Kesehatan

8 Juni 2021

Begini Cara Kerja dan Biaya Kateterisasi Jantung

Rasa nyeri sangat minim dirasakan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Intan Aprilia

Pernahkah Moms mendengar kateterisasi jantung? Ini adalah metode untuk dokter melihat seberapa baik pembuluh darah bekerja dalam tubuh dan mendeteksi berbagai penyakit jantung.

Sedikit terlihat menyeramkan, namun prosedur ini bisa dilakukan siapa saja, lho.

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini pemaparan kateterisasi jantung serta biaya yang diperlukan untuk mengikuti rangkaian tes kesehatan ini.

Pengertian Kateterisasi Jantung

cara mengetahui prosedur kateterisasi jantung.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Mengutip Mayo Clinic, kateterisasi jantung adalah prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis dan mengobati kondisi kesehatan kardiovaskular.

Ketika proses kateterisasi jantung, tabung tipis panjang atau dikenal kateter dimasukkan ke pembuluh darah melalu arteri atau vena di paha, leher, atau lengan.

Pembuluh darah pada anggota tubuh ini menuju langsung ke jantung.

Dengan menggunakan kateter ini, dokter dapat melakukan rangkaian tes sebagai bagian dari kateterisasi jantung.

Tak hanya untuk mendiagnosis penyakit, kateterisasi jantung adalah prosedur yang dipakai dalam pengobatan penyakit jantung, seperti angioplasti koroner dan pemasangan cincin koroner.

Beberapa gejala yang dirasakan akibat penyakit jantung, antara lain:

  • Nyeri dada (angina)
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Kelelahan yang ekstrim

Untuk menjalani prosedur kateterisasi jantung, Moms atau Dads dalam keadaan sadar dan diberikan obat untuk anti nyeri.

Waktu pemulihan untuk kateterisasi jantung adalah salah satu yang tercepat, dan risiko komplikasi cukup rendah.

Lantas siapa saja yang menjadi kandidat prioritas dalam melakukan prosedur ini?

Biasanya dokter merekomendasikan orang dengan riwayat penyakit jantung (penyakit arteri koroner, penyakit katup jantung, atau penyakit aorta), serta yang memiliki kelainan jantung.

Moms bisa bertemu dengan salah satu spesialis jantung atau kardiovaskular di rumah sakit untuk berkonsultasi sebelum melakukan prosedur kateterisasi jantung.

Baca Juga: 13 Efek Sering Berhubungan, Bisa Meningkatkan Risiko Serangan Jantung!

Cara Kerja Kateteriasi Jantung

Kateterisasi-Jantung,-Moms-Sudah-Tahu--Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Sebelum memulai memasukkan kateter ke pembuluh darah, pasien akan menjalani pemeriksaan rekam jantung (EKG).

Pasien yang akan menjalani katetersisasi jantung akan diminta untuk berpuasa paling tidak 6 jam sebelum prosedur ini dilakukan.

Hal ini untuk menghindari munculnya efek samping akibat obat bius selama prosedur berlangsung.

Adapun beberapa tahapan cara kerja dalam kateterisasi jantung, antara lain:

1. Persiapan Sebelum Kateterisasi

Sebelum prosedur kateterisasi, perawat akan memasang saluran infus ke pembuluh darah di lengan sehingga pasien bisa mendapatkan obat (obat penenang), agar tubuh lebih rileks.

Ingat ya Moms, cara kerja kateterisasi jantung dalam keadaan tubuh terjaga, namun Moms juga tidak merasakan nyeri akibat kateter tersebut.

Melansir American Heart Association, umumnya, kateter dimasukkan melalui paha atau selangkangan.

Ruang kateterisasi jantung tampak seperti ruang operasi dan pasien akan berbaring di meja khusus.

Kamera besar dan beberapa monitor TV akan ditampilkan untuk Moms bisa melihat gambar kondisi jantung.

Tak lupa, perawat akan meletakkan elektroda (plester) di dada untuk melihat aktivitas listrik pada jantung.

2. Anestesi Lokal

anestesi untuk kateterisasi jantung.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Cara kerja berikutnya adalah melakukan pembiusan atau anestesi lokal dengan jarum suntik.

Mengutip jurnal Cardiac Catheterization Risks and Complications, khususnya untuk riwayat alergi pasien, perlu memberitahu sebelum memulai prosedur ini kepada perawat.

Pasien dapat diberikan premedikasi untuk mencegah alergi, yaitu berupa pemberian kortikosteroid dan antihistamin (pada pasien dengan riwayat alergi material kontras radio-ionisasi).

Baca Juga: 17 Manfaat Daun Dewa, Dapat Mengobati Stroke

3. Kateterisasi Jantung

Pada tahapan in, dokter akan memasukkan kateter melalui selubung ke pembuluh darah.

Dokter akan dengan lembut memandu kateter (tabung panjang dan tipis) ke dalam pembuluh darah melalui selubungnya.

Layar video akan menunjukkan posisi kateterisasi jantung saat dipasang melalui pembuluh darah utama dan ke jantung. Moms mungkin merasakan tekanan di area yang ditusuk, dan tidak merasakan nyeri apapun.

Berbagai instrumen dapat ditempatkan di ujung kateter.

Hal ini untuk mendiagnosis penyakit jantung, mengambil sampel darah dari berbagai bagian jantung, atau mengambil sampel jaringan (biopsi) dari dalam jantung.

Setelah itu selesai, dokter akan melepas kateter dan sarungnya. Biasanya, prosedur kateteriasi jantung berlangsung sekitar satu jam.

Jenis Prosedur Kateteriasi Jantung

Dokter biasanya memakai teknik ini untuk menemukan dan memperbaiki masalah jantung. Prosedur yang mungkin dilakukan selama kateterisasi jantung meliputi:

1. Angioplasty

Prosedur Kateterisasi Jantung.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Dalam prosedur ini, mengutip Hopkins Medicine, dokter akan mengembangkan balon kecil di ujung kateter. Ini akan menekan penumpukan plak ke dinding arteri dan meningkatkan aliran darah melalui arteri.

Jika kateter dimasukkan ke dalam arteri di selangkangan, pasien dalam keadaan berbaring rata (tanpa menekuk kaki).

Setelah prosedur ini selesai, Moms dianjurkan untuk berbaring kurang lebih 6 jam untuk mencegah pendarahan.

2. Penempatan Stent

Dalam prosedur ini, dokter akan memperluas tabung jaring logam kecil di ujung kateter di dalam arteri agar tetap terbuka.

Dibandingkan dengan metode kateterisasi jantung lainnya, orang yang menempatkan stent, agak merasa sedikit ketidaknyamanan. Meski begitu waktu pemulihan lebih singkat.

Dokter akan menggunakan obat pengencer darah agar stent dapat bekerja dengan baik.

3. Memecah Aliran

Apa Itu Kateterisasi Jantung yang Konon Bisa Menyebabkan Kematian Mendadak.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Cleveland Clinic menjelaskan, ini adalah teknik kateterisasi jantung yang digunakan untuk melihat seberapa banyak penyumbatan di arteri.

Jika arteri tersumbat karena penumpukan kolesterol, aliran darah ke organ tubuh menjadi terhambat.

Namun tidak hanya itu, penyumbatan juga dapat terjadi pada pembuluh darah dalam jantung. Penyumbatan pembuluh darah dalam jantung disebut juga dengan aterosklerosis koroner atau penyakit jantung koroner.

Baca Juga: Sebelum Terlambat, Inilah Pertolongan Pertama Angin Duduk

4. USG Intravaskular (IVUS)

Tak hanya bagi ibu hamil yang memerlukan USG untuk mengecek kondisi janin, orang dengan penyakit jantung juga perlu, lho.

Kateterisasi jantung dengan tes USG Intravaskular untuk melihat gambaran pembuluh darah.

Dengan menggunakan IVUS, dokter dapat melihat dan mengukur bagian dalam pembuluh darah.

5. Biopsi

hasil-biopsi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Sampel kecil jaringan jantung (disebut biopsi) adalah bagian dari prosedur kateterisasi jantung.

Dokter mungkin akan mengambil sampel jaringan kecil dan memeriksanya di bawah mikroskop untuk melihat adanya kelainan pada jantung.

Moms mungkin akan mendengar suara saat sampel jaringan diambil dari jantung, tetapi tidak akan merasakan sakit apa pun.

Hanya sedikit jaringan yang diambil untuk biopsi. Sebagian orang mungkin merasakan sensasi tarikan atau tarikan saat sampel jaringan diambil.

Baca Juga: Jantung Berdebar saat Hamil, Berbahayakan untuk Ibu dan Janin?

Risiko dan Biaya Kateterisasi Jantung

Kateterisasi Jantung, Moms Sudah Tahu? 13

Foto: Orami Photo Stocks

Mengutip National Heart, Lung & Blood Institute, kateterisasi jantung adalah prosedur yang relatif aman, dan jarang terjadi komplikasi.

Komplikasi yang mungkin terjadi adalah reaksi alergi terhadap pewarna yang digunakan. Reaksi ini mungkin gatal-gatal atau reaksi yang lebih serius.

Pendarahan atau memar di mana kateter dimasukkan ke dalam tubuh juga bisa terjadi pada sebagian orang. Nyeri terbilang sangat mnim, sehingga tak perlu dikhawatirkan.

Masalah dengan irama jantung (biasanya sementara) dan akan kembali normal.

Komplikasi yang lebih serius, tetapi jarang terjadi termasuk:

  • Iskemia (penurunan aliran darah ke jaringan jantung), nyeri dada, atau serangan jantung
  • Penyumbatan arteri koroner secara tiba-tiba
  • Robekan pada lapisan arteri
  • Kerusakan ginjal akibat pewarna yang digunakan
  • Stroke

Baca Juga: 8 Penyebab Tulang Rusuk Sakit Sebelah Kiri, Salah Satunya Tanda Gangguan Jantung!

Lantas seberapa banyak biaya kateterisasi jantung yang dibutuhkan? Tentu setiap rumah sakit beragam ya, Moms.

Di rumah sakit, biaya prosedur kateterisasi jantung ini bisa dimulai dari harga Rp9.000.000 ke atas. Meski begitu angka ini bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung metode apa yang dipilih.

Nantinya, pasien akan berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan prosedur kateterisasi jantung yang tepat dari pertimbangan riwayat penyakit.

Dianjurkan untuk mempersiapkan dana lebih guna kebutuhan tambahan yang tidak terduga, yaitu sekitar 20-30 persen dari biaya yang diperkirakan.

Jika Moms sedang hamil, menyusui atau sedang menjalani program kehamilan, beri tahu dokter untuk meminimalisasi risiko cedera pada janin akibat kateterisasi jantung.

Paparan radiasi selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir.

Sama halnya dengan alergi atau sensitif terhadap obat-obatan, pewarna kontras, yodium, atau lateks, dalam prosedur keteterisi jantung.

  • https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cardiac-catheterization/about/pac-20384695
  • https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/diagnosing-a-heart-attack/cardiac-catheterization
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK531461/
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/cardiac-catheterization
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16898-coronary-artery-disease
  • https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/cardiac-catheterization
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait