Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Pasca Melahirkan | Aug 3, 2018

Kapan Waktu Tepat Kembali Bercinta Setelah Melahirkan?

Bagikan


Setelah melahirkan, kehidupan seks tentunya belum bisa berjalan normal seperti biasanya.

Ada beberapa wanita yang menolak untuk bercinta karena takut merasa sakit, ada pula yang merasa sangat bergairah dan tidak sabar melampiaskan segala gairah seksualnya pada pasangan secara menggebu-gebu. Payudara tampak membesar dan rambut terlihat lebih tebal sekaligus lebih bersinar dari biasanya.

Namun survei pun menunjukkan bahwa wanita umumnya memang merasakan rasa takut karena sakit pada saat bercinta pasca melahirkan. Sebagian besar wanita memilih menunda melakukan hubungan seks dengan pasangannya hingga dua bulan setelah melahirkan. Beberapa lainnya bahkan akan menundanya selama mungkin.

Kapan Gairah Seks Wanita Kembali Pasca Melahirkan?

Wanita yang melahirkan normal, biasanya akan mendapat penjahitan di vaginanya. Penjahitan ini membuat vagina Anda kembali rapat dan kaku, meskipun sudah lewat 4-6 minggu setelah melahirkan. Selain jahitan, tubuh wanita juga masih dalam proses penyembuhan setelah melahirkan. Pergantian hormon membuat wanita jadi tidak seimbang.

Umumnya gairah istri untuk melakukan hubungan seksual akan kembali menyala setelah melewati 6 bulan pasca melahirkan. Banyak pasangan yang menyatakan bahwa gairah seks mereka menurun setelah melahirkan, karena faktor istri yang kelelahan mengurus bayi, atau juga faktor hormon yang belum stabil. Setelah melewati 6 bulan biasanya gairah istri akan normal kembali.

Baca Juga : Seks Setelah Melahirkan? Perhatikan Hal-Hal Ini

Tips Bagi Suami

Suami diharapkan untuk lebih memahami kondisi istri dan tidak terlalu memaksa istri untuk melakukan hubugan intim. Memaksa istri yang belum siap untuk melakukan hubungan intim dikhawatirkan akan merusak gairah seks istri di masa depan. Agar tidak terlalu sakit saat pasangan melakukan penetrasi, minta suami untuk melakukannya secara perlahan.

Suami dapat berinisiatif untuk memancing gairah istri lebih awal sebelum memasuki masa diijinkannya melakukan hubungan sex. Hal ini dapat dilakukan suami dalam mengisi kekosongan dari minggu pertama sampai minggu ke delapan, dengan cara sering memeluk, membelai, mencium dan mencumbu istri.

Setelah lewat 2 bulan, suami sudah dapat mengajak istri melakukan hubungan intim. Memang pada awalnya akan terasa nyeri. Rasa nyeri ini dapat terasa sampai beberapa kali melakukan hubungan intim. Hal ini juga dapat terjadi akibat dari berkurangnya produksi hormon karena ibu yang menyusui, sehingga membuat vagina akan sedikit kering.

Untuk mengatasi hal tersebut foreplay wajib dilakukan oleh suami. Foreplay dapat dilakukan dengan durasi yang lebih lama dari biasanya, agar cairan pelumas istri dapat keluar lebih banyak.

Bila dengan foreplaypun istri masih kesulitan mendapat cairan pelumas yang banyak maka suami dapat menggunakan krim atau gel pelumas berbahan dasar air.

Bilamana istri telah cukup basah untuk memulai penetrasi, lakukan penetrasi dengan perlahan. Perlakukan istri layaknya melakukan hubungan intim pada malam pertama.

Suami tidak perlu terburu-buru carilah posisi dimana istri dapat mengatur tempo permainan dan mengatur kedalaman penetrasi. Karena jika gagal, kemungkinan istri akan segan diajak melakukan hubungan seks kembali.

Salah satu hal yang paling penting bagi suami istri adalah mengkomunikasikan apa yang terjadi. Cari tahu apa yang istri rasakan, dan apa yang ia kuatirkan agar bisa mencari solusi dengan tepat.

(HEI)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.