Kesehatan

17 Juni 2021

Diet? Hitung Kalori Telur Dadar dan Ikuti Tips Memasak Rendah Kalori

Seberapa banyak sih?
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Karla Farhana

Telur adalah salah satu makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Dapat diolah menjadi berbagai bentuk, seperti telur mata sapi, telur rebus ataupun telur dadar. Namun tahukah Moms berapa kalori telur dadar?

Tentu setiap cara pengolahan, berbeda pula kandungan kalori telur dadar.

Untuk itu mari cari tahu kalori yang ada pada telur dadar.

Menghitung Kalori Telur Dadar

Resep dan Kalori Telur Dadar Tahu.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Dalam masakan, telur dadar adalah hidangan yang terbuat dari telur kocok, digoreng dengan mentega atau minyak dalam wajan.

Biasanya telur dadar dilipat dan diberikan isian seperti keju, daun bawang, sayuran, jamur, daging, atau beberapa kombinasi di atas.

Telur dadar hampir sama dengan telur omellete, gaya penyebutannya saja yang berbeda.

Nah, isian telur dadar ini tentu mempengaruhi kalori telur dadar itu sendiri.

Mengutip myfitnesspal, untuk kalori telur dadar pada umumnya yakni isian kosong dengan berat 100 gram, yakni sekitar 94 kalori.

Bergantung pada cara mengolahnya, telur dadar bisa menjadi menu pantangan bagi mereka yang sedang menjaga berat badan.

Ketika diolah menggunakan minyak atau butter, maka akan ada tambahan 50 kalori sehingga total kalori telur dadar adalah sekitar 134 kalori.

Bergantung pada isiannya, jumlah kalori telur dadar dapat bertambah karena beberapa bahan seperti ini:

  • Keju (melted cheese): +103 kalori
  • Brokoli: +31 kalori
  • Salmon: +33 kalori
  • Kentang: +69 kalori
  • Alpukat: +23 kalori
  • Daging asap: +46 kalori
  • Jamur champignon: +16 kalori

Baca Juga: 10 Manfaat Telur Rebus untuk Ibu Hamil, Pilih Telur yang Sehat Yuk, Moms!

Sehingga, semakin banyak isian yang dipakai untuk telur dadar, kalorinya akan semakin bertambah. Bagi Moms yang sedang menjalani program diet, lebih baik memilih telur rebus untuk kalori yang lebih sedikit.

Kalori Telur Rebus

kalori-telur-rebus.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Berbeda dengan telur dadar, kalori telur rebus tidak mengandung tambahan 50 kalori sehingga rata-rata kalorinya lebih rendah yaitu sekitar 78-80 kalori.

Ia juga lebih sehat jika dibandingkan dengan telur dadar.

Telur rebus kaya akan kandungan vitamin yang sama dengan telur goreng, namun saat telur digoreng jumlah vitaminnya tentu berkurang.

Lutein dan zeaxanthin, yang ditemukan dalam telur rebus, memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang membantu menjaga kesehatan mata, lho.

Kombinasi elemen sehat seperti protein dan kolin dalam telur rebus juga membantu otak bekerja, terutama dikonsumsi setelah sarapan.

Riboflavin dalam telur rebus juga membantu menghasilkan sel darah merah dan mengubah karbohidrat menjadi energi.

Sehingga ini menjadi cadangan energi dan stamina untuk Moms beraktivitas.

Studi yang dilakukan di University of Connecticut menemukan bahwa lemak yang ada di kuning telur sebenarnya membantu mengurangi kolesterol jahat dari tubuh.

Bahkan jika Moms ingin menurunkan berat badan, jangan membuang kuning telur kecuali jika ahli gizi atau dokter secara khusus menyarankan untuk melakukannya, ya.

Baca Juga: Direbus atau Digoreng, Bolehkah Penderita Wasir Makan Telur?

Tips Memasak Rendah Kalori

Sedang menjalani program diet dan ingin memasak makanan rendah kalori? Tenang Moms, ada tips memasak rendah kalori yang sehat dan praktis.

Yuk ketahui beberapa tips di bawah ini!

1. Hindari Minyak Goreng

Gorengan makanan penyebab kelenjar getah bening bengkak

Foto: Orami Photo Stocks

Tahukah Moms? Minyak goreng menambah lebih banyak kalori pada makanan yang kita masak, lho.

Untuk alternatif lain, Moms bisa menambahkan mentega, margarin, atau kaldu daging untuk memasak makanan rendah kalori.

Tambahkan penyedap makanan lainnya untuk membuat rasa makanan menjadi lebih gurih.

Selain minyak goreng yang penuh akan lemak jahat, hindari makanan olahan susu.

Tips memasak rendah kalori tanpa pakai susu, krim, dan keju adalah pilihan yang tepat, Moms.

2. Daging tanpa Lemak

Tips memasak rendah kalori berikutnya adalah tidak menggunakan daging berlemak.

Mulailah dengan potongan daging tanpa lemak.

Potongan daging tanpa lemak bisa ditemukan pada steak tenderloin.

Kebanyakan orang berpikir bahwa dengan memilih daging tanpa lemak mereka memilih alternatif yang lebih rendah kalori, tetapi perlu diingat bahwa ini hanya berlaku jika Moms memilih daging dada tanpa kulit.

Mengutip Harvard Health Public School, kulit unggaas sangat berlemak tinggi. Sehingga ini tak baik untuk kesehatan.

Baca Juga: Ini 8 Jenis Keju Enak, Tak Hanya Cheddar Saja

3. Rendah Gula

Mengidap Hipoglikemia? Konsumsi 5 Makanan untuk Atasi Gula Darah Rendah Ini

Foto: Orami Photo Stocks

Tahukah Moms, tips memasak rendah kalori berikutnya adalah dengan mengurangi makanan manis. Kurangi gula sebagai pemanis tambahan.

Sebagai alternatif, gunakan vanili, cengkeh, pala, atau kayu manis. Gunakan herbal-herbal alami lebih baik untuk mengurangi gula putih.

Sebagai alternatif, ada banyak pengganti gula rendah kalori yang tersedia di supermarket, lho.

Berhati-hatilah dengan gula rendah kalori, karena beberapa gula akan kehilangan rasa manisnya saat dimasak pada suhu tinggi.

4. Teknik Memasak

Teknik memasak tentu perlu diperhatikan untuk tips memasak rendah kalori.

Pilihkan teknik memasak dengan merebus atau mengukus dibandingkan makanan yang digoreng ataupun dipanggang.

Hal ini agar lemak pada makanan tak bertambah akibat teknik memasak yang salah.

5. Perbanyak Sayuran

sayuran-yang-mengandung-asam-folat.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Sayuran hijau menjadi salah satu makanan yang perlu dikonsumsi untuk setiap orang. Baik yang sedang program diet ataupun tidak.

Manfaat dari sayuran hijau tentu saja sangat banyak untuk kesehatan tubuh.

Sayuran hijau dikemas dengan vitamin dan mineral penting, serta memiliki sedikit kalori.

Baca Juga: Resep Bubur Mutiara Jahe yang Hangat Lembut

Jadi, cukup sesuaikan saja berapa target asupan kalori yang Moms inginkan di setiap waktu makan.

Jika ingin mencapai berat badan ideal, pastikan kalori yang dibakar lebih banyak ketimbang kalori yang dikonsumsi.

https://www.myfitnesspal.com/food/calories/1-egg-omelette-plain-87147346

https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/2012/06/21/ask-the-expert-healthy-fats/

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait