Kesehatan

KESEHATAN
27 Februari 2021

Seperti Apa Kadar Gula Darah Normal? Ketahui Faktanya Berikut Ini!

Seperti apakah kadar gula darah yang normal? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Amelia Puteri

Kadar glukosa darah adalah jumlah glukosa yang dimiliki seseorang dalam darahnya pada waktu tertentu. Karena itu, penting mengetahui apakah Moms memiliki kadar gula darah normal atau tidak.

Tingkat gula darah yang tinggi atau rendah dapat menunjukkan kondisi kesehatan yang mendasari yang mungkin memerlukan perhatian medis.

Moms bisa menggunakan gambaran umum kadar gula darah normal yang akan dijelaskan dalam ulasan berikut ini untuk memahami apa arti kadar gula darah yang Moms miliki.

Baca Juga: Kadar Gula Darah Pengaruhi Peluang Hamil?

Berapa Kadar Gula Darah Normal pada Orang Sehat?

Berapa Kadar Gula Darah Normal pada Orang Sehat?

Foto: Orami Photo Stock

Moms bisa memiliki kadar gula darah normal, tinggi, atau rendah, tergantung pada seberapa banyak glukosa yang dimiliki dalam aliran darahnya.

Glukosa ini adalah gula sederhana yang selalu ada di aliran darah. Kadar glukosa darah normal dapat diukur ketika seseorang berpuasa, makan, atau setelah mereka makan.

Mengutip American Diabetes Association (ADA), kadar gula darah normal untuk orang dewasa, yang tidak mengidap diabetes, dan belum makan setidaknya delapan jam (puasa) biasanya kurang dari 100 mg/dL.

Sementara kadar glukosa darah normal untuk orang dewasa, tanpa diabetes, dua jam setelah makan adalah 90 hingga 110 mg/dL.

Nyatanya ada banyak faktor yang memengaruhi kadar gula darah sepanjang hari, antara lain:

Kadar gula darah normal dan ideal untuk siapa saja tanpa diabetes atau pradiabetes, tanpa memandang usia, di pagi hari harus kurang dari 100 mg / dL.

Ingat, kadar gula darah bisa berfluktuasi sepanjang hari sebagai akibat dari faktor-faktor yang disebutkan sebelumnya.

Baca Juga: 12 Makanan Penurun Gula Darah dan Paling Ampuh Cegah Diabetes

Lebih Dalam Mengenai Kadar Gula Darah dan Terjadinya Diabetes

Lebih Dalam Mengenai Kadar Gula Darah dan Terjadinya Diabetes

Foto: Orami Photo Stock

Glukosa darah, atau gula darah adalah gula yang ada di dalam darah. Ia berasal dari makanan yang Moms makan. Makanan yang mengandung karbohidrat, seperti roti, pasta, dan buah merupakan penyumbang utama glukosa darah.

Sel-sel di tubuh kita membutuhkan glukosa untuk energi dan Moms membutuhkan energi untuk bergerak, berpikir, belajar, dan bernapas.

Otak, yang merupakan pusat komando, menggunakan sekitar setengah dari semua energi dari glukosa di dalam tubuh.

Saat Moms makan makanan, pankreas (organ yang berada di antara perut dan tulang belakang) bekerja, melepaskan enzim yang membantu memecah makanan dan hormon yang membantu tubuh menangani masuknya glukosa.

Salah satu hormon ini adalah insulin, dan ini memainkan peran kunci dalam mengelola kadar glukosa dalam darah.

Di sinilah segala sesuatunya bisa jadi masalah.

Jika pankreas tidak membuat cukup insulin, atau berhenti membuatnya sama sekali (dalam kasus diabetes tipe 1), maka kadar glukosa dalam darah bisa naik terlalu tinggi.

Namun bisa juga saat pankreas membuat cukup insulin tetapi sel-sel kesulitan menggunakannya dengan benar. Alhasil ini menyebabkan kadar glukosa darah meningkat.

Ini disebut resistensi insulin dan merupakan ciri khas diabetes tipe 2.

Dalam jangka pendek, kadar glukosa darah yang tinggi dapat membuat Moms merasakan beberapa gejala. Moms bisa jadi sering haus, sering bepergian ke kamar mandi, kelelahan, dan penurunan berat badan.

Semua itu adalah gejala glukosa darah tinggi (hiperglikemia). Jika tidak ditangani, masalah yang lebih serius dapat terjadi, seperti ketoasidosis diabetikum.

Kadar glukosa darah tinggi yang kronis dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung, ginjal dan mata, serta kerusakan saraf.

Baca Juga: 7 Tanda Diabetes yang Muncul di Kulit, Waspada!

Cara Mengetahui Kadar Gula Darah

Cara Mengetahui Kadar Gula Darah

Foto: Orami Photo Stock

Ingat, Moms tidak bisa merasakan sendiri berapa tingkat glukosa darah, kecuali jika cukup tinggi atau rendah.

Moms bahkan mungkin tidak selalu memiliki gejala glukosa darah tinggi atau rendah; kenyataannya, banyak pengidap diabetes tipe 2 tidak memiliki gejala.

Karena alasan ini, tidak jarang orang tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun.

Cara terbaik untuk mengetahui kadar gula darah normal atau tidak adalah dengan memeriksanya dengan pengukur glukosa.

Ini berarti jari akan dipaksa untuk meneteskan darah ke setrip tes, lalu memasukkan setrip tersebut ke meteran untuk pembacaan. Dokter mungkin dapat memberi tes secara gratis, tetapi pada beberapa kesempatan Moms mungkin harus membayar untuk strip tes dan lancet.

Cara lain untuk mengetahui tingkat gula darah normal atau tidak adalah dengan menggunakan monitor glukosa berkelanjutan, atau CGM, yang membaca glukosa dalam cairan interstisial (cairan antar sel) setiap 5 menit.

Pemantauan glukosa berkelanjutan ini biayanya mahal dan mungkin atau mungkin tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan.

Baca Juga: 3 Alasan Diabetes Meningkatkan Risiko COVID-19, Simak di Sini!

Cara Membaca Hasil Tes Gula Darah

Cara Membaca Hasil Tes Gula Darah

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms mengidap diabetes, dokter mungkin menyarankan Moms untuk memeriksakan kadar gula darah sekali seminggu, sekali sehari atau hingga 10 kali sehari.

Namun, apa sih artinya ketika melihat 67, 101 atau 350 pada meteran? Dan apa itu berarti gula darah normal?

Pertama-tama, Moms harus mengetahui definisi dari normal itu sendiri.

Menurut kamus Merriam-Webster, satu definisi dari normal adalah "menyesuaikan dengan tipe, standar, atau pola biasa."

Ini adalah istilah yang tidak semua orang suka, karena jika Moms tidak "normal", Moms mungkin dianggap "abnormal", yang berarti, "tidak biasa dengan cara yang tidak diinginkan atau bermasalah".

Daripada menganggap gula darah normal atau tidak normal, Moms mungkin perlu menganggapnya sebagai "dalam rentang ".

American Diabetes Association memberikan pedoman untuk sasaran glukosa darah bagi pengidap diabetes, dan sasarannya bervariasi tergantung pada saat Moms memeriksa glukosa:

  • Saat puasa (sebelum makan makanan pertama pada hari itu) dan sebelum makan harus berkisar antara 80–130 mg / dl
  • Postprandial (satu sampai dua jam setelah makan), kadarnya harus kurang dari 180 mg / dl

Pedoman ini untuk orang dewasa yang tidak hamil dengan diabetes tipe 1 atau tipe 2. Anak-anak, remaja dan wanita hamil mungkin memiliki tujuan yang berbeda.

Baca Juga: 3 Gejala Diabetes yang Mudah Dikenali

Gaya Hidup untuk Cegah Diabetes

Gaya Hidup untuk Cegah Diabetes

Foto: Orami Photo Stock

Sayangnya diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah. Namun, pilihan gaya hidup sehat dapat membantu mengobati prediabetes, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional. Beberapa cara yang disarankan oleh Mayo Clinic, antara lain:

  • Makan Makanan Sehat. Pilih makanan yang rendah lemak dan kalori serta lebih tinggi serat. Fokus pada buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Upayakan variasi untuk mencegah kebosanan.
  • Lakukan Lebih Banyak Aktivitas Fisik. Usahakan untuk melakukan aktivitas aerobik sedang sekitar 30 menit di sebagian besar hari dalam seminggu, atau setidaknya 150 menit aktivitas aerobik sedang dalam seminggu.
  • Menurunkan Berat Badan Berlebih. Jika Moms kelebihan berat badan, menurunkan berat badan, bahkan hanya 7 persen saja dari berat badan, Moms dapat mengurangi risiko diabetes. Namun, jangan mencoba menurunkan berat badan selama kehamilan.

Untuk menjaga berat badan dalam kisaran yang sehat, fokuslah pada perubahan permanen pada kebiasaan makan dan olahraga.

Motivasikan diri dengan mengingat manfaat penurunan berat badan, seperti jantung yang lebih sehat, lebih banyak energi, dan peningkatan harga diri.

Itu dia Moms, penjelasan mengenai kadar gula darah normal atau terlalu tinggi atau rendah. Semoga berguna ya!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait