Kesehatan

29 April 2021

Wajib Tahu, Ini Penyebab Kanker Lambung yang Jarang Disadari

Bisa menyebabkan kematian
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Kanker lambung ditandai dengan pertumbuhan sel kanker di dalam lapisan lambung.

Umumnya, kanker ini sulit didiagnosis karena beberapa orang tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

Kanker lambung dimulai ketika sel di perut melakukan perubahan DNA-nya. DNA sel berfungsi memberitahu sel apa yang harus dilakukan.

Perubahan ini memberitahu sel untuk tumbuh dengan cepat dan terus hidup ketika sel yang sehat akan mati. Sel-sel yang terakumulasi akan membentuk tumor yang dapat menyerang dan menghancurkan jaringan sehat.

Seiring waktu, sel tersebut dapat pecah dan menyebar ke area lain di tubuh.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2018 terdapat 783.000 kasus kematiaan akibat kanker lambung.

Meskipun kanker lambung jarang dibandingkan dengan jenis kanker lainnya. Namun, kanker ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang bahaya karena sulit mendiagnosisnya.

Pada gejala awal, kanker ini tidak memberikan tanda-tanda. Tetapi, kanker ini akan memberikan tanda ketika sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kondisi ini membuat lebih sulit untuk diobati.

Umumnya, gejala kanker lambung ditandai adanya ketidaknyamanan atau nyeri di perut, mual, dan muntah.

Moms juga akan mengalami penurunan berat badan yang drastis, kesulitan menelan, muntah darah, darah di tinja, dan perasaan kenyang atau kembung.

Meskipun kanker lambung sulit didiagnosis dan diobati, penting untuk Moms mendapatkan pengetahuan yang tentang kanker ini.

Marik simak penyebab, pengobatan, dan pencegahan tentang kanker ini.

Baca Juga: 6 Selebriti Indonesia yang Berjuang Melawan Kanker Hingga Ajal Menjemput

Penyebab Kanker Lambung

Lambung Bengkak

Foto: Orami Photo Stock

Melansir National Center for Biotechnology Information, kanker lambung merupakan penyebab paling umum kedua dari kematian terkait kanker di dunia.

Meskipun penyebab perkembangan kanker lambung belum diketahui secara pasti.

Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatan risiko sel kanker ini. Faktor risiko tersebut karena adanya penyakit dan kondisi tertentu, seperti:

  • Polip perut: Risiko kanker lambung lebih tinggi pada seseorang yang mengalami polip perut. Risiko ini akan lebih besar jika Moms memiliki jenis yang disebut polip adenomatosa.
  • Operasi perut sebelumnya: Jika Moms pernah menjalani operasi untuk mengangkat bagian perut karena sakit maag, Moms dapat berisiko tinggi terkena kanker ini yang masih tertinggal di perut.
  • Infeksi Helicobacter pylori: Kondisi ini adalah infeksi bakteri yang dapat menyebabkan sakit maag dan melukai lapisan lambung. Bakteri ini meningkatkan risiko kanker ini.
  • Anemia megoloblastik (pernisiosa): Ini adalah masalah parah dalam memproduksi sel darah merah karena ketidakmampuan perut untuk menyerap vitamin B12. Seseorang dengan anemia megoloblastik berisiko lebih tinggi terkena kanker lambung.
  • Penyakit Menetrier's: Penyakit langka ini mungkin terkait dengan kanker lambung. Pada penyakit Menetrier's (juga dikenal sebagai gastropati hipertrofik), Moms memiliki lipatan besar di perut. Lapisan lambung tidak normal, dan lambung menghasilkan terlalu sedikit asam.
  • Kanker kolorektal non-poliposis herediter: Kanker pada saluran pencernaan bagian bawah ini terkait dengan mutasi gen yang diturunkan.
  • Poliposis adenomatosa familial: Penyakit bawaan ini ditandai dengan munculnya polip secara dini di seluruh usus besar.
  • Mutasi gen BRCA1 atau BRCA2: Mutasi gen keturunan tertentu telah dikaitkan dengan perkembangan jenis kanker tertentu, termasuk kanker ini.
  • Golongan darah A: Orang dengan golongan darah A berisiko lebih tinggi terkena kanker perut. Peneliti belum tahu mengapa ini benar

Kanker lambung juga lebih umum terjadi di antara:

  • Orang dewasa yang lebih tua, biasanya seseorang yang berusia 50 tahun ke atas
  • Laki-laki
  • Obesitas
  • Perokok
  • Keturunan
  • Orang yang keturunan Asia (terutama Korea atau Jepang), Amerika Selatan, atau Belarusia

Meskipun riwayat kesehatan dapat mempengaruhi risiko terkena kanker perut, faktor gaya hidup tertentu juga dapat berperan.

Moms, ternyata kebiasaan yang sering kita lakukan meningkatkan berisiko ternyata kanker lambung:

  • Makan banyak makanan asin atau olahan
  • Makan terlalu banyak daging
  • Mengonsumsi alkohol berlebihan
  • Jarang berolahraga
  • Memasak makanan tidak benar

Moms mungkin ingin mempertimbangkan untuk menjalani tes skrining jika yakin berisiko terkena kanker lambung. Tes skrining dilakukan saat orang berisiko terkena penyakit tertentu tetapi belum menunjukkan gejala.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Gastritis, Radang Lambung yang Bikin Perut Tidak Nyaman

Pengobatan Kanker Lambung

Pengobatan

Foto: Orami Photo Stock

Banyak pengobatan yang dapat mengobati kanker lambung. Namun, dokter akan melakukan pengobatan tergantung waktu Moms menderita penyakit kanker ini atau seberapa banya penyakit tersebut telah menyebar di tubuh.

Nah, berikut ini pengobatan kanker lambung sesuai dengan stadium yang dialami:

1. Tahap 0

Tahap ini terjadi ketika lapisan dalam perut memiliki sekelompok sel tidak sehat yang dapat berubah menjadi kanker.

Umumnya, dokter akan melakukan pembedahan atau operasi sebelum kanker lambung menyebar ke seluruh tubuh.

Dokter akan mengangkat kanker di lambung, serta kelenjar getah bening di dekatnya.

2. Tahap I

Pada tahap ini, Moms memiliki tumor di lapisan perut dan mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Seperti pada tahap 0, Moms mungkin akan menjalani operasi dan mengangkat kelenjar getah bening di sekitarnya.

Moms juga akan mendapatkan kemoterapi atau kemoradiasi. Perawatan ini dapat digunakan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor dan setelah itu untuk membunuh semua kanker yang tersisa.

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk menyerang sel kanker. Kemoradiasi adalah terapi kemo plus radiasi, yang menghancurkan sel kanker dengan sinar berenergi tinggi.

3. Tahap II

Kanker telah menyebar ke lapisan perut yang lebih dalam dan mungkin ke kelenjar getah bening di dekatnya. Pembedahan untuk mengangkat kanker di lambung, serta kelenjar getah bening di sekitarnya, dan masih menjalankan kemo seperti sebelumnya.

4.Tahap III

Kanker sekarang mungkin ada di semua lapisan perut, serta organ lain di dekatnya, seperti limpa atau usus besar. Atau, mungkin lebih kecil tetapi menjangkau jauh ke dalam kelenjar getah bening.

Moms akan menjalani operasi, serta kemo dan melakukan radiasi untuk meredakan gejala.

5. Tahap IV

Pada tahap terakhir ini, kanker telah menyebar jauh dan luas ke organ-organ seperti hati, paru-paru, atau otak. Ini jauh lebih sulit untuk disembuhkan, tetapi dokter dapat membantu mengelolanya dan memberi pengobatan.

Baca Juga: 5 Makanan Paling Baik Saat Gejala Asam Lambung Anak Menyerang

Pencegahan Kanker Lambung

Pencegahan kanker lambung harus dilakukan sejak dini dan dimulai dari sekarang.

Nah untuk mengurangi risiko kanker ini, Moms bisa lakukan cara ini:

1. Pertahankan Berat Badan yang Sehat

berat badan

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms kelebihan berat badan atau obesitas, bicarakan dengan dokter tentang strategi untuk membantu menurunkan berat badan. Hal ini bertujuan untuk menurunkan berat badan secara perlahan dan stabil sebanyak 1 atau 2 pon seminggu.

Melakukan aktivitas fisik secara teratur juga dapat membantu menurunkan risiko kanker lambung.

2. Konsumsi Buah dan Sayur

sayur dan buah

Foto: Orami Photo Stock

Cobalah untuk memasukkan lebih banyak buah dan sayuran ke dalam makanan setiap hari.

Pilih berbagai macam buah dan sayuran yang berwarna-warni. Melansir National Center for Biotechnology Information, kandungan karoten B, vitamin C, dan vitamin E dapat mengurangi risiko kanker lambung. Hal ini karena efek antioksida yang dapat melindungi tubuh dari kanker.

Baca Juga: 7 Makanan Penyebab Asam Lambung pada Anak yang Harus Dihindari

3. Berhenti Merokok

Berhenti Merokok

Foto: Orami Photo Stock

Melansir National Library of Medicine, merokok dapar meningkatkan risiko kanker lambung sebesar 60 persen pada pria dan 20 persen pada wanita dibandingkan dengan yang tidak merokok.

Berhenti merokok kerap menjadi masalah yang sulit. Jadi mintalah bantuan dokter untuk melakukan terapi pemberhentian merokok.

4. Penggunaan Aspirin

Aspirin

Foto: Orami Photo Stock

Menggunakan aspirin atau obat anti inflamasi non steroid (NSAID) lainnya seperti ibuprofen atau naproxen tampaknya menurunkan risiko kanker lambung.

Obat-obatan ini juga dapat menurunkan risiko berkembangnya polip usus besar dan kanker usus besar. Agar aman sebelum Moms mengonsumsinya tetap konsultasikan ke dokter.

Tanyakan kepada dokter tentang risiko kanker ini.

Bicarakan dengan dokter jika Moms memiliki peningkatan risiko atau mengalami gejala kanker lambung.

Itu dia Moms penjelasan mengenai kanker lambung. Ternyata kanker ini tidak kalah banyak dengan kanker lainnya.

Semoga dengan penjalasan di atas, Moms lebih waspada dan menjaga gaya hidup sehat agar tidak terkena kanker lambung.

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18293090/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5808709/#b11-cmar-10-239
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5808709/
  • https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/cancer
  • https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/cancer/stomach-cancer/stomach-cancer-causes.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait