Kesehatan

KESEHATAN
9 Oktober 2020

8 Jenis Cedera Olahraga yang Sering Terjadi, Hati-hati!

Waspadai cedera olahraga ini, jangan sampai terjadi pada Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Amelia Puteri

Olahraga memang baik untuk tubuh. Seseorang dianjurkan melakukan olahraga setidaknya 2-3x dalam seminggu, untuk mendapatkan tubuh yang sehat.

Namun, saat berolahraga kita pun perlu waspada supaya tidak mengalami cedera. Maka dari itu, pemanasan sebelum dan sesudah berolahraga sangatlah penting supaya kita tidak mengalami cedera yang tidak diinginkan.

Penyebab Terjadinya Cedera Olahraga

penyebab cedera olahraga

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Medline Plus, ada beberapa penyebab cedera olahraga yang paling umum. Seperti berolahraga sebelum tubuh menjadi hangat, mengulangi gerakan yang sama berulang kali, tidak memiliki bentuk tubuh yang tepat untuk olahraga.

Bisa juga terjadi cedera olahraga bila tidak beristirahat di sela-sela latihan, mendorong tubuh terlalu keras atau terlalu cepat, melakukan olahraga yang terlalu berat untuk tingkat kebugaran, dan tidak menggunakan peralatan yang tepat.

Dalam British Medical Journal, disebutkan bahwa pencegahan cedera muskuloskeletal selama latihan berarti pengkondisian, pemanasan, dan peregangan.

Peregangan sudah lama ditetapkan sebagai salah satu prinsip dasar dalam perawatan atletik. Ini juga menjadi cara yang bisa mencegah cedera olahraga.

Melakukan pemanasan sebelum berolahraga membuat darah mengalir, menghangatkan otot, dan membantu menghindari cedera olahraga.

Cara termudah untuk melakukan pemanasan adalah dengan berolahraga perlahan selama beberapa menit pertama, lalu tingkatkan kecepatannya. Misalnya, sebelum berlari, jalan cepat selama 5 sampai 10 menit.

Moms juga harus melakukan pendinginan setelah berolahraga agar detak jantung dan suhu tubuh kembali normal. Lakukan pendinginan dengan mengakhiri rutinitas lebih lambat selama 5 hingga 10 menit terakhir.

Baca Juga: 4 Olahraga Sederhana yang Bisa Dilakukan di Rumah

Jenis Cedera Olahraga

Untuk menghindarinya, Moms perlu mengetahui terlebih dahulu jenis cedera olahraga yang paling sering terjadi.

1. Keseleo Pergelangan Kaki

jenis cedera olahraga

Foto: Orami Photo Stock

Keseleo di bagian pergelangan kaki atau terkilir adalah jenis cedera olahraga yang paling sering terjadi. Baik bagi orang yang suka berolahraga sepakbola, futsal, atau bahkan jogging.

Keseleo atau terkilir terjadi ketika terdapat robekan pada urat di bagian pergelangan kaki (jaringan yang menghubungkan satu tulang dengan tulang lainnya), tendon (jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang), atau otot.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, jika mengalami cedera jenis ini, istirahatkan kaki selama 24-48 jam, jangan dulu berjalan atau berlari.

Kemudian kompres bagian yang nyeri dengan air dingin atau batu es yang ditutup handuk untuk melindungi kulit selama 15-20 menit, 3-5 kali sehari atau sampai bengkak berkurang.

Baca Juga: Suka Berolahraga, Ini 5 Cara Menghindari Cedera pada Anak

2. Ketegangan Hamstring

jenis cedera olahraga

Foto: Orami Photo Stock

Otot hamstring terletak di bagian belakang paha. Sayangnya, otot hamstring bisa kencang dan rentan terhadap ketegangan.

Teknik peregangan yang buruk atau kurangnya peregangan dapat menjadi penyebab robekan/ketegangan hamstring.

Seringkali, seorang atlet dengan robekan hamstring akan mengalami memar di bagian belakang paha atau lutut.

Istirahat dan kompres es adalah hal pertama yang perlu dilakukan jika terkena ketegangan hamstring. Kemudian, Moms dapat melakukan peregangan dan pijatan lembut untuk mencegah cedera lain.

Jika rasa sakit berlanjut lebih dari dua minggu, Moms dapat mencoba terapi fisik untuk memperbaiki otot yang rusak.

3. Cedera Tulang Kering

jenis cedera olahraga

Foto: Orami Photo Stock

Jenis cedera olahraga satu ini terjadi karena peradangan otot. Biasa terjadi saat berolahraga lari atau yang berhubungan dengan melompat seperti basket atau voli.

Penyebab lain juga bisa terjadi karena pelatihan yang berat seperti lari panjang di jalan beraspal, menanjak dan menurun yang membuat Moms mempercepat laju lari secara tiba-tiba.

Nyeri yang dirasakan biasanya terasa di bagian tulang kering kaki, bahkan bisa terasa sampai betis. Jenis cedera ini biasa dikenal dengan shin splints.

Jika mengalami cedera ini, kompres dengan air dingin untuk meringankan rasa nyeri. Jika dalam beberapa jam sakit tak kunjung hilang, langsung periksakan pada dokter.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Nyeri Otot Setelah Olahraga

4. Cedera lutut: ACL Sobek

jenis cedera olahraga

Foto: Orami Photo Stock

ACL yang sobek adalah jenis cedera olahraga yang dapat terjadi ketika mendarat dengan cara yang salah, mengubah arah atau berhenti dengan cepat, atau karena pukulan langsung ke lutut

Ketidakstabilan saat berjalan, serta pembengkakan pada area lutut merupakan gejala ACL yang umum. Robekan ACL ringan dapat disembuhkan tanpa operasi dengan cara istirahat sejenak dan kompres es.

Namun robekan ACL yang lebih berat membutuhkan pembedahan dan beberapa bulan waktu pemulihan dengan terapi fisik yang rutin sebelum dapat kembali beraktivitas.

5. Cedera Siku

jenis cedera olahraga

Foto: Orami Photo Stock

Cedera siku adalah jenis cedera olahraga yang biasa terkait dengan olahraga tenis, badminton, golf, atau angkat berat. Cedera siku melibatkan peradangan tendon di bagian luar siku yang disebabkan oleh sobekan kecil pada area tendon.

Moms yang terkena cedera ini, dapat mengenakan penahan khusus pada lengan bawah untuk membantu mengurangi tekanan pada area yang sakit.

6. Cedera Bahu

jenis cedera olahraga

Foto: Orami Photo Stock

Cedera bahu mencakup sejumlah besar cedera olahraga akibat dislokasi, misalignment, ketegangan pada otot dan keseleo ligamen.

“Bahu adalah sendi tubuh terlemah dan biasanya memiliki kerja paling keras selama aktivitas atletik. Banyak cedera bahu dapat disebabkan oleh kurangnya fleksibilitas, kekuatan atau stabilisasi, ” ungkap Brian McEvoy, PT, dilansir dari UnityPoint Health.

Perawatan cedera bahu dimulai dengan istirahat dan kompres es untuk membantu meringankan rasa sakit dan pembengkakan. Rasa sakit yang bertahan lebih dari dua minggu harus dievaluasi oleh ahli terapi fisik.

Baca Juga: 4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan pada Trimester Kedua

7. Kram Otot

jenis cedera olahraga

Foto: Orami Photo Stock

Kram otot juga merupakan kondisi yang paling sering terjadi saat berolahraga, apalagi jika olahraga tidak diawali dengan pemanasan atau peregangan otot. Kram otot bisa terjadi pada semua bagian tubuh, namun paling sering terjadi di bagian kaki.

Yang membuat kram otot berbahaya adalah jika Moms mengalami kram saat sedang berenang. Moms bisa saja tenggelam jika tidak tahu cara mengatasinya.

Apabila kram otot terjadi saat berolahraga, yang perlu Moms lakukan adalah menggerakan bagian tubuh yang kram secara perlahan samjugabil dipijat lembut. Lakukan juga perenggangan ringan supaya otot yang tegang dapat kembali lemas.

8. Cedera Pinggul

cedera pinggul

Foto: Orami Photo Stock

Cedera pinggul juga termasuk dalam cedera olahraga yang bisa terjadi.

Mengutip Muscle and Fitness, masalah pinggul biasanya disebabkan oleh volume latihan yang berlebihan, terlalu banyak berlari di tanjakan, sesak, dan ketidakseimbangan otot.

Iliotibial (IT) band adalah tendon yang memanjang dari tulang pinggul ke luar tibia, atau tulang kaki bagian bawah. Saat IT band kencang, Moms mungkin merasakan sesak di luar lutut, pinggul, dan glutes.

IT band yang ketat dapat membuat seseorang berisiko terkena sindrom IT band, yaitu nyeri yang terus-menerus dan signifikan di luar lutut.

Selain itu, sepatu lari yang usang dapat menyebabkan tubuh mendapatkan banyak benturan, menempatkan IT band berisiko cedera. Jadi, pastikan untuk mengganti sepatu lari.

Jika cedera terjadi saat Moms berolahraga, jangan pernah panik dan atasi dengan tenang. Jika kejadian ini baru pertama terjadi, Moms dapat meminta bantuan orang lain atau orang yang lebih ahli untuk menangani cedera yang Moms alami. Meskipun begitu, jangan pernah takut untuk berolahraga ya!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait