Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Balita | Jun 16, 2018

Jika Anak Lebih Dekat dengan Ayahnya

Bagikan


Kesal karena akhir-akhir ini Si Kecil sepertinya lebih senang bersama pasangan? Anak seakan tidak bisa lepas dari papanya, mulai dari minta dipakaikan baju, disuapi, ditemani bermain, bahkan tidurpun minta ditemani papa. Seperti 'anak ayah' saja!

Jangan cemburu atau cemas, Moms. Menurut Krista L Swanson, PhD, psikolog anak di Early Childhood Center di Cedars-Sinai Medical Center di Amerika Serikat, anak yang bersikap tidak adil atau pilih kasih justru menMomskan bahwa dia merasa dekat dengan Moms.

Si Kecil merasa secure karena bisa merasakan cinta Moms. Iapun tahu bahwa dia bisa saja menolak Moms, tapi masih akan mendapatkan sambutan hangat saat dia kembali ke pelukan Moms nanti.

Selain itu, preferensi ini timbul karena setiap orang, termasuk bayi, pada dasarnya akan memiliki rasa nyaman bila berinteraksi dengan orang lain. Anak-anak bayi memiliki preferensi terhadap orang-orang yang mengasuhnya, mulai dari bonding, rasa nyaman, sampai perasaan menyenangkan yang dirasakannya saat berinteraksi dengan orang tersebut.

Ketika pasangan Moms ’menang’ karena Si Kecil lebih memilih dia, jangan berkecil hati, Ma. Beberapa langkah berikut bisa dilakukan untuk menyeimbangkan preferensi Si Kecil agar lebih 'bersikap adil' dan membuat Moms lebih 'tahan banting'.

Introspeksi

Di usia berapapun, anak-anak sudah bisa merasakan kenyamanan. Sesekali cobalah lakukan introspeksi diri dengan mengingat perbedaan sikap Moms dengan pasangan saat berinteraksi dengan anak. Bisa saja pasangan justru lebih jeli menangkap kebutuhan anak atau lebih bisa membuat Si Kecil merasa nyaman.

Misalnya, lewat hal kecil seperti mendengar dan memberikan respons ketika Si Kecil bercerita. Mungkin perhatian Moms sering terpecah saat anak bercerita karena harus memasak atau menyiapkan makan malam?  

Baca Juga : 5 Manfaat Membacakan Buku Cerita Untuk Anak

Perbaiki Cara Bermain

Anak menyukai hal-hal yang seru dan menyenangkan, walaupun diulang-ulang dan sama persis. Mungkin bagi orang dewasa, hal itu membosankan. Tapi, jika Moms mau sedikit bersabar dan mengemas permainan dengan lebih seru, percayalah, dia akan menempel pada Moms!

Jangan Paksa

Walaupun sangat ingin Si Kecil memilih bermain dengan Moms, ingatlah untuk tidak pernah memaksanya. Memaksa hanya akan membuat anak merasa tidak nyaman dan semakin lebih memilih bersama pasangan. Santai saja, dia akan kembali kepada Moms.

Sempatkan Bersenang-Senang!

Luangkan waktu beberapa menit dalam sehari untuk bermain bersama Si Kecil. Misalnya, 30 menit di malam hari saat Moms sudah berada di rumah. Lakukan saja aktivitas sederhana yang mudah dilakukan, misalnya saling berpelukan sambil Moms mendongeng untuk Si Kecil sebelum tidur.

 

Kalau anak Moms, lebih dekat pada ibunya atau ayahnya?

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.