Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Masalah Fertilitas | Mar 5, 2018

Kandungan Lemah, Bisakah Hamil dan Melahirkan Bayi?

Bagikan


Setiap wanita tentu ingin menjalani kehamilan dengan lancar hingga persalinan tiba. Akan tetapi, sebagian ibu hamil harus menghadapi kenyataan, sesuatu hal yang tak diinginkan, yaitu bahwa dirinya mengalami keguguran. Bahkan, ada yang mengalami keguguran hingga berkali-kali.

Bila keguguran terjadi berulang kali, Moms harus mencurigai kemungkinan ada masalah kandungan lemah. Apakah itu? Menurut Dr. Med.Damar Prasmusinto, Sp.OG, kandungan lemah dalam istilah medis adalah adanya gangguan pada leher rahim, yaitu yang disebut inkompetensi serviks.

Maksudnya bagaimana, ya? Begini penjelasannya. Bagaikan sebuah bangunan, mulut rahim (serviks) merupakan fondasi yang akan menahan janin agar tetap berada di dalam rahim.

Lalu, pada saat melahirkan, mulut rahim akan menipis dan mengalami pembukaan sehingga bayi bisa lahir. Nah, bila mulut rahim ini memiliki kekuatan untuk menahan, tentu saja janin akan keluar.

Masalahnya, pada kondisi inkompetensi serviks, mulut rahim mengalami pembukaan dan penipisan (mudah terbuka dan menjadi pendek) sebelum waktunya, sehingga tak bisa menahan janin.

Dengan kata lain, kandungan lemah ini terjadi disebabkan adanya ketidaknormalan atau kelemahan dari bentuk serviks. Pada saat usia kehamilan 4 bulan, seharusnya serviks

belum terbuka. Akan tetapi, karena faktor ketidaknormalan tersebut, serviks mengalami pembukaan sehingga hasil pembuahan keluar dari rahim atau mengalami keguguran.

Jadi, pada wanita yang mengalami inkompetensi serviks, rata-rata akan mengalami keguguran pada saat usia kehamilan menginjak 4 bulan. Demikian pula pada kehamilan berikutnya. Diperkirakan, inkompetensi serviks terjadi sekitar 1-2 persen dari seluruh kehamilan.

Baca Juga : Posisi Rahim Terbalik, Bisakah Hamil?

Penyebab Kandungan Lemah

Lalu, apa saja yang menyebabkan kandungan lemah? Ada beberapa kemungkinan penyebab kandungan lemah, di antaranya:

1. Faktor bawaan atau keturunan

2. Kelainan bentuk rahim sejak lahir (anomali rahim)

3. Trauma akibat proses kuret sehingga menyebabkan efek samping pelemahan serviks

4. Ibu menderita penyakit kolagen. Perlu kita tahu, pada mulut rahim terdapat zat kolagen. Inilah salah satu faktor risiko yang perlu diwaspadai.

5. Adanya infeksi dari luar rahim.

6. Pascapersalinan yang menimbulkan robekan mulut rahim yang cukup besar dan tidak pulih seperti semula.

7. Menjalani tindakan tertentu yang bisa mengubah kondisi serviks. Misalnya, konisasi (pengeluaran sebagian jaringan serviks sedemikian rupa sehingga yang dikeluarkan berbentuk kerucut untuk tujuan diagnosis), biopsi (pengambilan jaringan tubuh untuk pemeriksaan laboratorium), LEEP (suatu prosedur dengan memotong jaringan berbentuk kerucut akan diangkat dari leher rahim).

Diagnosis Rahim Lemah

Bagaimana cara dokter melakukan diagnosis rahim lemah? Pada awal kehamilan, dokter akan melakukan pemeriksaan dalam. Dokter akan melihat mulut rahim yang terbuka.

Bahkan, dengan pemeriksaan USG transvaginal dapat diketahui ketebalan mulut rahim (cervical lenght) pada awal kehamilan. Melalui pemeriksaan ini bisa dilihat kondisi inkompetensi serviks lebih dini atau sebagai prediksi apakah seseorang berpotensi melahirkan prematur atau tidak.

Nah, perlu kita tahu Moms, inkompetesi serviks karena faktor keturunan, biasanya akan berulang pada kehamilan berikutnya. Ini terjadi karena struktur mulut rahim lemah dan tidak sanggup mendukung isi rahim.

Sebagai upaya diagnosis, dokter akan melakukan pemasangan cerclage (setelah usia kehamilan 14 minggu) sehingga mulut rahim tidak membuka dan melebar. Selain itu, terkadang disertai pula jahitan di sekitar area mulut rahim. Jahitan akan dibuka kira-kira pada saat usia kehamilan 37 minggu untuk persiapan persalinan.

Sementara, pada inkompetensi serviks yang disebabkan oleh bekas robekan persalinan, bila dilakukan koreksi atau perbaikan maka bisa hamil seperti normal lagi.

Meski mengalami inkompetensi serviks, janin bisa dilahirkan hingga cukup bulan. Bagaimana caranya?

Yaitu dengan melakukan teknik pengikatan mulut rahim pilihan: pengikatan melalui perut (transabdominal) ataupun melalui jalan lahir (transvaginal). Umumnya, pengikatan melalui jalan lahir banyak dilakukan karena tanpa perlu mengiris dinding perut dan bisa dibius atau atau bahkan tanpa pembiusan.

Proses pengikatan tersebut menggunakan benang khusus yang bersifat tidak tajam, tidak mengiris jaringan, tidak hancur, dan diserap oleh tubuh. Waktu pengerjaannya saat usia kehamilan 14-16 minggu, bergantung pertimbangan dokter.

Bila menginginkan lahir normal tentu dilakukan pelepasan jahitan mulut rahim terlebih dulu. Lalu, bila menginginkan lahir secara caesar maka operasi cesar dan pelepasan jahitan dikerjakan sekaligus. Sejauh ini tidak ditemukan efek samping yang terjadi. Namun risiko yang bisa terjadi adalah perdarahan, infeksi, ketuban bocor.

(HIL)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.