Kesehatan

24 Agustus 2021

Ketahui Kalori Mayones dan Berbagai Fakta Menarik Lainnya!

Benarkah kalori mayones cukup tinggi sehingga menjadikannya sebagai salah satu makanan tidak sehat?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Widya Citra Andini

Banyak orang yang tampaknya memiliki hubungan benci tapi cinta dengan mayones. Pasalnya, kalori mayones dikatakan cukup tinggi dan ia juga memiliki kandungan lemak jenuh.

Dalam 100 gram penyajian, kalori mayones bisa mencapai 679 kilo kalori. Sederhananya, dalam satu sendok makan mayones, Moms bisa mendapatkan 90 kalori.

Untuk membakar kalori mayones sebanyak satu sendok makan ini, Moms bisa melakukannya dengan berbagai aktivitas.

Moms akan membutuhkan 8 menit berenang, 10 menit jogging, 14 menit bersepeda, atau 25 menit jalan kaki.

Tak hanya dikhawatirkan bisa menambah berat badan, beberapa orang juga menghindari saus ini karena kekhawatiran bahwa mayones yang disimpan dengan tidak benar dapat menjadi sarang bakteri.

Namun, benarkah mayones adalah makanan tidak sehat, mari simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca Juga: 5 Resep Risol Mayo Simpel dan Anti Gagal

Kalori Mayones dan Kandungan Gizi Lainnya

Kalori Mayonaise

Foto: cookingwsheila.com

Biasanya kalori mayones pedas atau yang biasa tidak jauh berbeda. Dalam satu porsi mayones seberat 14 gram, Moms akan mendapatkan beberapa nutrisi seperti:

  • 100 kalori
  • 11 gram lemak
  • 1,5 gram lemak jenuh
  • 10 gram kolesterol
  • 80 milligram magnesium

Mayones adalah saus yang cukup populer dan sering ditambahkan dalam berbagai makanan seperti roti isi hingga salad.

Mayones dibuat dengan mengemulsi telur, minyak, dan beberapa jenis asam, biasanya cuka atau jus lemon.

Emulsifikasi berarti menggabungkan dua atau lebih cairan yang biasanya tidak dapat dicampur. Ada emulsi permanen dan sementara.

Vinaigrettes, terbuat dari minyak dan cuka, adalah emulsi sementara, jadi Moms perlu mengocoknya sebelum menambahkannya ke salad.

Mayo adalah emulsi permanen. Lesitin dalam kuning telur juga merupakan pengemulsi efektif yang menyatukannya.

Mayones tidak mengandung produk susu, jadi itu berarti tidak mengandung susu.

Itu berarti jika Moms memiliki alergi susu atau intoleransi laktosa, aman untuk makan telur, serta mayones, karena tidak mengandung laktosa.

Namun ada beberapa resep mayones tanpa telur yang menggunakan susu kental sebagai pengganti telur.

Karena mayones mengandung telur, ini bukan produk vegan. Produk makanan yang vegan dibuat tanpa produk hewani.

Untuk mayones vegan, produk komersial dapat menggunakan aquafaba, yang merupakan cairan kental dari proses memasak atau dari merendam buncis.

Baca Juga: Menu Diet Mayo untuk Moms, Efektif Turunkan Berat Badan

Sebagian besar merek mayo komersial tidak memiliki produk susu, tetapi mereka mungkin memiliki beberapa bahan lain, seperti:

  • Minyak kedelai
  • Cuka suling
  • Telur atau kuning telur
  • Garam
  • Gula
  • Konsentrat jus lemon
  • Rempah-rempah dan rempah-rempah untuk rasa dan warna, seperti paprika
  • Pengawet dan bahan tambahan makanan seperti kalsium dinatrium EDTA

Ingat, selalu periksa label nutrisi untuk daftar bahan jika Moms memiliki alergi makanan.

Baca Juga: Amankah Mengonsumsi Mayonaise Saat Hamil? Simak Jawabannya di Sini

Apakah Mayones Masuk dalam Makanan Sehat?

Kalori Mayonaise

Foto: diadona.id

Jika ditanya apakah mayones termasuk makanan sehat atau tidak sehat, sebenarnya jawaban akan tergantung pada jenis diet yang Moms ikuti.

Mayones dapat dianggap baik atau buruk. Karena sebagian besar adalah minyak, jadi ini adalah bumbu tinggi lemak dan tinggi kalori.

Jika Moms menjalani diet rendah lemak atau rendah kalori, Moms harus mengontrol porsi dan mengukur kalori mayones yang dikonsumsi.

Namun, bagi orang-orang yang menjalani diet rendah karbohidrat atau ketogenik, mayones dapat dinikmati dengan lebih leluasa.

American Heart Association merekomendasikan bahwa lemak jenuh membentuk 5 persen hingga 6 persen dari kalori harian.

Artinya, untuk diet 2.000 kalori, Moms harus mengonsumsi tidak lebih dari 120 kalori (13 gram) lemak jenuh.

Lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol jahat. Kadar kolesterol yang tinggi juga dapat meningkatkan peluang Moms untuk terkena stroke dan penyakit jantung.

Namun, jangan khawatir, ada produk mayones komersial yang tersedia dalam versi rendah lemak atau bebas lemak.

Jenis mayo ini menggunakan pati makanan yang dimodifikasi dan pengemulsi lainnya untuk mendapatkan tekstur yang tepat.

Baca Juga: 13 Manfaat Kuning Telur untuk Kesehatan dan Kecantikan

Cara Membuat Mayones Sendiri

Kalori Mayonaise

Foto: saga.co.uk

Membuat mayones di rumah memungkinkan Moms mengontrol jumlah garam dan bahan lain yang ditambahkan.

Cobalah membuat beberapa mayones buatan sendiri untuk digunakan dalam saus dan olesan.

Untuk membuat sekitar 1 cangkir mayones, berikut caranya:

  1. Kocok satu kuning telur besar dan setengah sendok makan air. Blender campuran tersebut hingga sedikit mengental.
  2. Saat memblender, tambahkan satu tetes minyak seperti minyak canola. Kemudian mulailah mengalirkan minyak secara perlahan.
  3. Terus aduk saat Moms menambahkan sisa minyak, dengan total 1 cangkir minyak.
  4. Jika terlalu kental, tambahkan sedikit air. Setelah menambahkan semua minyak, campurkan jus setengah lemon.
  5. Bumbui dengan garam secukupnya.

Moms juga bisa membuat mayones dengan jenis minyak apa pun, tetapi sebaiknya gunakan minyak yang lebih netral seperti canola atau minyak sayur. J

ika Moms memilih untuk menggunakan minyak mentah, seperti minyak zaitun extra-virgin, emulsi dapat terpisah setelah beberapa jam.

Minyak mentah, serta minyak tua atau tidak disimpan dengan benar juga cenderung membuat mayones tidak stabil.

Baca Juga: Diet? Hitung Kalori Telur Dadar dan Ikuti Tips Memasak Rendah Kalori

Bisakah Mayones Sebabkan Keracunan?

Kalori Mayonaise

Foto: Orami Photo Stock

Kekhawatiran tentang keracunan akibat mayones bisa terjadi akibat bakteri di dalamnya.

Terutama mayones buatan sendiri yang biasanya dibuat dengan kuning telur mentah.

Sementara mayones buatan pabrik biasanya tidak menjadi masalah karena ia dibuat dengan telur yang dipasteurisasi dan diproduksi sedemikian rupa agar tetap aman.

Selain itu, mayones mengandung cuka atau jus lemon, asam yang dapat membantu mencegah beberapa bakteri.

Namun, sebuah studi dari Journal of Food Protection menemukan bahwa mayones buatan sendiri mungkin masih mengandung bakteri Salmonella meskipun senyawa asam yang digunakan berbeda.

Karena itu, beberapa orang lebih suka mempasteurisasi telur dalam air 60° Celsius selama 3 menit sebelum membuat mayones.

Terlepas dari jenis mayones yang Moms pilih, selalu ikuti panduan keamanan pangan. Hidangan berbahan dasar mayones tidak boleh ditinggalkan di lemari es selama lebih dari dua jam.

Mayones komersial yang sudah dibuka juga harus disimpan di lemari es setelah dibuka dan dibuang setelah 2 bulan.

  • https://doi.org/10.4315/0362-028X.JFP-11-373
  • https://www.foodnetwork.com/healthyeats/healthy-tips/2011/07/mayo-good-or-bad
  • https://www.verywellfit.com/mayonnaise-good-or-bad-2242232
  • https://www.thrillist.com/health/nation/how-to-make-mayonnaise-healthy-mayo-good-for-you
  • https://www.calorieking.com/us/en/foods/f/calories-in-mayonnaise-mayonnaise/3fqJM6bKRM-BVyTkMBjYhw
  • https://www.webmd.com/diet/what-to-know-about-mayonnaise-and-is-it-dairy-free#1
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait