Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Jun 8, 2018

Jika Puasa, Kondisi Kesehatan Penderita 10 Penyakit Ini Bisa Makin Parah

Bagikan


Ramadan selalu jadi bulan yang dirindukan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Kewajiban puasa di bulan Ramadan juga menjadi hal yang selalu ingin dilakukan. Namun, sayangnya tidak semua umat Muslim bisa malekukannya.

Para penderita penyakit-penyakit tertentu atau memiliki kondisi kesehatan yang spesial justru tidak diperbolehkan untuk berpuasa. Sebab, puasa dikhawatirkan akan membuat penyakit mereka semakin parah. Penderita penyakit apa saja yang sebaiknya tidak berpuasa? Berikut daftarnya.

1. Infeksi akut

Penderita infeksi akut seperti radang tenggorokan berat, demam tinggi, diare akut, mual, dan muntah tidak boleh berpuasa.

Selain karena muntah bisa membatalkan puasa dan menyebabkan dehidrasi, pengobatan infeksi akut juga harus mengonsumsi obat. Tanpa konsumsi obat, penyakit yang diderita akan semakin parah.

2. Migraine dan vertigo

Penderita migraine dan vertigo kondisinya akan semakin buruk jika tidak makan atau minum obat.

Berpuasa sangat berpotensi membuat kondisi penderta migraine dan vertigo semakin buruk sampai kesulitan beraktivitas.

3. Gangguan pernapasan akut

Penderita gangguan pernapasan akut seperti asma akut dan penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) yang berat tidak boleh berpuasa.

Pasien PPOK stadium 4 umumnya mengalami penurunan nafsu makan karena terdapat gangguan pada bagian diafragma. Kondisi ini sangat tidak disarankan untuk berpuasa.

4. Gagal jantung

Pasien gagal jantung kronis atau yang mengidap lemah fungsi jantung sebaiknya menghindari berpuasa.

Pasien gagal jantung memiliki jadwal mengonsumsi obat yang harus ditepati. Meski begitu, untuk gejala yang lebih terkendali, diperbolehkan tetap berpuasa dengan tetap meminum obat-obatan saat sahur.

Baca juga: Ini 8 Makanan yang Ramah Jantung dan Sehat

5. Maag akut

Pasien sakit maag akut seperti muntah-muntah hebat dan nyeri hebat sampai keluar keringat dingin tidak boleh berpuasa.

Jika memaksakan puasa, kondisi pasien sakit maag akan semakin parah.

6. Kanker

Pasien kanker yang sedang dalam pengobatan atau belum diobati juga tidak boleh berpuasa. Puasa akan membuat pengobatan pasien kanker jadi terhambat dan membuat kondisi kesehatannya bisa jadi semakin buruk.

7. Liver kronis

Gangguan liver kronis seperti hepatitis B dan C sebaiknya menghindari puasa. Penderita hepatitis tipe tertentu tidak memiliki cadangan glikogen dalam liver yang berbahaya jika terkuras saat puasa.

8. Gagal ginjal kronis

Pasien dengan gagal ginjal kronis yang sedang menjalani cuci darah atau peritoneal dialysis juga tidak boleh berpuasa.

Cuci darah menyebabkan batal puasa karena darang yang dimasukkan kembali ke tubuh mengandung cairan pembersih dengan jumlah yang dianggap sebagai makan dan minum. Di luar jadwal cuci darah, pasien gagal ginjal kronis boleh berpuasa.

Baca juga: Sering Menahan Buang Air Kecil Bisa Kena Batu Ginjal

9. Diabetes

Pasien diabetes sama sekali tidak diperbolehkan berpuasa bila gula darahnya dalam kondisi buruk, memiliki komplikasi berat, dan menjalani injeksi insulin dosis besar.

10. Alzheimer

Orang tua usia lanjut yang menderita pikun (alzheimer) sebaiknya tidak berpuasa. Kewajiban ibadah dan puasa tidak perlu dilaksanakan jika kondisi tubuhnya lemah serta hilang akal (pikun).

Jangan memaksakan diri untuk puasa jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Sebaiknya juga periksakan diri ke dokter sebelum menjalani puasa.

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.