Kesehatan

28 September 2021

Memahami Fungsi Kandung Kemih dan 9 Tips Menjaga Kesehatannya

Kandung kemih punya fungsi yang penting, sehingga perlu dijaga kesehatannya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Nydia
Disunting oleh Karla Farhana

Meski sering terlupa, kandung kemih adalah salah satu bagian tubuh yang penting lho, Moms.

Organ berupa kantong yang berbentuk segitiga ini berfungsi untuk menampung urine sebelum dikeluarkan dari tubuh.

Pada pria, letak kandung kemih dibatasi oleh tulang kemaluan di bagian depan panggul, dan rektum di bagian belakang panggul di perut bagian bawah.

Sementara itu, pada wanita, kandung kemih dibatasi di posterior oleh uterus (rahim) dan vagina.

Kandung kemih didukung oleh ligamen atau otot, dan menghubungkan ureter dan uretra.

Ureter adalah saluran yang berfungsi untuk mengalirkan urine dari ginjal untuk ditampung di kandung kemih.

Sementara uretra adalah saluran untuk mengalirkan urine yang ditampung di kandung kemih, ke luar tubuh.

Baca juga: 3 Tanda Ginjal Sehat dan Cara Menjaganya, Wajib Tahu!

Urine yang terkumpul di kandung kemih dihasilkan oleh ginjal, dari produk limbah tubuh dan cairan berlebih. Cairan ini dialirkan melalui ureter ke kandung kemih.

Di sana, urine ditampung hingga ada refleks atau sinyal dari otak untuk mengeluarkannya dalam proses berkemih.

Fungsi Kandung Kemih

Seperti disinggung tadi, fungsi utama kandung kemih adalah untuk menampung urine hingga siap dikeluarkan saat buang air kecil.

Saat kandung kemih terisi dengan urine, saraf akan mengirimkan sinyal ke sistem saraf pusat di otak.

Kemudian, saraf somatik dan otonom akan mengontrol otot detrusor, yang berkontraksi dan berelaksasi bersama dengan sfingter atau katup di uretra.

Proses inilah yang Moms rasakan saat ada keinginan untuk buang air kecil.

Menurut laman John Hopkins Medicine, saat penuh, kandung kemih orang dewasa biasanya dapat menampung hingga 500 mililiter urine sekaligus.

Ini setara dengan sekitar 2 cangkir. Urine tersebut harus dikeluarkan setiap dua hingga lima jam. 

Bayi dan anak-anak awalnya mengeluarkan urine secara refleks.

Namun, seiring bertambahnya usia, mereka akan belajar mengendalikan sfingter eksternal dan menahan urine lebih lama. Ini bisa Moms latih saat potty training atau latihan ke toilet.

Baca juga: 17 Manfaat Jeruk Nipis untuk Diet, Turunkan Berat Badan hingga Cegah Batu Ginjal

Tips Menjaga Kesehatan Kandung Kemih

Melansir laman Everyday Health, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan kandung kemih, yaitu:

1. Buang Air Kecil hingga Tuntas

pentingnya buang air kecil setelah bercinta hero

Foto: Orami Photo Stock

Wanita sangat rentan terhadap infeksi saluran kemih, yang juga dapat memengaruhi kandung kemih. Salah satu cara untuk mengurangi risikonya adalah memastikan untuk buang air kecil hingga tuntas.

Jika Moms mengencangkan otot untuk berhenti buang air kecil terlalu cepat, urine yang tidak keluar akan kembali ke kandung kemih.

Ini dapat membawa bakteri ke dalam kandung kemih dan salurannya, hingga menyebabkan infeksi.

2. Minum Air Putih yang Cukup

kandung kemih

Foto: freepik.com

Minum air putih minimal 8 gelas per hari sangat penting, termasuk dalam membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih.

Selain itu, batasi konsumsi soda dan kopi karena hanya akan membuat kamu buang air kecil lebih banyak.

3. Jangan Terlalu Banyak Duduk

kandung kemih

Foto: freepik.com

Sebuah penelitian pada 2018 di jurnal BJU International, mengamati 69.795 pria paruh baya yang sehat selama 2 setengah tahun.

Para peneliti mencatat jumlah waktu yang dihabiskan untuk duduk, melakukan aktivitas fisik, dan apakah ada gejala saluran kemih bagian bawah (lower urinary tract symptoms/LUTS).

Hasilnya, mereka yang menghabiskan 5 jam atau lebih duduk per hari, serta yang memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah secara umum, lebih mungkin untuk mengembangkan LUTS dan masalah berkemih lainnya.

Jadi, cobalah untuk menghindari duduk terlalu lama. Jika Moms harus duduk sepanjang hari untuk bekerja, cobalah berdiri, berjalan, atau bergerak selama lima menit setiap jamnya.

Baca juga: 10+ Manfaat Kentang Bagi Kesehatan dan Kecantikan Kulit, Apa Saja Ya?

4. Berjalan dan Tingkatkan Aktivitas Fisik

meditasi berjalan-2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa orang, seperti mereka yang tidak banyak bergerak atau memiliki penyakit jantung, mungkin mengalami penumpukan cairan di kaki pada siang hari.

Di malam hari, cairan tersebut menyebabkan mereka harus sering mengosongkan kandung kemih.

Jika Moms mengalami retensi cairan atau pembengkakan di kaki yang menyebabkan sering buang air kecil di malam hari, cobalah untuk perbanyak aktivitas fisik.

Misalnya, berjalan santai, atau lakukan olahraga peregangan yang berfokus pada kaki.

5. Hindari Rokok untuk Mencegah Kanker Kandung Kemih

kandung kemih

Foto: healthline.com

Seperti namanya, kanker kandung kemih adalah kondisi ketika sel kanker menyerang kandung kemih. Penggunaan tembakau dalam rokok adalah faktor risiko utama untuk kanker ini.

Perokok setidaknya tiga kali lebih mungkin terkena kanker kandung kemih, dibandingkan bukan perokok. Hal ini diungkapkan dalam penelitian pada 2012 yang dipublikasikan di JAMA.

Jadi, jika Moms masih memiliki kebiasaan merokok atau menggunakan bentuk tembakau lain, pertimbangkan untuk berhenti jika ingin kandung kemih sehat.

Selain kandung kemih, berhenti merokok juga dapat menyehatkan tubuh secara keseluruhan.

6. Lakukan Senam Kegel

kegel adalah latihan yang bisa mengencangkan vagina.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Senam kegel bertujuan untuk memperkuat otot-otot yang memungkinkan kontrol kandung kemih yang lebih baik.

Otot yang lemah dapat menyebabkan kebocoran urine, yang disebut inkontinensia urine.

Cara melakukan latihan ini sangat mudah, yaitu dengan mengencangkan otot seperti sedang menahan buang air kecil. Moms bisa coba lakukan senam kegel secara teratur, kapan saja.

Baca juga: 11 Manfaat Tanaman Adas, Baik untuk Kesehatan Wanita dan Jantung

7. Bersihkan Area Kelamin Sebelum dan Setelah Berhubungan Seks

lady-pulling-tissue-toilet_1150-6434.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Hubungan seksual dapat meningkatkan risiko infeksi kandung kemih pada wanita.

Hal ini karena uretra seorang wanita terletak di tempat di mana bakteri secara alami ditemukan.

Membersihkan area genital dan anus sebelum melakukan hubungan seksual dapat membantu mencegah infeksi ini.

Selain itu, jangan lupa juga untuk buang air kecil setelah berhubungan seks. Hal ini untuk membantu mengeluarkan bakteri yang menempel di uretra, agar tidak memicu infeksi kandung kemih.

8. Buat Catatan Makanan

1 jurnal

Foto: Orami Photo Stock

Suatu kondisi medis yang disebut sistitis interstisial dapat menyebabkan nyeri kandung kemih, sering buang air kecil, dan disfungsi seksual.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita, ketimbang pria.

Beberapa orang menemukan bahwa makanan tertentu dapat memperburuk gejala kandung kemih mereka.

Makanan asam, seperti tomat dan jus jeruk, mungkin terkait dengan kekambuhan gejala.

Jadi, cobalah buat catatan harian tentang gejala yang dialami dan lihat apakah ada kaitannya dengan makanan tertentu yang dikonsumsi.

Bila perlu, cobalah hindari makanan yang diduga bisa memunculkan gejala, dan lihat apakah ada perbaikan.

9. Minum Lebih Sedikit di Waktu Tertentu untuk Mencegah Inkontinensia

Manajemen Waktu.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms memiliki dorongan kuat untuk buang air kecil pada waktu yang tidak tepat (inkontinensia urine), Moms mungkin perlu minum lebih sedikit cairan pada waktu-waktu tertentu.

Baca juga: 6 Penyebab Sakit Pinggang Sebelah Kanan dan Cara Mengatasinya

Jika Moms merasa terlalu sering bangun di malam hari untuk mengosongkan kandung kemih, cobalah hindari minum apapun selama dua jam sebelum tidur.

Itulah pembahasan mengenai fungsi kandung kemih dan tips untuk menjaga kesehatannya.

Selayaknya organ vital lain dalam tubuh, kandung kemih juga perlu dapat perhatian, jika tidak ingin terjadi masalah.

Masalah kesehatan yang terkait dengan kandung kemih bisa terasa menyakitkan, dan juga mengganggu.

Jadi, melakukan upaya pencegahan adalah pilihan terbaik, bukan?

  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/anatomy-of-the-urinary-system
  • https://bjui-journals.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/bju.14147
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3441175/
  • https://www.verywellhealth.com/bladder-anatomy-4845638
  • https://www.everydayhealth.com/bladder-health-pictures/keep-your-bladder-healthy.aspx
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait