Kesehatan

26 September 2021

11 Jenis Penyakit Kurap (Tinea) pada Tubuh

Ada yang sering dialami anak-anak, ada pula yang lebih banyak dialami orang dewasa
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Penyakit kurap atau tinea adalah sekumpulan infeksi kulit menular yang disebabkan oleh beberapa jenis jamur. Namanya tergantung di bagian tubuh mana kurap tersebut berada.

Kurap disebabkan infeksi jamur, sedangkan organisme jamur penyebabnya disebut dermatofita.

Menurut jurnal American Family Physician November 2014, ada tiga dermatofita yang terlibat dalam kurap, yakni Trichophyton, Microsporum, dan Epidermophyton.

Berikut jenis-jenis penyakit kurap (tinea) berdasarkan lokasinya di tubuh.

Jenis-Jenis Penyakit Kurap

Kurap adalah infeksi kulit jamur yang menular. Area yang paling sering terkena termasuk kaki, selangkangan, kulit kepala, dan di bawah payudara.

Penyakit kurap dapat menyebar melalui kontak kulit-ke-kulit atau secara tidak langsung melalui handuk, pakaian atau barang-barang.

Lantas, apa sajakah jenis penyakit kurap yang perlu kita ketahui?

1. Tinea Capitis (Penyakit Kurap Kepala)

penyakit kurap kepala tinea capitis.jpg

Foto: i.pinimg.com

Kurap jenis ini adalah infeksi jamur yang paling umum terjadi pada anak di bawah usia 12 tahun, terutama antara usia 3-7 tahun.

Penyakit kurap ini sangat menular. Tak hanya kulit kepala, penyakit tinea capitis juga terjadi di alis, bulu mata dan kecenderungan menyerang batang dan folikel rambut.

Mengutip Derment NZ, obat yang ampuh dalam mengobati kurap capitis yakni obat oral yang mengandung terbinafine, itraconazole, dan fluconazole.

Baca Juga: Sering Dialami Anak, Apa Perbedaan Panu, Kurap, dan Kudis?

2. Tinea Corporis (Penyakit Kurap Tubuh)

penyakit kurap tubuh Tinea Corporis.jpg

Foto: medgadget.com

Bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, namun kurap corporis lebih banyak ditemukan di lipatan kulit.

Healthy Children memaparkan, kurap ini bisa berkembang di daerah kepala dan terasa gatal, bulat, dan menojol. Rambut rontok akibat kurap ini juga sering terjadi.

Dalam beberapa kasus, anak yang mengidap kurap corporis, lukanya akan berisi nanah (abses).

Steroid sering diberikan untuk mempercepat penyembuhan. Terkadang, bakteri dapat menginfeksi area yang terkena.

Jika ini terjadi, dokter anak mungkin menyarankan penggunaan obat antibiotik.

Ketika kurap menyebabkan kutu air, kulit bisa menjadi gatal dan merah dengan pecah-pecah dan mengelupas di antara jari-jari kaki. Ini paling sering terjadi pada remaja.

3. Tinea Pedis (Penyakit Kurap Kaki)

penyakit kurap kaki athletes_foot_tinea_pedis.jpg

Foto: buoyhealth.imgix.net

Kurap pedis dikenal juga dengan sebutan athlete’s foot. Biasanya terjadi di sela jari kaki, tapi bisa juga menyebar ke telapak, samping, dan punggung kaki.

Penyebabnya bisa karena berkeringat, tidak mengeringkan kaki setelah berenang atau mandi, atau memakai kaos kaki dan sepatu yang terlalu sempit.

Dalam kasus ini, komplikasi bisa terjadi seperti kaki membengkak, nyeri, dan panas. Bernanah dan demam adalah tanda-tanda lainnya dari infeksi bakteri.

Infeksi bakteri juga mungkin menyebar ke kelenjar getah bening.

Tea tree oil telah digunakan sebagai terapi alternatif untuk mengobati kurap kaki ini.

Sebuah studi yang dilakukan Australasian Journal of Dermatology, melaporkan bahwa 50 persen tea tree oil efektif mengobati kurap kaki atlet pada beberapa pasisen.

Baca Juga: Anak Beranjak Remaja, Rawat Kulitnya dengan 5 Cara Ini

4. Tinea Cruris (Penyakit Kurap Selangkangan)

penyakit kurap selangkangan tinea cruris.jpg

Foto: images-prod.healthline.com

Penyakit yang juga disebut jock itch ini banyak menyerang remaja dan dewasa muda pria saat memakai pakaian olahraga. Kondisi ini sulit disembuhkan.

Jenis kurap cruiris ini hampir mirip dengan kurap (tinea corporis).

Gejala yang dirasakan yakni ruam, kulit merah bersisik yang menyebar ke paha bagian dalam dari selangkangan atau skrotum (jika terjadi pada laki-laki).

Kurap ini bisa membentuk pola seperti cincin di daerah bokong. Penyakit kurap ini bisa terasa sangat gatal.

Sebenarnya cara mengatasi kurap ini cukup sederhana. Bisa diatasi dengan obat, bedak, ataupun losion antijamur dan dioleskan di area yang terinfeksi..

5. Tinea Unguium (Penyakit Kurap Kuku)

penyakit kurap kuku tinea unguium.jpg

Foto: bmj.com

Kurap jamur kuku ini adalah jenis infeksi jamur yang umum.

Kurap dan infeksi yang memiliki nama lain onychomycosis ini menyerang kuku kaki dan kadang kuku tangan.

Namun, bukan ruam yang muncul seperti pada penyakit kurap lain, melainkan kuku yang menebal, rusak, dan berubah warna.

Ini lebih sering terjadi pada pria, orang dewasa , dan orang yang menderita diabetes, psoriasis, penyakit pembuluh darah perifer, atau masalah kesehatan lain yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Mengutip studi yang diterbitkan dalam Fairview, kurap kuku ini didiagnosis melalui mikroskop dengan melihat potongan kuku.

Dengan pengobatan yang tepat, kurap unguium dapat disembuhkan. Tetapi seringkali membutuhkan waktu beberapa bulan saat kuku tumbuh.

Baca Juga: 5 Manfaat Mandi Air Hangat

6. Tinea Manuum (Penyakit Kurap Tangan)

penyakit kurap tangan tinea-manuum-2.jpg

Foto: huidziekten.nl

Ini jenis penyakit kurap yang agak jarang ditemui. Kurap manuum adalah infeksi jamur pada tangan

Kurap ini menyebabkan ruam merah bersisik yang biasanya memiliki tepi yang sedikit menonjol.

Corak kurap ini biasanya membentuk lingkaran. Ini juga kerap terjadi pada kedua kaki.

Karena kurap ini cukup menular, biasanya tertular dengan menyentuh kulit seseorang atau bersentuhan dengan permukaan yang telah terkontaminasi oleh seseorang dengan kurap manuum.

Bahkan, ini dapat menular dari hewan, termasuk anjing, kucing, sapi, dan landak.

Mengenakan pakaian atau sepatu yang ketat, terutama saat berkeringat, dapat membuat lebih rentan terkena penyakit kurap.

7. Tinea Faciei (Penyakit Kurap Wajah)

penyakit kurap wajah tinea faciei.jpg

Foto: herb-med.com

Jenis kurap selanjutnya yakni kurap faciei. Bisa muncul di bagian wajah mana saja. Kurap faciei dapat dialami semua usia dan ras, baik laki-laki maupun perempuan.

Namun, kondisi ini paling sering terlihat pada orang berusia 20-40 tahun.

Jenis kurap ini biasanya diobati dengan salep antijamur, tetapi jika pengobatan tidak berhasil, obat antijamur minum dapat diberikan, termasuk terbinafine dan itraconazole.

Baca Juga: Kenali 6 Gejala Kulit Sensitif Pada Anak

8. Tinea Barbae (Penyakit Kurap Jenggot)

penyakit kurap jenggot Tinea-Barbae.jpg

Foto: 1mhealthtips.com

Jenis kurap ini merupakan bagian dari kurap faciei, namun spesifik terletak di area kumis dan jenggot. Tentu saja penyakit ini hanya dialami pria remaja dan dewasa.

Pada kasus kurap barbae yang ringan, dokter dapat memberi obat-obatan antijamur topikal, seperti krim, losion, atau sampo antijamur.

Dianjurkan untuk mencukur rambut di bagian yang terinfeksi terlebih dahulu, agar salep dapat menyerap dan mengobati secara optimal.

Pada kasus yang lebih parah, diperlukan obat-obatan tablet untuk dikonsumsi. Salah satunya adalah griseofulvin yang dikonsumsi pasien selama 2-3 minggu.

Kurap barbae dapat sembuh jika diobati dengan benar. Lesi yang bengkak akan mereda dalam waktu beberapa bulan.

Namun, jika penyakit ini tidak diobati, penderita dapat mengalami kebotakan dengan luka parut.

9.Tinea Imbricata

penyakit kurap tinea_imbricata.jpeg

Foto: lh6.googleusercontent.com

Infeksi jamur kurap ini biasa terjadi di Polinesia barat daya, Melanesia, Asia Tenggara, India, dan Amerika Tengah.

Di sebagian daerah di Indonesia, penyakit yang gatal dan menyerang anggota tubuh ini disebut “kaskado”.

Melansir studi dalam Science Direct, kurap jenis ini dapat menginfeksi pada semua usia, meskipun bayi dan anak kecil paling sering terkena.

Ciri utama pada kurap imbricata adalah pembentukan cincin di sebagian besar tubuh yang terinfeksi dan membentuk sisik pada kulit.

Baca Juga: Divertikulitis Pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

10. Tinea Incognito

penyakit kurap tinea incognito.jpg

Foto: 2.bp.blogspot.com

Siapa sangka, ternyata penggunaan obat-obatan tidak depat dapat memicu terjadinya kurap pada kulit, lho.

Infeksi kurap inconigito disebabkan karena penggunaan steroid atau calcineurin inhibitor akibat adanya salah diagnosis atau gambaran awal yang tidak jelas.

Sering kali pasien atau dokter percaya bahwa mereka menderita dermatitis, oleh karena itu digunakan krim steroid topikal. Krim steroid untuk meredam peradangan.

Namun, bila krim dihentikan selama beberapa hari rasa gatalnya semakin parah, sehingga krim steroid segera digunakan kembali.

Semakin banyak steroid yang dioleskan, semakin luas infeksi jamur dan semakin tidak dapat dikenali.

Obat oles tersebut menekan respons imun lokal sehingga menyebabkan jamur tumbuh dengan mudah.

11. Tinea Versicolor

penyakit kurap Tinea-Versicolor.jpg

Foto: skinps.com

Berbeda dengan kurap jenis lain yang disebabkan oleh dermatofita, kondisi yang juga dinamakan pityriasis versicolor ini disebabkan oleh ragi.

Infeksi kulit ringan ini bisa terjadi di bagian tubuh mana saja.

Menurut Mayo Clinic, kurap versicolor adalah infeksi jamur yang umum pada kulit. Jamur mengganggu pigmentasi normal kulit, menghasilkan bercak kecil yang berubah warna.

Bercak ini mungkin berwarna lebih terang atau lebih gelap dari pada kulit di sekitarnya dan paling sering terjadi di bahu.

Infeksi yang paling umum terjadi pada anak yang belum puber adalah kurap corporis dan kurap capitis, sedangkan pada orang dewasa adalah kurap cruris, kurap pedis, dan kurap unguium.

Kurap captis, corporis, faciei, dan barbae sering dikaitkan dengan istilah “ringworm”. Namun, kondisi tersebut tidak disebabkan oleh cacing (worm).

Istilah ringworm digunakan karena ruam yang muncul berbentuk seperti cincin (ring).

Baca Juga: 6 Tips Memilih Body Scrub Untuk Kecantikan Kulit

Penyakit kurap di atas kebanyakan terjadi di iklim yang hangat dan lembap seperti di Indonesia.

Salah satu cara mencegahnya adalah menjaga kebersihan, mengeringkan kulit yang basah, dan menghindari pinjam-meminjam pakaian.

Yuk, cegah penyakit kurap, Moms!

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tinea-versicolor/symptoms-causes/syc-20378385#:~:text=Tinea%20versicolor%20is%20a%20common,affect%20the%20trunk%20and%20shoulders.
  • https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/tinea-imbricata
  • https://www.fairview.org/patient-education/90702
  • https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1046/j.1440-0960.2002.00590.x
  • https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/skin/Pages/Tinea-Infections-Ringworm-Athletes-Foot-Jock-Itch.aspx
  • https://dermnetnz.org/topics/tinea-capitis
  • https://www.aafp.org/afp/2014/1115/p702.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait