Kesehatan

KESEHATAN
25 Agustus 2020

Bukan Nasi Putih, Ini 5 Jenis Beras Terbaik untuk Kesehatan

Ada banyak jenis beras dengan berbagai macam nutrisi serta keunggulan masing-masing
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Intan Aprilia

Nasi adalah makanan pokok untuk memenuhi kebutuhan kalori harian manusia di Indonesia.

Menurut Ricepedia, lebih dari 50 persen populasi dunia pun bergantung pada beras untuk memenuhi 20 persen kalori harian.

Sayangnya, tidak semua jenis beras atau nasi memiliki tingkat kualitas yang sama. Ada jenis beras yang dianggap lebih sehat meski tidak diproses, seperti beras merah, merah dan hitam.

Beberapa jenis beras mengandung nutrisi dan senyawa kuat yang bermanfaat bagi kesehatan. Sementara yang lain memiliki nutrisi yang kurang bermanfaat.

Menurut The Rice Association, ada lebih dari 40.000 varietas padi yang dibudidayakan di seluruh dunia, termasuk spesies padi liar.

Secara umum, beras dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yakni gabah panjang, gabah sedang dan gabah pendek yang mengacu pada ukuran dan bentuknya.

Baca Juga: Ketahui Manfaat Beras Merah untuk Ibu Hamil, Sehat!

Varietas beras yang paling umum ditemukan di toko adalah beras putih dan beras merah. Keduanya berasal dari varietas biji-bijian panjang, sedang dan pendek.

Kemudian ada beras khusus, seperti basmati, melati, japonica dan arborio. Moms juga bisa menemukan beras liar, hitam, ungu, merah dan Himalaya.

Jenis Beras Paling Sehat

Bila Moms ingin hidup lebih sehat, varietas beras berikut memiliki karakteristik gizi terbaik yang membuatnya menonjol dari jenis beras lainnya.

1. Beras Cokelat, Menurunkan Risiko Penyakit Kronis

Jenis Beras Cokelat, Menurunkan Risiko Penyakit Kronis

Foto: simplyrecipes.com

Beras cokelat adalah beras gandum yang memiliki cangkang pelindung luar.

Berbeda dengan beras putih, beras cokelat masih mengandung lapisan dedak dan kuman yang mengandung sejumlah nutrisi signifikan.

Dedak beras cokelat mengandung antioksidan flavonoid apigenin, quercetin dan luteolin. Senyawa ini memainkan peran penting dalam pencegahan penyakit.

Konsumsi makanan yang kaya flavonoid secara teratur bisa menurunkan risiko menderita penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan kanker tertentu.

Seperti yang dikutip dari jurnal yang disusun oleh Dietary Antioxidants and Prevention of Non-Communicable Diseases, nasi cokelat juga memberikan jumlah kalori dan karbohidrat yang serupa dengan nasi putih.

Namun, beras merah juga memiliki serat sekitar tiga kali lebih banyak dan lebih tinggi protein.

Serat dan protein dalam beras cokelat itulah yang membuat rasa kenyang dan bisa membantu mempertahankan berat badan sehat.

Nasi cokelat juga membantu mengatur gula darah dan insulin, hormon yang mendukung kadar gula darah sehat.

Baca Juga: 4 Manfaat Beras Merah untuk Diabetes, Sehat Banget!

Sebuah studi pada 15 orang dewasa yang kelebihan berat badan menunjukkan bahwa mereka yang makan 7 ons (200 gram) beras cokelat selama 5 hari memiliki kadar gula darah dan insulin yang jauh lebih rendah daripada mereka yang mengonsumsi nasi putih.

Karena itu, nasi cokelat menjadi pilihan terbaik bagi penderita diabetes. Apalagi nasi cokelat mengandung magnesium tinggi dan mineral yang memainkan peran penting dalam mengontrol gula darah dan metabolisme insulin.

2. Beras Hitam, Baik untuk Mencegah Kanker

jenis beras hitam.jpg

Foto: farmweek.com

Varietas beras hitam, seperti beras hitam Indonesia dan beras hitam melati Thailand memiliki warna hitam pekat. Biasanya beras hitam ini akan berubah menjadi warna ungu saat dimasak.

Penelitian tahun 2018 mengungkapkan bahwa beras hitam memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dari semua varietas beras sekaligus bergizi tinggi.

Antioksidan adalah senyawa yang melindungi sel dari kerusakan akibat kelebihan molekul yang disebut radikal bebas, yang mana kondisi ini juga bisa menyebabkan stres oksidatif.

Stres oksidatif juga dikaitkan dengan berbagai kondisi kronis, seperti penyakit jantung, kanker, dan gangguan mental.

Beras hitam sangat kaya kandungan anthocyanin, sekelompok pigmen tanaman flavonoid yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi kuat.

Antosianin telah terbukti memiliki sifat antikanker yang kuat. Studi populasi menunjukkan bahwa konsumsi makanan kaya antosianin yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko kanker tertentu yang lebih rendah, termasuk kanker kolorektal

Terlebih lagi, antosianin yang berasal dari beras hitam secara efektif menekan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker payudara manusia.

3. Beras Merah, Mengandung Antioksidan Tinggi

jenis beras merah

Foto: istockphoto.com

Jenis beras sehat ini mungkin menjadi yang paling populer dan sering ditemui di pasaran.

Beras merah lebih tinggi protein dan serat daripada beras putih, tetapi yang benar-benar bersinar adalah kandungan antioksidannya.

Beras merah juga sama seperti beras hitam yang mengandung antioksidan flavonoid, termasuk anthocyanin apigenin, myricetin dan quercetin.

Faktanya, penelitian BMC Chemistry menunjukkan bahwa beras merah memiliki potensi lebih besar untuk melawan radikal bebas dan mengandung konsentrasi antioksidan flavonoid yang lebih tinggi daripada beras cokelat.

Flavonoid dapat membantu mengurangi peradangan di tubuh, menjaga kadar radikal bebas dan mengurangi risiko kondisi kronis, seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Baca Juga: Mengenal Diet Defisit Kalori, Turunkan Berat Badan dengan Cepat!

4. Beras Liar, Menurunkan Kolesterol

jenis beras liar

Foto: feed-your-sole.com

Beras liar juga dikenal sebagai gandum utuh yang mengandung sekitar tiga kali lebih banyak serat dan protein daripada nasi putih.

Selain itu, beras liar juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan dalam penelitian pada hewan.

Contohnya, penelitian tikus menunjukkan bahwa nasi putih dari beras liar efektif mengurangi kadar trigliserida, kolesterol, resistensi insulin dan stres oksidatif.

Semua kondisi itu termasuk faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

Beras liar adalah sumber vitamin dan mineral yang baik, termasuk vitamin B, magnesium dan mangan.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan beras liar mencapai 30 kali lebih besar daripada nasi putih.

5. Beras Basmati, Rendah Akan Arsenik

jenis beras basmati.jpg

Foto: puripangan.co.id

Basmati adalah jenis beras yang umum di makanan India dan Asia Selatan. Rasa beras ini agak seperti kacang dengan aroma yang harum.

Dibanding jenis beras lainnya, basmati lebih rendah level arseniknya.

Dilansir dari Journal of Preventive Medicine & Public Health, arsenik adalah logam yang bisa membahayakan kesehatan dan meningkatkan risiko diabetes, masalah jantung, dan beberapa tipe kanker.

Penelitian yang dilakukan oleh The Science of the Total Environment, arsenik cenderung banyak terdapat di beras dibanding biji-bijian lain, sehingga mengkhawatirkan bagi orang yang suka makan nasi.

Baca Juga: Resep Nasi Briyani Penuh Rempah Khas India

Nah, itu dia berbagai jenis beras yang paling sehat. Mana yang pernah Moms coba?

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait