Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Bermain dan Belajar | May 2, 2018

Kapan Waktu Tepat Anak Masuk PAUD?

Bagikan


    

Siapa yang tidak ingin anaknya pintar? Semua pasti menginginkannya. Pendidikan anak merupakan prioritas utama yang harus mama pikirkan untuk kedepannya. Hal ini bisa mama wujudkan lewat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Disini anak akan diajarkan banyak hal secara bebas tidaklah formal layaknya sekolah TK. Lewat PAUD, anak akan belajar untuk berinteraksi serta bersosialisasi dengan teman sebayanya serta bagaimana berinteraksi dengan guru-gurunya. Anak yang menjalani masa PAUD diperkirakan lebih siap dalam memasuki tahap pendidikan selanjutnya.

Lewat PAUD, mama juga dapat mengetahui kesiapan anak baik secara emosi dan kognitif. Secara emosi bisa dinilai apakah anak mampu secara mandiri serta apakah punya semangat dan motivasi untuk sekolah. Adapun secara kognitif dinilai apakah anak mampu menyelesaikan tugas-tugas yang di berikan di sekolah, memperhatikan saat guru menerangkan serta mengikuti instruksi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

  

Kapan Usia PAUD yang Tepat Untuk Anak?

Menurut Efriyani Djuwita, seorang pakar anak mengungkapkan bahwa waktu tepat anak masuk PAUD idealnya saat menginjak 4 tahun. Di PAUD inilah masa yang tepat untuk mengembangkan emosi serta kognitif anak agar kelak dia bisa lebih siap saat memasuki sekolah TK.

Namun, menurut beberapa pakar lain mengungkapkan bahwa anak di bawah 4 tahun juga bisa masuk PAUD asalkan mampu memenuhi syarat-syarat berikut :

  • Ketidaktahuan Moms bagaimana cara menstimulasi anak sesuai usianya. Misalnya Moms hanya membiarkan anak menonton TV tanpa tahu apa yang harus dilakukan untuk mendidiknya atau karena malas. 
  • Keamanan di rumah tidak menjamin. Misalnya yang menjaga anak di rumah adalah seorang pengasuh yang sepenuhnya belum bisa mama percaya.
  • Tidak punya waktu untuk menstimulasi, misalnya Moms sibuk bekerja.
  • Moms tidak mengetahui apakah anak telah tumbuh secara normal dan perkembangannya telah sesuai dengan anak seusianya.
  • Moms tidak bisa mengasuh secara tepat sehingga anak lebih cenderung dimarahi ketika melakukan kesalahan.

 

Hal penting yang harus Moms perhatikan adalah jangan pernah memaksa anak untuk mengikuti PAUD. Seringkali Moms sangat bergantung dengan sekolah. Sebenarnya, anak akan lebih baik berkembang di rumah dalam masa balitanya.

Beberapa penelitian mengungkapkan  bahwa anak yang terlalu muda bersekolah, sebenarnya bisa saja mengikuti pelajaran tapi seringkali memiliki masalah dalam perkembangan emosi dan sosialnya saat eranjak dewasa nantinya.

Jika kondisi di rumah memang tidak memungkinkan boleh saja anak memilih PAUD tapi harus sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan anak Moms.

   

(PIA) 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.