsentrasinya yang tinggi,” ujar Dr. Estee Williams, asisten profesor dermatologi di Mount Sinai Medical School.

Supaya tidak salah lagi, mari kita cari tahu perbedaan jenis alkohol baik dan alkohol buruk pada skincare.

Jenis Alkohol Denat Baik dan Buruk Dalam Produk Skincare

Bahan Skincare yang Cocok Untuk Melembapkan Kulit Kering

Foto: Orami Photo Stock

Nah, saatnya membicarakan tentang alkohol denat yang baik dalam skincare. Alkohol baik ini dikenal sebagai fatty alcohol alias alkohol berlemak.

Jenis alkohol baik ini tidak mengiritasi dan sangat bermanfaat bagi kulit, termasuk kulit kering dan sensitif.

Ini dia jenis alkohol denat baik untuk kulit:

  • Cetearyl alcohol
  • Glycol
  • Cetyl alcohol
  • C12-16
  • Stearyl alcohol
  • Myristyl alcohol
  • Lauryl alcohol

Jenis alkohol di atas diambil dari lemak alami dan minyak, biasanya dari kelapa. Mereka bisa melembapkan kulit kering, memperbaiki tekstur kulit, dan membantu bahan-bahan skincare lain meresap lebih baik ke kulit.

Di samping alkohol yang baik untuk skincare, ada juga alkohol yang buruk lho. Alkohol buruk yang terdapat di produk skincare dapat memberikan sensasi kering di wajah, menghilangkan minyak, dan terasa ringan. Makanya banyak yang menyukai jenis alkohol ini, terutama bagi Moms yang memiliki kulit berminyak.

Tapi manfaat itu hanya terasa sebentar, lalu malah memberikan dampak negatif yang berlangsung lama.

Beberapa jenis alkohol yang buruk adalah:

  • SD alcohol (40)
  • Denatured alcohol
  • Isopropyl alcohol
  • Ethanol
  • Methanol
  • Benzyl alcohol

Baca Juga: Muncul Kerutan di Kulit? Gunakan Retinol, Bahan Skincare untuk Anti-aging

Bila Moms menemukan bahan-bahan tersebut di dalam produk skincare, lebih baik tidak usah dibeli ya. Biasanya jenis alkohol ini banyak digunakan pada toner dan pelembap gel.

Jenis alkohol di atas dapat menghilangkan minyak alami kulit dan berbahaya bagi lapisan pelindung kulit.

“Alkohol-alkohol tersebut akan membuat pori-pori semakin besar dan meningkatkan produksi minyak,” jelas Maryam Zamani, MD, dokter ahli kecantikan, sekaligus pendiri MZ Skin. “Ethanol pada toner dapat membuat kulit sensitif menjadi kering. Semakin tinggi kandungan alkoholnya, semakin kuat dampaknya pada kulit,” lanjutnya.

Namun, kadang jenis alkohol itu baik untuk beberapa kondisi, misalnya dalam mengatasi jerawat membandel.

“Tidak masalah jika menggunakannya untuk perawatan jerawat, karena tujuannya untuk membuat infeksi jerawat tersebut jadi kering. Alkohol juga digunakan untuk mengurangi minyak berlebih di kulit sebelum ahli perawatan kulit mengaplikasikan chemical peel. Hal itu berguna untuk memastikan peel masuk ke lapisan kulit secara mendalam,” terang ahli kecantikan selebriti, Renée Rouleau.

Alkohol Denat yang Baik untuk Jerawat

alkohol denat

Foto: verywellhealth.com

Menggosok alkohol hanyalah salah satu dari banyak pengobatan rumahan yang dibahas di internet untuk mengatasi jerawat. Sebelum Moms meraih alkohol gosok dari lemari obat, penting untuk terlebih dahulu memahami ilmu di balik ramuan ini.

Isopropyl adalah istilah teknis untuk alkohol denat. Ini relatif murah dan banyak tersedia di toko obat tanpa resep, biasanya terletak di lorong pertolongan pertama. Sebagian besar alkohol gosok yang dijual bebas mengandung 70 persen isopropil, sisanya terdiri dari air atau minyak.

Alkohol gosok dikatakan dapat melawan bakteri dan mikroba berbahaya lainnya. Efek tersebut membuat alkohol denat gosok dan bahan lain yang mengandung alkohol penting untuk membersihkan luka dan mendisinfeksi permukaan. Alkohol juga merupakan bahan utama dalam banyak pembersih tangan.

Namun, potensinya hanyalah salah satu bagian dari kunci untuk memahami alkohol denat gosok. Saat alkohol bersentuhan dengan kulit kita, ia mendisinfeksi dengan menghancurkan bakteri. Ini mencakup semua jenis, tidak hanya yang berbahaya. Alkohol juga menguap dengan cepat, yang menjadikan zat ini ideal untuk persiapan injeksi dan penggunaan medis lainnya.

Secara teori, efek antibakteri dan antimikroba dari alkohol gosok dapat membantu untuk pengobatan jerawat. Hal ini terutama terjadi pada jerawat inflamasi, yang sering kali disebabkan oleh bakteri P. acnes. Jerawat inflamasi terdiri dari nodul, papula, dan pustula, serta kista yang sulit disembuhkan.

Baca Juga: 5 Bahan Skincare yang Baik untuk Kulit Sensitif

Alkohol denat gosok kemungkinan tidak akan bekerja dengan cara yang sama untuk jerawat yang tidak meradang (komedo dan komedo putih). Jenis jerawat ini tidak disebabkan oleh bakteri dan organisme lain. Komedo dan komedo putih disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat. Namun, efek pengeringan alkohol dapat mengeringkan sel kulit mati, yang secara teori dapat mengurangi timbulnya pori-pori tersumbat.

Sisi negatif dari penggunaan bahan desinfektan yang kuat seperti alkohol gosok untuk jerawat adalah bahwa hanya ada sedikit bukti ilmiah yang mendukung metode tersebut. Penelitian pada manusia diperlukan untuk menilai dengan benar efek alkohol gosok untuk menentukan apakah ini adalah bentuk perawatan jerawat yang bermanfaat.

Menurut jurnal yang diterbitkan dalamInternational Journal of Women's Dermatology, tentang perawatan jerawat untuk wanita dewasa dengan acne vulgaris mencatat berbagai bahan aktif OTC dan resep yang bermanfaat untuk jerawat, seperti benzoyl peroxide. Ulasan tersebut juga melihat minyak esensial, seperti kayu putih dan jojoba. Namun, tidak disebutkan alkohol gosok saja sebagai pengobatan jerawat yang efektif.

Tinjauan klinis lain uga melihat antibakteri untuk pengobatan jerawat, antara bahan aktif lainnya. Para penulis mencatat bahwa antibakteri seperti retinoid yang diresepkan akan membantu untuk kasus jerawat ringan hingga sedang.

Jadi sebelum menggunakan alkohol gosok pada wajah, pastikan Moms memilih alkohol denat isopropil yang tidak lebih dari 70 persen etanol. Meskipun tersedia di toko obat dalam formula alkohol 90 persen, ini terlalu kuat untuk kulit kita, dan sama sekali tidak perlu. Idealnya, Moms harus mulai dengan persentase yang lebih rendah untuk melihat apakah ini berhasil tanpa membuat kulit terlalu kering.

Apakah Perlu Menghindari Semua Jenis Alkohol?

pelembap

Foto: Orami Photo Stock

Mungkin Moms masih ragu dengan kandungan alkohol denat di skincare dan memutuskan untuk menghindari semua jenis alkohol. Tapi apakah tindakan itu diperlukan? Jawabannya tidak, Moms.

Baca Juga:

“Bila Anda menghindari semua jenis alkohol, Anda akan kehilangan berbagai manfaat dari alkohol-alkohol yang baik untuk kulit, seperti fatty alcohol,” papar Goesel Anson, MD, FACS.

Berarti mulai sekarang Moms tidak perlu takut dengan semua bentuk alkohol pada produk skincare ya!

Yang harus Moms lakukan adalah rajin membaca komposisi pada setiap produk. Hindari yang mengandung alkohol berbahaya dan gunakan produk dengan alkohol baik. Selamat berburu skincare!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait