Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kapan Waktu yang Tepat Memberikan Adik Pada Si Sulung?

Bagikan


Akhir-akhir ini rasanya makin banyak ibu muda yang sudah memiliki anak lebih dari satu ya, Moms? Entah karena kesundulan atau memang sudah direncanakan, makin banyak ibu yang kembali hamil ketika anak pertama masih batita.

Selama ini, banyak orang berpendapat bahwa hamil anak kedua tergantung pada kesiapan fisik dan mental Moms sebagai ibu.

Padahal, keberadaan adik juga memengaruhi keadaan anggota keluarga lain, termasuk si sulung. Nah, kapan ya waktu yang tepat memberikan adik pada si sulung?

Beda Umur 1-2 Tahun

Memiliki 2 anak dengan beda umur 1-2 tahun memang terdengar repot ya, Moms? Tapi banyak juga manfaatnya, lho. Si Kecil secara otomatis memiliki teman bermain, yaitu adinya.

Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh University of Maryland menunjukkan anak berusia 2 tahun atau kurang, lebih cepat beradaptasi dengan adiknya, dibanding dengan anak yang lebih besar.

Menurut para peneliti, alasannya adalah karena anak berusia 2 tahun belum mengerti sepenuhnya tentang rasa cemburu. Berbeda dengan anak lebih besar yang sudah merasa adik mengambil perhatian kedua orangtuanya.

Repotnya memiliki dua anak yang masih kecil ternyata dapat membawa dampak positif lain juga, Moms.

“Sulitnya membesarkan dua anak kecil dapat menarik ayah untuk ikut membantu. Tipe ayah yang cuek pun biasanya akan membantu karena banyaknya hal yang harus dilakukan,” ujar Sybil Hart, PhD., penulis buku Preventing Sibling Rivalry.

Namun, perlu diketahui bahwa 2 anak dengan usia yang berdekatan lebih sering bertengkar, baik itu untuk memperebutkan mainan, perhatian, dan banyak hal lainnya.

“Masalah ini biasanya dimulai saat adik mulai bisa merangkak. Ia berisiko terjatuh atau menelan sesuatu yang dapat membuatnya tersedak. Di sisi lain, kakak mulai bereaksi, seperti merebut mainan dari adik, mendorong, atau mengigitnya,” jelas Burton White, PhD., psikolog dan penulis buku Raising a Happy Unspoiled Child.

Pada fase ini Moms dapat mendisiplinkan kakak dan memberikan waktu berdua dengannya tanpa kehadiran adik.

Baca Juga: 4 Cara Mempererat Hubungan Kakak dan Adik 

Beda Umur 2-3 Tahun

Beberapa ahli berpendapat bahwa ini adalah jarak usia yang ideal. “Mereka tetap bisa menjadi teman bermain dan ibu mendapatkan waktu yang cukup untuk pulih sebelum kembali hamil,” jelas Sybil.

Pertengkaran tentu akan tetap ada, tapi anak-anak belajar cara memecahkan masalah lewat hal tersebut, tentu dengan bantuan Moms.

Namun, perbedaan usia ini juga memiliki risiko seperti sibling rivalry. Menurut Burton, anak dengan jarak usia ini menunjukkan agresi atau sikap kasar yang lebih tinggi.

Selain efeknya pada anak, repotnya mengurus dua anak kecil yang aktif juga membuat orang tua lebih stres.

Beda Jarak 3 Tahun atau Lebih

Jarak 3 tahun atau lebih akan mengurangi kompetisi antar saudara. Anak berusia 4-5 tahun akan memberikan kasih sayang dan perhatian untuk adiknya yang berusia 1 tahun.

Kakak juga akan merasa sebagai guru yang mengajari adiknya berbagai dan bersemangat untuk membantu ibu, seperti membantu mengambilkan popok atau hal kecil lainnya.

Kesulitan dari perbedaan usia yang terlalu jauh adalah perbedaan kebutuhan. Mainan dan hobi kakak tentu berbeda dengan adik. Kesulitan lain adalah banyak ibu yang lupa cara terbaik mengurus bayi.

Baca Juga: Menyiapkan Anak untuk Kelahiran Adik Baru

Faktor Lain yang Harus Diperhatikan 

Selain melihat kesiapan Si Kecil dalam memiliki adik, ada beberapa faktor lain yang harus diperhatikan.

Sebagian besar tentu berkaitan dengan kondisi diri sendiri karena Moms yang akan menjalani proses hamil dan melahirkan. Faktor tersebut adalah:

- Kondisi fisik ibu

- Kondisi mental ibu

- Karir bagi ibu bekerja

- Kondisi keuangan keluarga

Nah, apakah Moms sudah merencanakan kehadiran adik untuk si sulung?

(HIL)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.