Kesehatan Umum

6 September 2021

9 Jenis Vaksin Dewasa untuk Meningkatkan Imun Tubuh Menurut Ahlinya, Catat!

Vaksin flu dibutuhkan setiap tahunnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Saat pandemi COVID-19 seperti ini, beragam cara dilakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Salah satu cara yang bisa dilakukan yakni dengan melakukan vaksinasi. Lantas apa saja jenis-jenis vaksin dewasa yang dibutuhkan? Yuk, cari tahu!

Sebenarnya saat kita masih kecil atau bayi pasti pernah melakukan imunisasi atau vaksinasi.

Perlu diketahui bahwa vaksinasi ini tak hanya diperuntukkan untuk anak-anak. Melainkan orang dewasa pun membutuhkannya.

Vaksinasi orang dewasa diperlukan yang dilihat berdasarkan gaya hidup ataupun penyakit yang diderita.

Nah, untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut terkait ini kita langsung tanya kepada ahlinya saja, yuk!

Tema "Expert Room" kali ini tentang jenis-jenis vaksinasi orang dewasa yang akan dijawab dan dijelaskan langsung oleh seorang dokter yang ahli di bidangnya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSIA Bina Medika, dr. Artati Murwaningrum, Sp.PD, akan menjelaskan terkait vaksinasi yang dibutuhkan untuk orang dewasa.

Yuk, simak bersama, Moms!

Jenis-Jenis Vaksin Dewasa

Menurut dr. Artati, dikatakan orang dewasa jika seseorang berusia di atas 18 tahun.

Vaksinasi orang dewasa diberikan berdasarkan kelompok usia, pertimbangan pekerjaan, gaya hidup, dan rencana bepergian ke daerah endemis.

Namun, apa saja jenis vaksin yang diperlukan ya, Moms?

Nah berikut di bawah ini jenis-jenis vaksinasi orang dewasa yang perlu diketahui, antara lain:

1. Vaksin Influenza

6 Fakta Tentang Jenis-jenis Vaksin Dewasa Influenza untuk Bayi, Wajib Tahu!

Foto: Orami Photo Stocks

Jenis vaksin dewasa yang pertama yakni vaksin influenza.

Ini adalah vaksin yang penting untuk mencegah virus penyebab flu musiman, khususnya pada cuaca dingin.

"Untuk influenza dosis sekali per tahun dan bisa diberikan sejak usia 19 tahun ke atas," terang dr. Artati Murwaningrum, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSIA Bina Medika.

Vaksin flu sangat penting bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu seperti memiliki penyakit kronis, wanita hamil, dan lansia.

2. Vaksin Varisela

Adapun jenis vasin dewasa lainnya yang tak kalah penting, yakni vaksin varisela.

Ini merupakan jenis vaksin yang berguna untuk mencegah penyakit cacar air.

Jika Moms tidak pernah menderita cacar air atau tidak pernah divaksinasi, segera lakukan vaksinasi ini.

Meski begitu tak semua orang dewasa boleh melakukan ini, lho.

"Vaksinasi varisela tidak boleh diberikan bagi wanita yang sedang hamil," tutur dr. Artati.

Baca Juga: 17+ Lokasi Vaksin COVID-19 di Depok, Catat Jadwalnya dan Segera Daftar!

3. Vaksin HPV

Jenis Vaksin Dewasa HPV untuk Wanita, Seberapa Penting?

Foto: Orami Photo Stocks

Khusus untuk wanita, yuk lakukan vaksinasi HPV untuk kesehatan organ kewanitaan.

Jenis vaksin dewasa ini dapat mencegah sebagian besar kasus kanker serviks jika diberikan pada mereka yang belum terpapar virus.

Meski banyak dipakai untuk wanita, vaksin HPV juga bisa mencegah kutil kelamin dan kanker dubur pada pria.

Mengutip Mayo Clinic, vaksin ini tidak dianjurkan untuk wanita hamil atau orang yang sakit sedang atau berat.

4. Vaksin Pneumokokal dan Meningitis

"Ada juga vaksin yang diberikan untuk kondisi tertentu. Misalnya jemaah haji membutuhkan vaksin meningitis dan pneumokokal," tutur dr. Artati.

Ini adalah vaksin yang mampu melawan bakteri Streptococcus pneumoniae, salah satu penyebab pneumonia, meningitis, dan sepsis.

Diperlukan 1 dosis untuk kebutuhan 2 tahun lamanya guna melindungi dari penyakit meningitis.

Pada kondisi tertentu, pneumokokal perlu diberikan 2 dosis jika dianggap perlu berdasarkan komorbid.

Jenis vaksin dewasa ini diutamakan bagi mereka yang berusia 50 tahun ke atas, memiliki rencana bepergian, dan seseorang yang memiliki penyakit kronis, seperti diabetes, asma, atau penyakit jantung.

5. Vaksin Hepatitis A

Jenis Vaksin Dewasa Hepatitis, Ini Aturan dan Efek Sampingnya

Foto: Orami Photo Stocks

Jenis vaksin dewasa hepatitis A digunakan untuk membantu mencegah penyakit infeksi akut yang menyerang hati. Umumnya, penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A.

Infeksi akan menyerang fungsi kerja hati dan dapat menular dengan mudah melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi virus.

Vaksin hepatitis A biasanya diberikan dalam 2 dosis. Dosis kedua diberikan dengan selang waktu 6-12 bulan dari suntikan pertama.

6. Vaksin Hepatitis B

Ini juga termasuk dalam rangkaian jenis vaksin dewasa untuk melindungi organ hati.

"Biasanya, vaksin hepatitis B diberikan 3 dosis, yakni ke 0, 1, dan 6 bulan," terang dr. Artati.

Lantas apakah vaksin hepatitis A dan B bisa digabung? Moms bisa menanyakan aturan ini pada dokter yang bersangkutan langsung, ya.

Hal ini karena akan disesuaikan dengan kebutuhan dan riwayat penyakit yang diderita.

Baca Juga: Ini Interval Vaksin COVID-19 dan Vaksin Tahunan Sesuai Anjuran

7. Vaksin Tifoid

jenis vaksin dewasa tifoid

Foto: Orami Photo Stocks

Tipes salah satu penyakit yang disertai demam tinggi dan masih sering ditemukan di Indonesia.

Untuk itu, jenis vaksin dewasa satu ini juga tak kalah penting, yakni vaksin tifoid.

Ini merupakan vaksinasi untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit tipes selama 3 tahun.

Umumnya, ada 2 vaksin untuk mencegah demam tifoid. Salah satunya adalah vaksin yang tidak aktif (dimatikan) dan vaksin hidup yang dilemahkan.

8. Vaksin Zooster

Pernahkah Moms mendengar istilah vaksin zooster? Ini adalah jenis vaksin dewasa yang diutamakan bagi mereka di usia 50 tahun ke atas.

Masih satu rumpun dalam vaksin varisela, tapi vaksin ini memiliki kandungan yang lebih kuat di dalamnya dalam melawan virus.

Kelebihannya yaitu dapat mencegah virus penyebab herpes zooter, yakni penyakit kutil kronis yang menyerang kulit.

Baca Juga: 9 Cara Merawat Telinga, Jangan Menggunakan Cotton Buds!

9. Vaksin MMR

jenis vaksin dewasa vaksin mmr

Foto: Orami Photo Stocks

Sama seperti bayi, orang dewasa juga membutuhkan vaksin MMR.

Lebih dikenal sebagai vaksin untuk mencegah penyakit campak, gondong, dan rubella.

Perlu diketahui bahwa ibu hamil tidak boleh melakukan vaksinasi ini.

"Pemberian dosis vaksin dan intervalnya akan tergantung pada jenis vaksinnya," tutup dr. Artati.

Nah, itu dia Moms, penjelasan mengenai jenis-jenis vaksin dewasa yang perlu diketahui untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Jika Moms memiliki pertanyaan lain, dapat langsung dikonsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam terdekat ya!


Artikel ini merupakan kerjasama dengan RSIA Bina Medika Bintaro.

jadwal dokter-10 (1).jpg

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hpv-infection/in-depth/hpv-vaccine/art-20047292
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait