Kesehatan

KESEHATAN
17 Desember 2020

Jerawat Pustula: Penyebab, Mengatasi, dan Cara Menghilangkannya

Apa itu jerawat pustula? Yuk cari tahu Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang sering Moms rasakan. Jurnal Seatpearls menjelaskan jerawat adalah kelainan inflamasi pada unit pilosebasea yang berlangsung secara kronis dan bisa sembuh dengan sendirinya. Kelainan kulit ini sangat umum dan dapat bersifat inflamasi dan non-inflamasi.

Selain di wajah, jerawat juga bisa tumbuh di area tubuh lainnya, khususnya yang mengandung banyak minyak atau bagian tumbuh yang lembab. Jenis jerawat yang tumbuh tersebut biasanya berwarna berwarna putih atau merah dengan bagian tengah berwarna putih.

Jika memiliki benjolan seperti itu di tubuh, mungkin Moms memiliki jerawat pustula.

Baca Juga : Mencuci Wajah dengan Air Keran Ternyata Picu Timbulnya Jerawat

Mengenal Apa Itu Jerawat Pustula

Jerawat Pustula

foto: freepik.com

Jerawat pustula adalah benjolan kecil di kulit yang berisi cairan atau nanah. Biasanya muncul sebagai benjolan putih yang dikelilingi oleh kulit merah terkadang jerawat ini bisa tumbuh kecil, tetapi bisa tumbuh cukup besar.

Jenis jerawat ini bisa berkembang di bagian tubuh mana pun, tetapi paling sering di punggung, dada dan wajah. Biasanya, jerawat pustula bisa ditemukan berkelompok di area tubuh yang sama.

Penyebab tumbuhnya jerawat pustula biasanya karena ketidakseimbangan hormon atau perubahan hormon dalam tubuh. Kondisi kulit ini sangat umum, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda.

Jerawat pustula bisa diatasi dengan obat-obatan atau jika kasusnya sudah parah, mungkin dokter akan melakukan tindakan seperti operasi.

Penyebab Jerawat Pustula

Jerawat Pustula

foto: freepik.com

Jerawat pustula dapat terbentuk ketika kulit Moms meradang akibat reaksi alergi terhadap makanan, alergi lingkungan, atau gigitan serangga.

Jerawat pustla berkembang ketika dinding pori yang terkena mulai rusak. Kemudian muncul noda merah pada kulit yang membengkak atau pembengkakakn papula pada kulit. Sel darah putih berkumpul di papula, membentuk nanah yang melawan infeksi dari kotoran atau bakteri yang masuk ke pori-pori.

Pada titik ini, papula menjadi pustula yang berisi sebum, bakteri, dan puing-puing sel. Bakteri penyebab jerawat ini adalah Propionibacterium acnes.

Penyebab jerawat pustula juga hampir sama dengan yang lain, yaitu perubahan hormonal selama pubertas, kehamilan, menopause, diet, menumpuknya minyak dan kotoran di kulit dan obat-obatan tertentu. Selain itu, jerawat ini juga bisa disebabkan karena faktor genetik.

Di Mana Jerawat Pustula Tumbuh?

Jerawat pustula bisa tumbuh di mana saja, tetapi lebih sering tumbuh di area tubuh yang berminyak, seperti wajah dan leher, serta area yang berkeringat, seperti ketiak, dada, dan area kemaluan.

Bentuk jerawat pustula berwarna putih atau merah dengan bagian tengah berwarna putih. Biasanya akan menimbulkan sakit saat disentuh. Selain itu, kulit di sekitar benjolan bisa menjadi merah dan meradang.

Baca juga :Cara Membersihkan Muka Untuk Kulit Berjerawat

Perbedaan Jerawat Pustula dan Jerawat Biasa

Jerawat Pustula

foto: freepik.com

American Academy of Dermatology menjelaskan ada enam jenis jerawat yang sering dialami oleh Moms, yaitu whiteheads atau komedo putih, blacksheads atau komedo hitam, pustula, papula, nodul dan kista. Berikut perbedaan jerawat pustula dengan jerawat biasa.

Secara umum, jerawat memiliki karakter yang serupa. Karena semua jerawat disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat. Namun, ciri fisik antara jerawat pustula dengan jerawat biasa berbeda.

Komedo hitam dan komedo putih adalah jenis jerawat terkecil. Komedo hitam memiliki pori-pori terbuka, sedangkan komedo tertutup pada komedo putih.

Ciri fisik jerawat pustula sama dengan jerawat papula, keduanya lebih besar dari komedo dan komedo putih. Jerawat ini terjadi ketika dinding pori-pori rusak dan menyebabkan jerawat yang lebih besar terbentuk.

Jerawat pustula biasanya berwarna putih dan tidak berisi nanah, seperti papula. Selain itu, jerawat pustula juga lembut saat disentuh.

Sementara jerawat nodul dan kista lebih besar dari papula dan pustula. Biasanya, jenis jerawat ini memerlukan perhatian medis untuk penyembuhan. Selain itu, jerawat jenis ini juga bisa membuat kulit di sekitar pori menjadi sangat teriritasi. Nodul lebih keras saat disentuh, sedangkan kista bersifat lebih lunak.

Baca Juga : 6 Kiat Memakai Makeup Saat Kulit Sedang Berjerawat

Cara Mengatasi Jerawat Pustula

Jerawat Pustula

foto: freepik.com

Jerawat pustula dapat sembuh tanpa pengobatan. Mom, hanya perlu menjaga kulit di sekitar jerawat pustula tetapi bersih dan bebas minyak. Caranya, Moms hanya perlu mencuci muka dengan air hangat dan sabun muka dua kali sehari.

Namun banyak orang yang merasa kalau perawatan ini terlalu lama menyembuhkan jerawat pustula. Apalagi bentuknya yang mengganggu penampilan, Moms pasti akan berusaha untuk menghilangkannya dengan berbagai cara.

Cara menghilangkan jerawat pustula bisa meggunakan krim, salep dan sabun yang mengandung salicylic acid, sulfir dan peroxide. Namun, produk ini hanya berlaku untuk di daerah yang bukan bagian genital atau alat kelamin ya Moms.

Penting untuk menghindari mengorek atau meletuskan jerawat pustula. Melakukan ini dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut dan memperpanjang proses penyembuhan.

Jika pengobatan rumahan tidak berhasil, Moms dapat berbicara dengan dokter dan meminta resep untuk menghilangkan jerawat pustula. Obat sesuai dosis dokterbiasanya lebih cepat menghilangkan jerawat pustula.

Produk jerawat bisa mengeringkan kulit. Moms yang memilii kulit sensitif harus mencari produk yang tidak terlalu mengiritasi dan dapat membantu melembabkan kulit. Jika kulit menjadi meradang, seseorang harus berhenti menggunakan produk tersebut.

Baca Juga : Ini Dia Penyebab-Penyebab Jerawat pada Badan yang Harus Diketahui

Cara Menghilangkan Jerawat Pustula

Jerawat Pustula

foto: freepik.com

Dua jenis pengobatan ini dianggap sebagai cara menghilangkan jerawat pustula yang sangat ampuh.

1. Pengobatan Rumahan untuk Jerawat Pustula

Banyak orang percaya, pengobatan rumahan efektif untuk mengobati jerawat termasuk jerawat pustula. Berikut cara mengobatai jerawat pustula di rumah.

  • Masker Lumpur: Masker yang mengandung lumput alami dipercata dapat menarik minyak dan kotoran dari kulit dan mengurangi timbulnya jerawat.
  • Minyak Esensial: Mengoleskan minyak esensial dengan sifat anti-inflamasi, seperti tea tree oil atau minyak rosemay ke sekitar area tumbuhnya jerawat pustula. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada jerawat.
  • Gel Lidah Buaya: Lidah buaya adalah bahan alami dengan sifat antibakteri dan anti-inflamasi. Sehingga dapat membantu menghilangkan jerawat pustula di wajah.

2. Perawatan Dokter untuk Jerawat Pustula

Jika pengobatan rumahan tidak berhasil menghilangkan jerawat, Moms dapat langsung berkonsultasi dengan dokter. Nantinya dokter akan memberikan pengobatan yang dapat menghilangkan jerawat pustula, terutama yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Dokter nantinya akan memberikan obat, seperti antibiotik oral, seperti doksisiklin dan amoksisilin; antibiotik topikal, seperti dapson asam salisilat.

Dalam beberapa kasus, dokter juga akan menyarankan untuk melakukan potodinamik (PDT) terapi unutk mengobati jerawat pustula.

PDT adalah perawatan yang menggabungkan cahaya dan solusi khusus yang mengaktifkan cahaya yang menargetkan dan menghancurkan jerawat. Selain menghilangkan pustula dan kondisi kulit terkait lainnya yang disebabkan oleh jerawat, PDT juga dapat menghilangkan bekas jerawat yang lebih tua dan membuat kulit Moms lebih halus.

Namun, Moms tetap harus berkonsultasi dengan dokter kulit apakah pengobatan PDT dapat mengobati kondisi Moms.

Perlu diingat juga ya Moms, saat mengobati jerawat pustula, Moms harus menghindari produk-produk seperti lotion dengan bahan dasar minyak atau petrolium jelly. Karena produk-produk-produk ini dapat menyumbat pori-pori kulit dan menyebabkan makin banyaknya jerawat pustula tumbuh di wajah Moms.

Baca Juga: Cara Membersihkan Muka Untuk Kulit Berjerawat

Kapan Jerawat Pustula Membutuhkan Pengobatan Medis?

Jerawat pustula yang tiba-tiba muncul di seluruh wajah dengan bercak di berbagai bagian tubuh mungkin menunjukan bahwa terjadi infeksi bakteri. Jika hal ini terjadi, Moms harus segera menghubungi dokter untuk menjalani pengobatan yang lebih intensif.

Moms juga harus menghubungi dikter jika jerawat pustula terasa nyeri atau mengeluarkan cairan. Karena bisa jadi ini adalah gejala dari infeksi kulit yang serius.

Selain itu, jika timbulnya jerawat pustula disertai dengan demam, panas di sekitar area jerawat pustula, kulit lembap, mual, muntah, diare, nyeri di sekitar tumbuhnya jerawat atau jerawat pustula terus membesar dan menyakitkan, Moms harus segera mendapatkan pertolongan darurat. Karena hal ini mungkin saja pertanda terjadinya infeksi lain dari tubuh Moms.

Baca Juga : Jerawat di Punggung? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cara Mencegah Jerawat Pustula

Jerawat Pustula

foto: freepik.com

Moms yang rentan terhadap seringnya jerawat, ada langkah-langkah yang dapat membantu mencegah timbulnya jerawat pustula, seperti menjaga kulit tetap bersih dan bebas minyak, keramas secara teratur untuk mencegah munculnya jerawat di dekat poni.

Menggunakan tabir surya, pelembab, make-up, dan produk lain yang berlabel "non-comedogenic", yang artinya diformulasikan untuk tidak memicu jerawat dan mandi setelah melakukan aktivitas fisik yang berat juga dapat menghilangkan minyak dan keringat yang dapat memicu munculnya jerawat.

Moms sudah tahukan apa saja penyebab dan mengatasi serta menghilangkan jerawat pustula? Mulai sekarang tidak perlu khawatir lagi ya Moms. Asalkan Moms tetap menjaga kebersihan dan menjaga produksi minyak di kulit tidak berlebihan.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait