Program Hamil

27 Agustus 2021

4 Ragam KB untuk Pria, Termasuk Pil dan Suntik

Pil KB dan suntik kini tak hanya untuk wanita, tapi bisa untuk pria juga
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Bicara soal alat kontrasepsi pria, kondom adalah salah satu hal yang paling pertama muncul di pikiran. Lalu, apakah Moms pernah mendengar tentang KB untuk pria?

Meskipun banyak pilihan pengendali kehamilan bagi kedua pasangan tersedia, melansir More Than a Physical Burden: Women’s Mental and Emotional Work in Preventing Pregnan, menunjukkan bahwa perempuan masih menanggung sebagian besar beban kontrasepsi.

Oleh karena itu, pria dapat membantu beberapa tanggung jawab dengan menggunakan pilihan alat kontrasepsi yang aman.

Tidak hanya kondom, ada pula pilihan KB untuk pria yang sama efeknya seperti pil KB untuk perempuan, lho. Berikut ini adalah informasi lengkapnya. Disimak yuk, Moms!

Baca Juga: IUD, Kontrasepsi Aman untuk Wanita Tinggi Resiko Kanker Payudara

Jenis-Jenis KB untuk Pria

KB untuk pria tentu terdengar asing bagi kita masyarakat awam. Kita lebih akrab mendengar istilah KB untuk wanita. Nama jenis kontrasepsi untuk wanita pun, seperti pil KB, IUD, suntik, implan, tubektomi, lebih sering kita dengar.

Bukan hanya soal popularitas, dari segi penelitian pun, alat kontrasepsi pria masih sangat sedikit dibandingkan metode kontrasepsi untuk wanita.

Nah berikut ini adalah penjelasan mengenai alat kontrasepsi dan KB untuk pria yang bisa Moms gunakan.

1. Kondom

kb untuk pria

Foto: Orami Photo Stock

Menurut penelitian, alat kontrasepsi ini efektif mengurangi transmisi organisme penyebab penyakit HIV/AIDS hingga 80-95%. Kondom juga dapat mencegah kehamilan hingga 98%.

Fungsi kondom tersebut ditambah kepraktisannya (bisa langsung dipakai sebelum bercinta) dan tanpa efek samping membuat alat kontrasepsi berbentuk sarung elastis ini populer.

Kondom sebenarnya terdiri dari dua jenis, yakni kondom wanita dan kondom pria. Namun, kondom pria lebih populer dan mudah didapatkan.

Demi kenyamanan dan kepuasan bercinta, suami perlu memilih kondom yang pas untuknya. Terkadang, ada kondom dengan ketebalan tinggi tapi tak nyaman saat dikenakan. Atau ketika terasa nyaman, tetapi tidak mampu melindungi dengan sempurna.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih kondom, di antaranya sensitivitas, tingkat kenyamanan, dan kemampuan kondom dalam melindungi. Sebaiknya, pilih kondom yang tipis dan tidak mengurangi kenikmatan saat berhubungan seksual.

Kondom tersebut juga harus pas dan nyaman digunakan serta tidak gampang sobek dan bocor. Kemudian, yang tidak kalah penting, kondom tersebut harus mampu menjalankan fungsi utamanya yaitu mencegah kehamilan dan menghindarkan dari penyakit menular seksual.

Bahan dasar kondom juga turut berpengaruh. Biasanya, kondom yang terbuat dari bahan lateks lebih disukai.

Namun, jangan gunakan pelumas berbahan dasar minyak karena bisa merusak kondom berbahan lateks dan polyisoprene sehingga efektivitasnya berkurang. Ada juga kondom berbahan dasar sintetis yang tipis tapi mampu melindungi dengan sempurna.

Baca Juga: 9 Kesalahan Memakai Kondom yang Membuat Kebobolan

Selain itu, cara memakai kondom juga harus diperhatikan. Ketika mengeluarkan kondom dari pembungkusnya, pastikan kondom tersebut dalam keadaan baik dan tidak berlubang serta tidak kering. Sebelum berhubungan, pastikan kondom tersebut sudah terpasang dengan sempurna.

Memakai kondom sering menjadi pilihan utama bagi pasangan yang ingin menunda kehamilan serta tidak ingin tertular penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS. Dengan kemampuannya tersebut, Moms dapat berhubungan seksual dengan tenang tanpa rasa khawatir.

2. Suntik Hormon

KB untuk pria tergolong sebagai kontrasepsi modern yang baru digarap dalam beberapa tahun belakangan ini. Jenis KB pria ini adalah berupa suntikan yang berisi hormon testosteron sintetis dan progestin (hormon wanita sintetis), untuk disuntikkan setiap 8 minggu sekali.

Tujuan dari KB untuk pria ini adalah untuk menurunkan kadar testosteron alami dalam tubuh pria untuk menekan proses pematangan sperma-sperma muda.

Terapi hormon adalah terapi yang dinilai cukup aman dan efektif untuk dilakukan, karena bersifat sementara atau bisa kembali ke keadaan semula, karena tidak menyebabkan kemandulan permanen seperti pada vasektomi.

Metode kontrasepsi ini akan menjadi jalan keluar bagi pasangan di mana pihak perempuannya tidak bisa melakukan kontrasepsi sendiri karena alasan kesehatan tertentu.

Sampai sejauh ini, suntik KB untuk pria masih bersifat eksperimental terbatas. Maka biaya untuk mendapatkannya pun cukup mahal. Selain itu, layaknya pil KB wanita, suntik KB pria juga harus tepat waktu agar efektivitas kontrasepsi tetap terjaga.

Beberapa penelitian menyebutkan cara hormonal ini juga dapat memengaruhi nafsu seks pria.

Baca Juga: Hati-hati! 5 Kebiasaan Tak Terduga Ini Bisa Menurunkan Gairah Seksual

3. Vasektomi Konvensional

kb untuk pria

Foto: shutterstock.com

Vasektomi, juga dikenal sebagai sterilisasi pria, adalah prosedur bedah yang dirancang untuk menjadi KB untuk pria secara permanen.

Selama vasektomi, ahli bedah akan membagi dan menutup ujung tabung yang mengangkut sperma (vas deferens). Karena ini menghentikan sperma memasuki cairan mani, ejakulasi tidak akan bisa membuahi pasangan.

Melansir Healthline, vasektomi konvensional adalah prosedur rawat jalan. Karena anestesi umum tidak digunakan, Dads akan terjaga selama vasektomi. Begini prosedurnya:

  • Dokter bedah akan mematikan skrotum dengan anestesi lokal.
  • Dokter bedah akan membuat dua sayatan kecil di kedua sisi skrotum , yang akan memungkinkan mereka mencapai tabung yang membawa sperma keluar dari setiap testis (vas deferens).
  • Dokter bedah akan memotong dan mengeluarkan sebagian kecil dari setiap tabung.
  • Dokter bedah akan menutup ujung tabung, baik dengan menggunakan panas atau dengan mengikatnya.
  • Pemulihan dari vasektomi biasanya memakan waktu sekitar satu minggu. Selama waktu itu, Dads harus menghindari aktivitas seksual dan aktivitas fisik seperti angkat berat.

Manfaat dari tindakan KB untuk pria ini adalah:

  • Vasektomi konvensional lebih dari 99% efektif dalam mencegah kehamilan.
  • Prosedur ini menghilangkan ketergantungan pada bentuk kontrasepsi lain, baik pria maupun wanita.
  • Vasektomi tidak mengubah produksi testosteron. Itu tidak akan mengurangi gairah seks atau kemampuan untuk mendapatkan ereksi atau orgasme.

Adapun resiko yang mungkin bisa Dads hadapi adalah sebagai berikut:

  • Dibutuhkan antara 8 dan 12 minggu sebelum vasektomi mulai memberikan perlindungan kontrasepsi.
  • Vasektomi dimaksudkan untuk menjadi permanen. Prosedur ini seringkali dapat, tetapi tidak selalu, dihilangkan. Dads tidak boleh melakukan vasektomi jika berpikir mungkin menginginkan anak di kemudian hari.
  • Dads mungkin mengalami memar, bengkak, dan nyeri setelah prosedur.
  • Dalam beberapa kasus, nyeri testis yang sedang berlangsung dapat terjadi.
  • Seperti prosedur bedah lainnya, vasektomi membawa risiko infeksi.
  • Benjolan keras seukuran kacang polong yang disebabkan oleh kebocoran sperma dapat terbentuk. Benjolan ini disebut granuloma sperma. Granuloma sperma bisa menyakitkan tetapi biasanya larut dengan sendirinya.
  • Penumpukan sperma di testis dapat menyebabkan perasaan tertekan yang berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Baca Juga: 5 Alat Kontrasepsi untuk Pria, Termasuk Pil dan Suntik KB

4. Metode “Pullout”

Selanjutnya, KB untuk pria yang lebih bisa dianggap sebagai “trik”, yaitu menarik penis keluar sesaat sebelum ejakulasi.

Dikutip dari WebMD, ada banyak istilah untuk cara ini, mulai dari “pullout” hingga coitus interuptus. Metode ini pada dasarnya adalah aktivitas mengeluarkan sperma di luar tubuh wanita. Intinya sama, yaitu untuk menghindari risiko sperma masuk ke sel telur dan terjadi kehamilan.

Baca Juga: Ketahui Tentang KB Spiral: Jenis, Efek Samping, Keuntungan, dan Prosedur Pemasangannya

Itu dia Moms berbagai pilihan KB untuk pria yang bisa Dads peroleh. Semoga dapat membantu, ya!

  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/birth-control-for-men#permanent-birth-control
  • https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/00224499.2017.1311834
  • https://www.webmd.com/sex/birth-control/male-contraceptives
  • https://utswmed.org/medblog/pill-guys-male-birth-control-option-passes-safety-tests/
  • https://www.nhs.uk/conditions/contraception/male-pill/
  • https://www.healthline.com/health/birth-control/male-birth-control-options#male-birth-control
  • https://www.nhsinform.scot/healthy-living/contraception/the-pill/the-pill-for-men
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait