Pernikahan & Seks

Serba Serbi KB Implan: Kelebihan dan Kekurangannya

Sebelum menggunakan KB implan, kenali lebih dahulu secara mendalam
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Adeline Wahyu

Untuk menjaga kestabilan dan kesejahteraan ekonomi dan social setiap penduduk Indonesia, pemerintah mencanangkan program KB dan meminta masyarakat untuk ikut menyukseskannya.

Program KB ini telah diatur dalam UU No 10 tahun 1992 yang sering dikenal dengan seruan “Dua Anak Lebih Baik”. Lebih lanjut, program ini pun diperbaharui melalui UU No 54 tahun 2009 tentang keluarga sejahtera.

Selain tujuan di atas, program Keluarga Berencana juga punya manfaat dari segi medis. Moms.

Selain mencegah penyakit menular seperti penyakit kelamin hingga HIV/AIDS, Keluarga Berencana juga membantu menurunkan angka kematian ibu dan mengurangi angka kematian bayi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, penggunaan alat kontrasepsi menjadi cara yang paling tepat untuk digunakan.

Jika Moms bertujuan untuk menunda kehamilan, ada banyak jenis alat kontrasepsi yang bisa dipilih selain IUD dan pil. KB implant juga bisa dijadikan pilihan untuk ikut dalam program KB.

Mengenal KB Implan

Bolehkah Berhubungan saat Malam Takbiran Idul Adha? Cari Tahu Dalilnya!

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Christine Dahlendorf, MD, MAS, professor di University of California, pemilihan metode kontrasepsi menjadi salah satu keputusan yang kompleks.

Para wanita yang hendak menggunakan alat kontrasepsi harus paham betul dengan alat kontrasepsi yang dipilih dan harus sesuai dengan kondisi kesehatannya.

Untuk alasan keuangan, KB implan atau susuk KB merupakan salah satu jenis KB yang ekonomis namun tetap efektif mencegah kehamilan. Meski demikian, sebenarnya susuk KB ini masih tergolong jarang digunakan di Indonesia.

Wanita di Indonesia masih lebih akrab menggunakan suntik KB, pil KB, atau IUD.

Dilansir dari lamanmayoclinic.org, KB implan atau KB susuk merupakan alat kontrasepsi yang mengandung hormon progestogen.

Bentuk dari KB implant seperti tabung mirip korek api dengan panjang 4 inci. Cara penggunaannya adalah dengan memasangkan alat KB implan di bawah jaringan kulit lengan atas.

Baca juga: Mengenal 13 Jenis Kacang-Kacangan, Makanan Sehat untuk Kehamilan

Cara KB Implan Mencegah Kehamilan

hamil-1-bulan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cara kerja KB ini adalah dengan melepaskan hormon progesteron ke aliran darah.

Hormon ini kemudian membantu mencegah kehamilan dengan cara mencegah pelepasan sel telur atau ovulasi, menebalkan lendir di leher rahim, dan menipiskan lapisan rahim sehingga sperma akan sulit membuahi sel telur.

Biasanya, jika dipasang dengan benar, ia dapat mencegah kehamilan selama kurang lebih 3 tahun.

Proses Pemasangan KB Implan

KB implan

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms ingin memasang KB implan, lakukanlah dengan ahlinya dan atas persetujuan dokter kandungan.

Biasanya, setelah penggunaan KB implan disetujui oleh dokter, Moms tetap perlu melakukan tes kehamilan. Pada proses tes kehamilan, Moms akan disarankan untuk tidak menggunakan alat kontrasepsi lain yang bersifat hormonal.

Untuk sementara, jika Moms dan Dads ingin bercinta, Dads disarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi lain yang bersifat non-hormonal, seperti kondom.

Penggunaan alat kontrasepsi non hormonal tersebut dianjurkan selama kurang lebih 1 minggu.

Namun, penggunaan alat kontrasepsi lainnya tidak diperlukan jika pada saat pemasangan, Moms sedang dalam masa menstruasi, yaitu pada 5 hari pertama siklus haid.

Pada proses pemasangan KB jenis ini, Moms akan diberikan bius lokal pada bagian bawah lengan atas. Setelah obat bius bereaksi, dokter atau tenaga ahli bidan akan memasukkan KB implan dengan bantuan alat khusus.

Lokasi lengan yang mendapatkan KB ini akan diperban selama beberapa hari.

Meski demikian, sama seperti jenis alat kontrasepsi lainnya, KB jenis ini juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Baca juga: Mengenal Kondom Wanita, Bagaimana Cara Memakainya?

Amankah KB Implan?

efek-samping-kb-suntik.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Walau tampaknya mudah, namun beberapa wanita tetap saja masih ragu menggunakan KB implan.

Salah satu isu kekhawatiran pengunaan KB ini yang berkembang di kalangan wanita adalah karena dianggap dapat bergerak dari tempat awal dipasang.

Well, seperti yang sudah dijelaskan di atas. Berbagai kekhawatiran Moms tentu minim atau bahkan tidak terjadi jika dilakukan oleh orang yang ahli.

Meski demikian, Tak ada salahnya Moms juga perlu mengetahui beberapa keuntungan dan kekurangan penggunaan KB implan.

Dilansir dari laman dppkbpmd.bantulkab.go.id, inilah beberapa hal yang perlu Moms ketahui seputar jenis KB ini:

1. Pemasangan Lebih Mudah

Untuk alasan kemudahan dan kepraktisan, KB implant bisa menjadi jawaban yang tepat. Moms dan Dads tidak perlu lagi menggunakan kondom.

Hal yang sama juga berlakuk untuk Moms yang sering lupa minum pil KB. Tak ada lagi alarm pengingat minum pil KB, KB susuk akan jauh lebih praktis.

2. Lebih Efektif

Mom tidak perlu bolak balik kontrol ke dokter untuk melakukan pemeriksaan rutin.

Dengan KB implan, tingkat efektifitasnya bisa mencapai hingga 99 persen selama tiga tahun.

3. Harga yang Ekonomis

Mengapa bisa dibilang jenis KB ini merupakan KB yang ekonomis? Hanya dengan mengeluarkan dana sebesar kurang lebih Rp 275.000 untuk dua batang KB susuk, KB ini sudah bisa digunakan selama kurang lebih 3 tahun.

4. Tidak Mengganggu Penampilan

Bentuk KB implan sangatlah kecil dan tipis seperti korek api dengan panjang 4 inci. Dengan bentuknya yang sangat tipis, KB ini tidak akan tampak di permukaan kulit.

Tak ada orang yang akan menyangka Moms menggunakan jenis KB ini, meski Moms sedang menggunakan busana model sleeveless.

KB ini akan dimasukkan tepat di bawah kulit pada bagian lengan atas. Inilah yang menyebabkan banyak orang mengistilahkan KB implan sebagai susuk KB

Baca juga: Putri Beatrice Ulang Tahun ke-31, Ini Potret Transformasi Gaya Busananya yang Terlihat Makin Modis

Efek Samping Menggunakan KB Implan

arti-mimpi-muntah-darah.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Apapun jenis KB yang Moms pilih, tentu saja memiliki berbagai kekurangan dan kelebihan masing-masing, demikian juga KB implan.

Efek samping KB ini biasanya terjadi selama beberapa bulan setelah pemasangan susuk KB. Sebut saja mulai dari rasa nyeri pada kulit di sekitar implan ditanam, bengkak, gejala seperti mual, serta kemungkinan pola menstruasi tidak teratur.

Selain itu, KB implan juga tidak dapat mencegah penularan penyakit menular seksual seperti yang dapat dilakukan oleh kondom.

Selain itu, KB implant juga tidak disarankan jika Moms menderita beberapa penyakit seperti diabetes, gangguan hati, kecenderungan migrain, osteoporosis, wanita dengan riwayat penggumpalan darah yang serius, atau pernah menderita kanker payudara pada lima tahun terakhir.

Itulah sebabnya, Moms juga disarankan untuk selalu menceritakan berbagai riwayat penyakit Moms dan keluarga kepada dokter ginekolog atau bidan sebelum mengonsumsi pil KB atau melakukan pemasangan KB jenis implan hingga IUD.

Bagaimana dengan pengaruh KB implant untuk Moms yang sedang dalam masa menyusui? Menurut jurnal Contraceptive Implants and Lactation, KB implan tetap aman digunakan oleh Moms yang menyusui.

Meski sebagian kecil hormon dari KB implan dapat diserap ke dalam ke Air Susu Ibu (ASI), kadarnya masih aman dan tidak akan mengganggu kandungan ASI.

Hormon yang dilepaskan oleh KB implant tidak memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan Si Kecil. Jika Moms masih menyusui atau pada jarak 3-4 minggu setelah melahirkan, Moms tetap dapat melakukan pemasangan KB implan ini.

Baca juga: Reaksi Setelah Makan Nanas Muda Bagi Ibu Hamil, Berbahayakah?

Perlu Diperhatikan Setelah Menggunakan KB Implan Selama 3 Tahun

kontrol KB

Foto: Orami Photo Stock

Yang pasti, setelah 3 tahun digunakan, Moms perlu kembali kontrol ke dokter untuk melepas KB implan.

Saat melepas KB implan, dokter akan menyuntikkan bius lokal pada daerah lengan terlebih dahulu. Lantas, dokter akan membuat sayatan kecil pada kulit lengan tempat KB implant ditanam.

Saat KB implan “ditemukan”, tenaga ahli akan mengambil KB susuk tersebut menggunakan pinset atau penjepit untuk mengeluarkannya. Lengan dengan luka sayatan tadi akan ditutup dengan perban.

KB implan umumnya aman untuk digunakan.

Namun, jika Moms mengalami keluhan setelah mendapatkan KB implan, seperti nyeri atau benjolan pada payudara, perdarahan vagina, hingga gejala kehamilan seperti muntah, mual, dan menstruasi yang tidak kunjung hadir sesuai waktunya, segera konsultasikan ke ke dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan.

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11861054/
  • https://dppkbpmd.bantulkab.go.id/ingin-memakai-kb-implan-susuk-pastikan-dulu-di-sini/
  • https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/46602/uu-no-10-tahun-1992
  • https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/contraceptive-implant/about/pac-20393619
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait