Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Bayi | Mar 28, 2018

Kebersihan Udara Ternyata Berpengaruh Pada Kesehatan Bayi Baru Lahir Lho

Bagikan


Apakah Moms sudah memastikan udara yang dihirup si kecil bersih dan tidak mengandung polusi? Hal semacam ini penting untuk Moms perhatikan.

Pasalnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa berbagai bentuk polusi udara berdampak buruk terhadap kesehatan bayi, baik saat masih ada di dalam kandungan maupun setelah lahir.

Udara yang Tidak Bersih Menjadi Salah Satu Pemicu Alergi Pada Bayi

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa bayi yang terpapar polusi udara di tahun pertama kehidupannya lebih mungkin mengembangkan alergi terhadap makanan, hewan peliharaan, jamur atau hama.

Studi di Kanada, yang mensurvei lebih dari 2.700 anak di empat kota di Kanada, menjadi studi pertama mengenai hubungan antara polusi udara dan alergi pada bayi. Sebagaimana yang disampaikan oleh Michael Brauer selaku penulis senior dalam studi tersebut.

Penelitian ini didasarkan pada studi Pengembangan Longitudinal Bayi Sehat di Kanada, yang disponsori oleh AllerGen NCE dan Canadian Institutes of Health Research (CIHR).

Para peneliti menggunakan data dari 2.477 anak dan menilai anak-anak dengan tes alergi kulit pada usia sekitar satu tahun.

Berdasarkan pernyataan yang dirilis oleh UCB, anak-anak tersebut selanjutnya diuji untuk mengetahui sensitivitas terhadap 10 alergen, termasuk anjing, kucing, tungau debu, jamur, kecoa, telur, susu, kacang, dan kedelai.

Udara di Dalam Rumah Belum Tentu Bersih dan Baik Bagi Kesehatan Bayi

Menurut National Safety Council (NSC), udara di dalam ruangan seringkali mengandung konsentrasi polutan berbahaya yang lebih banyak daripada udara luar. Di dalam fact sheet NSC djelaskan bahwa salah satu kelemahan rumah dengan energi efisien yakni udara di dalamnya menjadi terperangkap dan mengunci polutan di dalam ruangan.

Padahal anak-anak menghirup 50 persen lebih banyak udara dibandingkan orang dewasa. Karena bayi menghabiskan 90 persen waktunya setiap hari di dalam rumah, kualitas udara merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Faktanya, menurut NSC udara di dalam ruangan bisa mencapai 100 kali lebih berpolusi daripada udara di luar rumah.

Menurut Environmental Protection Agency, ada banyak penyebab polusi udara dalam ruangan, seperti aktivitas kebersihan rumah tangga, asap puntung rokok, asap dari pemanas (dengan bahan bakar batu bara, kayu, minyak tanah atau gas), asap dari bahan kimia rumah tangga, pestisida atau bahkan bahan konstruksi itu sendiri.

Baca Juga : Terapi Kesehatan Untuk Pernapasan Si Kecil

Meningkatkan Kebersihan Udara di Dalam Rumah dan Kamar Bayi

Seberapa parah reaksi udara yang tidak bersih tergantung pada banyak faktor, termasuk usia bayi, paparan sebelumnya terhadap polutan dan paparan polusi selama bayi berada dalam kandungan.

Meskipun begitu, ada beberapa tindakan yang bisa Moms lakukan untuk menjaga kebersihan udara di dalam rumah dan kamar si kecil, yaitu:

1. Menjaga kebersihan lantai

Bersihkan kaki dengan keset atau lepas sepatu sebelum masuk rumah sehingga tidak ada kontaminan seperti kotoran hewan, debu, pestisida, atau timbal yang ikut masuk.

Setidaknya bersihkan karpet menggunakan vakum dengan filter HEPA (High Efficiency Particulate Arrestance) dua kali seminggu. Pel lantai sesering mungkin untuk memastikannya selalu bersih.

2. Segarkan udara secara alami

Buka jendela setidaknya selama 5 menit setiap hari untuk membiarkan udara kotor keluar dan udara bersih masuk ke ruangan. Tempatkan beberapa tanaman hijau untuk membantu membersihkan udara.

Adapun tanaman yang sudah terbukti baik ditempatkan di dalam ruangan adalah bunga krisan, ficus, kelapa bambu, margarinata dan peperomia. Selain itu, gunakan herbal alami dan minyak esensial untuk menyegarkan udara.

Jika ada anggota keluarga yang mengidap alergi dan/atau asma, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah alat pembersih udara (purifier) direkomendasikan untuk Moms gunakan.

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.